Indonesia pernah memiliki sosok visioner yang menjadi kebanggaan bangsa, yaitu Prof. Dr. Ing. B. J. Habibie. Melalui karya monumental berupa pesawat N-250 Gatotkaca, beliau membuktikan bahwa anak bangsa mampu menguasai teknologi tinggi dan menghasilkan karya yang diperhitungkan dunia.

Lebih dari sekadar menciptakan pesawat, B. J. Habibie meninggalkan warisan yang jauh lebih besar: keyakinan bahwa bangsa Indonesia mampu berdiri sejajar dengan negara-negara maju melalui ilmu pengetahuan, teknologi, dan pendidikan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Namun sebuah bangsa tidak dapat bergantung pada satu generasi. Indonesia membutuhkan generasi-generasi penerus yang memiliki semangat belajar, keberanian berkarya, dan kemampuan menciptakan inovasi untuk menjawab tantangan masa depan.

Semangat inilah yang terus ditanamkan di Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan.

Selama ini, sebagian masyarakat masih menganggap bahwa pesantren hanya berfokus pada pendidikan agama. Padahal di Pondok Pesantren Sunan Drajat, para santri tidak hanya mempelajari Al-Qur’an, kitab kuning, dan ilmu-ilmu keislaman. Mereka juga dibekali berbagai keterampilan dan kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman.

Salah satu contohnya dapat dilihat melalui SMK Perkapalan Sunan Drajat. Di lembaga ini, para siswa mempelajari teknik perkapalan secara langsung, mulai dari pengelasan, konstruksi kapal, desain, hingga proses pembangunan kapal modern. Pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui praktik nyata yang memberikan pengalaman industri kepada para siswa.

Prestasi yang diraih pun tidak sedikit. Salah satu siswa SMK Perkapalan Sunan Drajat berhasil memperoleh sertifikasi las berstandar internasional saat masih menempuh pendidikan. Selain itu, melalui kolaborasi dengan dunia industri, SMK Perkapalan Sunan Drajat juga telah berhasil berkontribusi dalam pembangunan kapal modern.

Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa pendidikan pesantren tidak harus bertentangan dengan kemajuan teknologi. Sebaliknya, pesantren dapat menjadi tempat lahirnya generasi yang memiliki keseimbangan antara kekuatan iman, kedalaman ilmu, dan keterampilan profesional.

Di bawah asuhan Prof. Dr. KH. Abdul Ghofur, Pondok Pesantren Sunan Drajat mengembangkan sistem pendidikan yang memadukan nilai-nilai keislaman dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Para santri dididik untuk meraih dunia tanpa melupakan akhirat, serta menggapai kesuksesan tanpa meninggalkan akhlak dan adab.

Karena itu, tujuan pendidikan di Pondok Pesantren Sunan Drajat bukan hanya mencetak generasi yang saleh secara pribadi, tetapi juga melahirkan generasi yang mampu berkarya, berinovasi, dan memberi manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Pesawat N-250 Gatotkaca pernah menjadi simbol kebanggaan Indonesia. Dan bukan tidak mungkin, dari tangan-tangan santri yang hari ini sedang belajar membangun kapal modern di Pondok Pesantren Sunan Drajat, akan lahir karya-karya besar berikutnya yang membanggakan Indonesia di masa depan.

Sebab setiap karya besar selalu berawal dari pendidikan yang tepat, lingkungan yang mendukung, dan mimpi yang berani diperjuangkan.

 

📝 Pendaftaran Santri Baru Masih Dibuka

🔗 Link Pendaftaran:
https://daftar.ppsd.id

📄 Link Brosur Lembaga:
https://drive.google.com/drive/folders/1jLtoG8X-38ujg8ONAb1JYqt8NaXjNCeV?usp=sharing

☎️ Call Center:
0851 2266 1977

🌐 Media Sosial Kami

Instagram: @ppsunandrajat
TikTok: @ppsunandrajat
Facebook: @ppsunandrajat
YouTube: @ppsunandrajat
Website: ppsd.id
Saluran WA : https://link.ppsd.id/@saluran