Dialog Terbuka di UMJ: Ganjar-Mahfud Ungkap Filosofi Tagline

Dialog Terbuka Di UMJ Ganjar-Mahfud Ungkap Filosofi Tagline
Gambar: RM ID

Oleh: Dr. Chotijah Fanaqi, S.Sos.I., M.I.K, Akademisi, Pegiat Majelis Taklim, (Jamaah Muhibbin Ning Atikoh Ganjar Nusantara)

Jelang putaran pertama Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 yang akan diselenggarakan pada hari Rabu, 14 Februari 2024 mendatang, pasangan Calon Presiden (Capres) dan Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD mulai mempersiapkan diri dengan membuka forum-forum dialog untuk menyerap aspirasi masyarakat, terutama kawula muda. Ganjar-Mahfud memenuhi undangan dari Muhammadiyah di kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), bertajuk Dialog Terbuka Muhammadiyah Bersama Calon Pemimpin Bangsa, Kamis (23/11) kemarin.

Ada hal yang menarik ketika Sekretaris Jenderal PP Muhammadiyah, Abdul Mukti menanyakan tentang tagline yang menjadi andalan pasangan tersebut. Mengenai hal tersebut, Mahfud MD menjelaskan tentang tagline yang diusung oleh Ganjar-Mahfud. Menurut Mahfud, tagline memiliki makna berdasarkan dalil fiqih. “Tadi di sana Pak Mukti tanya kepada saya, tagline dari Pak Ganjar dan Mahfud, tempatnya Pak Anis Itu perubahan yang sering diartikan mengganti total. Tempatnya Pak Prabowo kelanjutan,” ungkap Mahfud dikutip dari video singkat di akun Tik Tok Ganjar Pranowo, Jum’at (24/11/2023).

Mahfud menyatakan bahwa ada dasar hukum fiqih di dalam tagline yang diusung oleh pasangannya yaitu mempertahankan kebaikan yang lama dan menggantinya dengan yang baru yang lebih baik. “Bagi kami ada dalilnya secara fiqih yaitu mempertahankan yang lama dan mengganti yang baru yang lebih bagus lagi,” ungkap Mahfud.

Meskipun tidak sama persis dengan apa yang disebutkan oleh Mahfud, namun esensi maknanya memiliki arti yang serupa. Imam ath-Thabraani menjelaskan dalam kitab Al-Mu’jam al-kabiir bahwa makna dari المحافظة على القديم الصالح والأخذ بالجديد الأصلح adalah “memelihara (menjaga) nilai atau ajaran lama yang baik, dan mengambil nilai atau ajaran baru yang lebih baik”.

Baca Juga  Eksistensi dan Ikhtiar Kaum Sarungan dalam Perpolitikan Nasional

Maksud dari القديم الصالح adalah nilai atau ajaran lama yang baik, bermanfaat, dan sesuai dengan ajaran Islam. Sedangkan الجديد الأصلح adalah nilai atau ajaran baru yang lebih baik dari nilai atau ajaran lama. Kaidah tersebut mengajarkan untuk mempertahankan nilai atau ajaran lama yang baik, dan mengambil nilai atau ajaran baru yang lebih baik darinya. Hal ini penting untuk dilakukan agar seseorang tetap bisa mempertahankan nilai-nilai yang baik, sekaligus mengadopsi nilai-nilai baru yang lebih baik. Dalam arti yang lebih luas, dalil tersebut bisa diartikan sebagai salah satu sudut pandang yang terbuka yaitu tetap mempertahankan nilai-nilai agama yang baik, seperti nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan kasih sayang. Namun juga tidak menafikan nilai-nilai baru yang lebih baik, seperti nilai-nilai toleransi, kesetaraan, dan kemajuan teknologi. Dengan menerapkan kaidah ini, umat Islam bisa tetap mempertahankan nilai-nilai Islam yang baik, sekaligus menjadi umat yang maju dan berkembang.

Tinggalkan Balasan