Meguru Ramadhan 2026 Satukan Al-Qur’an dan Teknologi di Bantul

Bantul, 2 Maret 2026 — Suasana berbeda tampak di Asrama Vokasi Dawuh Guru, Bungsing, Guwosari, Pajangan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Senin (2/3/2026) malam. Dalam rangkaian kegiatan Meguru Ramadhan 2026, para santri tidak hanya mengikuti tadarus dan kajian kitab, tetapi juga mendalami Pemrograman Dasar dan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan ini menghadirkan Kang Fikri Al Fadani, S.Kom, praktisi teknologi sekaligus Manager Marketing Dawuh Guru, sebagai pemateri. Dalam paparannya, ia menegaskan pentingnya literasi teknologi bagi generasi santri di era digital.

“Kalau santri hari ini tidak menguasai teknologi, siapa yang akan mengisinya?” ujar Fikri di hadapan peserta.

Landasan Qur’ani: Khalifah dan Tanggung Jawab Peradaban

Dalam sesi tersebut, Fikri mengaitkan pentingnya penguasaan teknologi dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ

Wa idz qāla rabbuka lil-malā`ikati innī jā‘ilun fil-arḍi khalīfah.

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi.”

(QS. Al-Baqarah: 30)

Menurutnya, makna khalifah tidak hanya dimaknai sebagai kepemimpinan spiritual, tetapi juga tanggung jawab membangun peradaban, termasuk dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Teknologi adalah alat. AI adalah alat. Tinggal bagaimana kita menggunakannya untuk belajar, berkarya, dan berpenghasilan secara halal,” jelasnya.

Praktik Langsung Pemrograman dan AI

Para santri diajak memahami konsep dasar pemrograman seperti variabel, logika if-else, dan struktur berpikir sistematis. Selain itu, peserta juga dikenalkan pada pemanfaatan AI untuk merangkum materi kajian, membantu desain grafis, hingga eksplorasi ide bisnis digital.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Asrama Vokasi Dawuh Guru untuk melahirkan santri yang tidak hanya kuat dalam spiritualitas, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman.

Ramadhan yang Produktif dan Visioner

Pimpinan Asrama Vokasi Dawuh Guru menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret untuk menjawab tantangan era digital.

“Santri hari ini tidak cukup hanya menjadi konsumen informasi. Mereka harus menjadi kreator, inovator, dan pemimpin opini yang membawa nilai-nilai kebaikan,” ujarnya.

Di tengah malam Ramadhan, setelah shalat tarawih, para santri tampak serius berdiskusi tentang logika algoritma dan etika penggunaan AI. Pemandangan ini menjadi simbol transformasi pendidikan pesantren: tradisi tetap dijaga, inovasi terus dikembangkan.

Meguru Ramadhan 2026 diharapkan menjadi model integrasi pendidikan agama dan teknologi, serta melahirkan generasi santri yang siap menjalankan amanah sebagai khalifah di bumi—mampu menjaga nilai, sekaligus memimpin perubahan.