Bulan suci Ramadhan kini telah memasuki penghujung, menyisakan sepuluh malam terakhir yang penuh keberkahan. Di momen krusial ini, umat Muslim dianjurkan untuk memaksimalkan ibadah, salah satunya dengan melaksanakan i’tikaf di masjid. Ibadah ini menjadi kesempatan emas untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meraih keutamaan Lailatul Qadar.

Urgensi I’tikaf di Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan

Tidak terasa, hari demi hari Ramadhan telah berlalu, dan sebentar lagi bulan penuh ampunan ini akan meninggalkan kita. Di sisa waktu yang ada, sangat penting bagi umat Muslim untuk memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Salah satu amaliah yang sangat ditekankan adalah i’tikaf, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

I’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah SWT. Kebiasaan Nabi Muhammad SAW dalam mengisi sepuluh malam terakhir Ramadhan ialah dengan beri’tikaf di masjid. Hal ini dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari, bersumber dari Aisyah, istri Rasulullah SAW:

“أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ ‌حَتَّى ‌تَوَفَّاهُ اللّٰهُ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ”

Artinya: “Sungguh Nabi Muhammad Saw (selalu) beri’tikaf pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, hingga beliau wafat. Kemudian para istrinya beri’tikaf juga setelah beliau.”

Hadits ini, menurut Badruddin al-‘Aini dalam kitab ‘Umdatul Qari, jilid XI halaman 143, merupakan dalil tegas yang menetapkan anjuran melaksanakan i’tikaf di 10 malam terakhir bulan Ramadhan, khususnya bagi laki-laki. Berdasarkan hadits ini pula, i’tikaf diperkenankan bagi perempuan.

Al-‘Aini juga memaparkan, mengutip pendapat Imam An-Nawawi:

“قَالَ النَّوَوِيّ: وَفِي هَذَا الحَدِيث دَلِيلٌ لِصِحَّةِ اعْتِكَافِ النِّسَاء، لِأَنَّهُ، صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، كَانَ أَذَّنَ لَهُنَّ”

Artinya: “An-Nawawi berkata, ‘Dalam hadits (riwayat Aisyah) ini juga, dapat dijadikan landasan tentang keabsahan I’tikaf bagi wanita. Sebab Nabi saw telah mengizinkan mereka’.”

Mengejar Keistimewaan Lailatul Qadar

Salah satu alasan utama Nabi Muhammad SAW gemar beri’tikaf di 10 malam terakhir Ramadhan adalah untuk memburu Lailatul Qadar. Malam istimewa ini, yang nilainya lebih baik dari seribu bulan, diyakini tiba pada periode tersebut. Sayyidah Aisyah RA meriwayatkan:

“كَانَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُجَاوِرُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ، وَيَقُولُ: تَحَرَّوْا ‌لَيْلَةَ ‌الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ”

Artinya: “Rasulullah saw sering beri’tikaf pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan, dan beliau bersabda: ‘Beri’tikaflah kalian pada Lailatul Qadar di 10 malam terakhir bulan Ramadhan’.” (Al-Bukhari)

Dengan memaksimalkan ibadah melalui i’tikaf di masjid pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, potensi untuk meraih Lailatul Qadar dan mendapatkan ampunan dosa akan semakin besar. Nabi Muhammad SAW bersabda dalam haditsnya:

“مَنْ ‌قَامَ ‌لَيْلَةَ ‌الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ”

Artinya: “Siapa saja yang beribadah pada Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan berniat karena Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Al-Bukhari)

Oleh karena itu, beri’tikaf di masjid pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan sangat dianjurkan bagi laki-laki maupun perempuan. Ini adalah kesempatan berharga untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, mencari wasilah, dan berjihad di jalan-Nya, sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Maidah ayat 35:

“يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَابْتَغُوْٓا اِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِهٖ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ”

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, carilah wasilah (jalan untuk mendekatkan diri) kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya agar kamu beruntung.”

Memanfaatkan sisa waktu Ramadhan dengan i’tikaf adalah bentuk ketakwaan dan upaya maksimal seorang hamba untuk meraih rahmat dan ampunan dari Allah SWT di penghujung bulan suci ini.