Nabi Muhammad SAW menyampaikan kabar gembira yang menegaskan keutamaan bersyahadat dengan hati yang tulus. Pesan ini menjadi penegasan penting bagi umat Islam mengenai jalan menuju surga melalui keyakinan yang benar.
Keutamaan Syahadat dengan Hati yang Membenarkan
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:
أَبْشِرُوْا وَبَشِّرُوْا مَنْ وَرَاءَكُمْ أَنَّهُ مَنْ شَهِدَ أَنْ لَا إلَهَ إِلَّا اللهُ صَادِقًا بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ
Artinya: “Bergembiralah kalian dan gembirakanlah orang-orang yang di belakang kalian bahwasanya siapa yang telah bersyahadat (memberi kesaksian) “tidak ada Tuhan kecuali Allah” dan ia membenarkan dengan hatinya, niscaya ia masuk surga.”
Hadis ini secara eksplisit menyatakan bahwa kebahagiaan dan kabar baik ini harus disampaikan kepada orang lain. Intinya adalah janji surga bagi siapa saja yang mengucapkan syahadat “La ilaha illallah” (tidak ada Tuhan kecuali Allah) dengan kejujuran dan pembenaran dalam hati.
Asbabul Wurud dan Reaksi Para Sahabat
Konteks atau asbabul wurud hadis ini diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Asy’ari. Ia menceritakan, “Aku telah mendatangi Nabi SAW bersama serombongan orang dari kaumku; maka bersabdalah Beliau: “Bergembiralah kalian dan gembirakanlah orang-orang yang di belakang kalian bahwasanya siapa yang telah bersyahadat (memberi kesaksian) “tidak ada Tuhan kecuali Allah” dan ia membenarkan dengan hatinya, niscaya ia masuk surga.”
Setelah mendengar sabda tersebut, Abu Musa Al-Asy’ari dan rombongannya segera keluar untuk menyampaikan berita gembira itu kepada orang-orang. Namun, tak lama kemudian, Umar datang dan kembali bersama mereka menghadap Nabi SAW.
Umar kemudian bertanya kepada Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah SAW, jika demikian mereka pasti mengharapkan.” Mendengar pertanyaan tersebut, Rasulullah SAW diam, tidak memberikan jawaban langsung.

