Pondok Pesantren Sunan Drajat (PPSD) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga sekaligus mengembangkan khazanah keilmuan pesantren melalui penyelenggaraan Halaqoh Keilmuan Pesantren 2026 bertajuk “Penguatan Ekosistem Akademik Aksara Pegon di Pesantren Indonesia: Standarisasi, Digitalisasi, dan Pedoman Penulisan Ilmiah.” Kegiatan yang berlangsung di Hall Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat ini menjadi langkah strategis dalam merumuskan masa depan aksara Pegon sebagai salah satu warisan intelektual penting pesantren Nusantara.

Selama berabad-abad, aksara Pegon telah menjadi media utama para ulama dalam menulis kitab, menyebarkan ilmu Islam, dan mendokumentasikan tradisi keilmuan pesantren. Namun hingga saat ini, penulisan Pegon masih memiliki beragam bentuk dan belum memiliki pedoman baku yang dapat digunakan secara luas dalam lingkungan akademik maupun digital. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Pondok Pesantren Sunan Drajat mengambil peran aktif untuk memimpin upaya standarisasi dan penguatan ekosistem akademik aksara Pegon di Indonesia.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam sambutannya, Direktur Utama Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat, Gus Dr. H. Anas Al Hifni, S.E.I., M.Si., menegaskan bahwa pesantren harus mampu menjawab tantangan zaman dengan menggabungkan kekuatan ekonomi dan keilmuan. Setelah selama ini dikenal melalui penguatan dakwah berbasis ekonomi (bil iqtishad), Pondok Pesantren Sunan Drajat kini terus memperkuat perannya melalui dakwah berbasis ilmu (bil ilmi). Hal tersebut diwujudkan melalui berbagai program pengembangan akademik, termasuk penyusunan kitab, penguatan kurikulum, dan penyelenggaraan halaqoh keilmuan tingkat nasional.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat, Gus H. Murobbi Binnur, S.H., menyampaikan bahwa pendidikan di Pondok Pesantren Sunan Drajat tidak semata-mata berorientasi pada profesi tertentu. Lebih dari itu, pesantren berupaya membentuk karakter dan mental khas santri Sunan Drajat yang mandiri, berakhlak, produktif, dan siap memberikan manfaat bagi masyarakat.

Halaqoh Keilmuan Pesantren 2026 juga menghadirkan berbagai pakar Pegon nasional, akademisi, serta perwakilan Kementerian Agama Republik Indonesia. Salah satu fokus utama pembahasan adalah pentingnya standarisasi aksara Pegon agar dapat terus berkembang dan relevan di era digital tanpa menghilangkan kekayaan tradisi yang telah hidup di berbagai daerah Nusantara.

Kasubdit Pendidikan Ma’had Aly Direktorat Pesantren Kementerian Agama RI, Dr. Mahrus El Mawa, M.Ag., memberikan apresiasi terhadap langkah yang dilakukan Pondok Pesantren Sunan Drajat. Menurutnya, aksara Pegon memiliki peran besar dalam sejarah perkembangan Islam di Indonesia dan menjadi bagian penting dari warisan intelektual bangsa yang perlu dijaga keberlangsungannya melalui penguatan tradisi akademik serta dukungan kebijakan yang memadai.

Selain itu, para pakar Pegon yang hadir juga menilai bahwa forum yang digelar Pondok Pesantren Sunan Drajat merupakan salah satu langkah penting dalam sejarah pengembangan aksara Pegon di Indonesia. Standarisasi yang dirumuskan bukan bertujuan menghilangkan keragaman tradisi Pegon yang ada, melainkan menghadirkan pedoman bersama agar aksara Pegon dapat terus berkembang, terdokumentasi dengan baik, serta lebih mudah diakses oleh generasi mendatang.

Sebagai bagian dari penguatan tradisi keilmuan, Pondok Pesantren Sunan Drajat juga telah menyusun 12 kitab bidang agama yang menjadi bagian dari kurikulum integratif pesantren. Kitab-kitab tersebut disusun oleh Tim Majlis Ilmu Pondok Pesantren Sunan Drajat dengan memadukan tradisi keilmuan salaf dan nilai-nilai Catur Piwulang Sunan Drajat.

Melalui halaqoh ini, Pondok Pesantren Sunan Drajat tidak hanya menjaga warisan keilmuan para ulama Nusantara, tetapi juga berupaya memastikan bahwa warisan tersebut dapat terus hidup, berkembang, dan relevan dengan kebutuhan akademik serta perkembangan teknologi modern. Langkah ini semakin menegaskan posisi Pondok Pesantren Sunan Drajat sebagai salah satu pusat pengembangan tradisi keilmuan pesantren yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Karena pesantren tidak cukup hanya mewarisi ilmu para ulama. Pesantren juga harus mampu mengembangkan, menuliskan, dan mewariskannya kembali kepada generasi berikutnya demi kemaslahatan umat, bangsa, dan negara.

Baca juga: Santri Sunan Drajat Membuat Kapal Modern

Pendaftaran Santri Baru Masih Dibuka

🔗 Link Pendaftaran:
https://daftar.ppsd.id

📄 Brosur Lembaga:
https://drive.google.com/drive/folders/1jLtoG8X-38ujg8ONAb1JYqt8NaXjNCeV?usp=sharing

☎️ Call Center PPDB:
0851 2266 1977

Media Sosial Pondok Pesantren Sunan Drajat

Instagram: @ppsunandrajat

TikTok: @ppsunandrajat

Facebook: @ppsunandrajat

YouTube: @ppsunandrajat

Website: ppsd.id

Saluran WhatsApp:
https://link.ppsd.id/@saluran