Blusukan ke Surabaya, Yenni Wahid Ajak Milenial Surabaya Menangkan Ganjar-Mahfud

Gambar: RMOL

Oleh: Akbar Kolisudin, Guru Ngaji, (Jamaah Muhibbin Ning Atikoh Ganjar Nusantara)

Salah satu tokoh publik yang mendukung pasangan Capres dan Cawapres Ganjar Pranowo dan Mahfud MD adalah Zannuba Arifah Chafsoh atau yang sering disapa Yenny Wahid. Beliau adalah salah satu putri dari presiden ke-4 Republik Indonesia, KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Yenny Wahid terang-terangan mendukung Capres dan Cawapres nomor urut 3 yang diusung Partai Perindo, yaitu Ganjar Pranowo dan Mahfud MD untuk meraih kemenangan pada Pilpres 2024 mendatang. Hal itu dibuktikan pada Jumat (24/11/2023) Yenny Wahid menyapa anak-anak milenial Surabaya di lesehan daerah Simpang Dukuh, Kota Surabaya.

Yenny terlihat sangat asyik dengan anak-anak milenial tersebut. Putri Gus Dur itu dengan santai berdiskusi dengan mereka sehingga mereka juga tak segan menyampaikan aspirasi-aspirasi dan saran-saran. Salah satu dari anak milenial tersebut diketahui Billy Handiwiyanto yang merupakan Koordinator Komunitas Milenial Ganjar (Kolega). Dari antusias dan attention para anak milenial Surabaya, Yenny Wahid optimis bahwa pasangan Ganjar-Mahfud akan mendapatkan banyak suara dari kalangan anak-anak muda di Pilpres 2024 mendatang. Hal itu disampaikan oleh Yenny Wahid dalam keterangan wawancaranya Minggu (26/11/2023), “Kalau saya cukup optimis untuk mendapatkan banyak suara. Saya targetkan dari suara umat Islam dan menggarap anak-anak muda, ya baik milenial atau Generasi Z. Jadi, dua ini yang saya garap.”

Yenny mengaku telah berkeliling selama empat hari di Jawa Timur untuk melakukan konsolidasi gerakan dan penyamaan persepsi yang bertujuan untuk pemenangan pasangan Ganjar-Mahfud di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Yenny juga menyatakan kalau hasilnya memuaskan. Yenny lebih menekankan konsolidasinya di beberapa pondok pesantren, sebab basis pesantren memiliki kapasitas suara yang banyak.

Menurut Yenny, suara nasionalis sudah digarap secara masif oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), sehingga dia fokus menggarap perolehan suara dari basis-basis anak muda, baik milenial maupun Gen-Z, terutama basis-basis pondok pesantren. “Kalau suara nasionalis kan sudah jelas digarap oleh PDIP,” jelasnya. Sebab itu, Yenny lebih fokus membidik anak-anak muda atau milenial di kalangan santri. Beberapa program Ganjar-Mahfud juga sudah banyak disiapkan untuk mereka, misalnya seperti beasiswa yang lebih banyak untuk kalangan santri. Meskipun sudah banyak beasiswa saat ini, Yenny memandang kadang-kadang kalangan santri susah untuk bersaing dalam beasiswa umum, sebab beberapa pondok pesantren tidak menggunakan ijasah yang formal. “Misalnya bea siswa yang lebih banyak lagi untuk santri, karena saat ini memang ada bea siswa untuk masyarakat umum, tapi santri kadang-kadang susah untuk bersaing, karena ada beberapa Pondok Pesantren yang ijazahnya tidak diterima,” tukas Yenny Wahid.

Meninjau fenomena tersebut, menurut Yenny, Ganjar-Mahfud mengusung progam penyamaan ijasah dari pondok pesantren. “Misalnya untuk menyamakan ijazah, agar semua ijazah dari pesantren bisa diterima baik,” sambungnya. Diketahui, sebelum ke Surabaya, Yenny telah mengunjungi daerah-daerah di Tapal Kuda dalam rentang tanggal 21-24 November 2023, dari Lumajang, Jember, Situbondo, sampai Probolinggo.

Rekomendasi