Bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah telah tiba. Dalam khutbah Jumat yang disampaikan oleh Ajie Najmuddin, kolomnis NU Online sekaligus Pengurus MWCNU Banyudono Boyolali, umat Muslim diajak untuk menyambut bulan penuh keberkahan ini dengan hati gembira dan semangat tinggi dalam beramal kebajikan. Khutbah tersebut menekankan bahwa pada bulan Ramadhan, pahala amal akan dilipatgandakan.
Pentingnya Ketakwaan dan Syukur
Mengawali khutbahnya, khatib Ajie Najmuddin mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa mengingat dan mensyukuri segala anugerah yang telah dikaruniakan Allah SWT. Ia menyerukan peningkatan ketakwaan dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya.
“Beribadah kepada Allah akan menjadi manifestasi ketakwaan kita,” ujarnya, mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Al Baqarah ayat 21: “Wahai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Ramadhan: Bulan Penuh Berkah dan Kewajiban Puasa
Ajie Najmuddin kembali menekankan rasa syukur atas kesempatan berjumpa dengan bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah dan rahmat, di mana pahala amal kebaikan dilipatgandakan dan puasa diwajibkan.
Kewajiban puasa ini, menurutnya, termaktub dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 183: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Lebih lanjut, khatib menjelaskan bahwa Ramadhan adalah bulan yang penuh keutamaan dan keberkahan, dengan karunia melimpah dari Allah SWT. Ia mengutip sabda Nabi Muhammad SAW:
“Wahai umat manusia, telah ada di hadapan kalian bulan agung yang penuh berkah, bulan yang di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang Allah jadikan berpuasa di dalamnya sebagai kewajiban dan menghidupkan malam-malamnya sebagai kesunnahan. Bulan yang merupakan bulan kesabaran, dan pahala kesabaran adalah surga..” (HR Al-Baihaqi, Ibnu Khuzaimah, dan lainnya).
Dengan banyaknya keberkahan, rahmat, ampunan, dan kebaikan lainnya di bulan Ramadhan, umat Muslim sudah semestinya merasakan kebahagiaan dan menjadikannya semangat untuk berbuat kebajikan.
Pahala Berlipat Ganda dan Pintu Surga Ar-Rayyan
Khatib menggarisbawahi bahwa Allah SWT telah menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum terbaik untuk memperbaiki kualitas dan menambah kuantitas amal saleh. Selama sebulan penuh, Allah menurunkan keberkahan yang sangat melimpah, ganjaran pahala ditingkatkan, pintu surga dibukakan, gerbang neraka dikuncikan, dan setan dibelenggu.
Terkhusus dalam ibadah puasa Ramadhan, Allah SWT memberikan pahala yang besar bagi siapa saja yang mengerjakannya dengan penuh keikhlasan dan mengharapkan ridha-Nya.
Imam Dhiyauddin Al-Maqdisi dalam kitabnya, Fadhailul-’A’mal, terbitan Al-Jami’ah Al-Islamiyyah, Madinah, Tahun 2010, halaman 168, menyebut sejumlah keistimewaan puasa Ramadhan. Di antaranya, kelak di akhirat, akan dibukakan pintu surga yang bernama pintu “ar-Rayyan”, yang dikhususkan bagi orang yang berpuasa. Hal ini sesuai keterangan dalam sebuah hadits:
“Di surga itu, ada satu pintu yang disebut dengan pintu “ar-Rayyan”. Dari pintu itu orang-orang yang berpuasa masuk surga pada hari Kiamat.” (HR. Al-Bukhari-Muslim).
Penutup dan Doa
Khutbah ditutup dengan seruan untuk memanfaatkan momentum penuh berkah pada bulan Ramadhan ini dengan memperbanyak amal kebaikan. Ajie Najmuddin mengajak jamaah untuk berdoa agar Allah senantiasa memberikan keberkahan, kesehatan, dan kemudahan dalam melaksanakan kebaikan, serta dijauhkan dari segala fitnah, penyakit, musibah, dan marabahaya.
“Semoga kita menjadi orang-orang yang beruntung,” pungkasnya.

