Tafsir As Siroj: Al-Qur’an adalah Kitab Suci yang Mengajarkan Kedamaian, Bukan Kekerasan

Tafsir As Siroj Al-Qur'an adalah Kitab Suci yang Mengajarkan Kedamaian, Bukan Kekerasan

Dalam era di mana stigma terhadap Islam kerap memicu Islamophobia, suara-suara yang mengedepankan pemahaman yang benar mengenai agama ini sangat diperlukan. Salah satu suara tersebut adalah Prof. Dr. (HC) KH. Masruchan Bisri, seorang ulama dan cendekiawan yang berdedikasi untuk meluruskan pandangan keliru tentang Islam. Beliau berbicara tentang motivasi di balik penulisan Kitab Tafsir As Siroj dan pentingnya pencerahan melalui ajaran Al-Qur’an.

Terinspirasi dari Kondisi Sosial yang Memprihatinkan

Ketika ditanya apa yang memotivasi beliau untuk menulis Kitab Tafsir As Siroj, Prof. Dr. (HC) KH. Masruchan Bisri menjelaskan, “Saya merasa terpanggil oleh situasi dan kondisi yang memprihatinkan di masyarakat kita. Terorisme dan radikalisme yang mengatasnamakan Islam telah melahirkan stigma negatif terhadap agama kita. Ini tidak hanya memecah belah umat Islam, tetapi juga menciptakan ketakutan yang tidak berdasar di kalangan masyarakat luas.”

As Siroj: Lentera Pencerahan

As Siroj, yang berarti Lentera atau Pelita, dipilih sebagai judul kitab tafsir ini bukan tanpa alasan. “Saya ingin kitab ini menjadi sumber pencerahan bagi siapa saja yang membacanya,” ujar KH. Masruchan. “Kita perlu menunjukkan kepada dunia bahwa Al-Qur’an adalah kitab suci yang mengajarkan kedamaian, bukan kekerasan. Dengan memahami arti dan kandungan Al-Qur’an yang sebenarnya, kita bisa menghindari kesalahpahaman yang merugikan.”

Meluruskan Pemahaman yang Keliru

Salah satu tujuan utama dari penulisan Kitab Tafsir As Siroj adalah untuk meluruskan pemahaman yang keliru tentang Islam. Menurut KH. Masruchan, banyak orang yang gagal memahami esensi ajaran Islam karena terjebak dalam interpretasi yang sempit dan ekstrem. “Islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin, membawa rahmat bagi seluruh alam. Namun, interpretasi yang salah dapat membawa dampak yang sebaliknya. Kitab ini berupaya untuk memberikan penjelasan yang sesuai dengan ayat-ayat Al-Qur’an, agar umat Islam dan masyarakat dunia dapat memahami makna yang sebenarnya.”

Baca Juga  Al-Qusyairi: Presepsi Fana' dan Baqa'

Menanggulangi Islamophobia

Ketika ditanya tentang fenomena Islamophobia yang semakin marak di Eropa, KH. Masruchan menyatakan keprihatinannya. “Islamophobia adalah hasil dari ketidaktahuan dan prasangka buruk terhadap Islam. Kita harus berusaha keras untuk mengedukasi masyarakat tentang ajaran Islam yang sebenarnya. Kitab Tafsir As Siroj diharapkan dapat berperan dalam mengurangi ketakutan yang tidak berdasar ini dengan memberikan pencerahan dan pemahaman yang benar.”

Harapan untuk Masa Depan

Masruchan juga menyampaikan harapannya untuk masa depan. “Saya berharap kitab ini bisa menjadi pegangan bagi umat Islam di seluruh dunia. Saya ingin masyarakat dunia membaca dan memahami bahwa Al-Qur’an mengajarkan kebaikan, bukan keburukan. Dengan begitu, kita bisa menghilangkan prasangka dan ketakutan yang tidak berdasar, serta membangun masyarakat yang lebih harmonis.”

Dalam upayanya untuk memberikan pencerahan melalui Kitab Tafsir As Siroj, Prof. Dr. (HC) KH. Masruchan Bisri menunjukkan dedikasinya yang tulus untuk mengedukasi dan mempersatukan umat. Dengan bimbingan dan pencerahan yang beliau tawarkan, diharapkan umat Islam dapat menjauh dari pemahaman yang salah dan berkontribusi pada perdamaian dunia.

Kitab Tafsir As Siroj bukan hanya sebuah karya ilmiah, tetapi juga sebuah misi untuk membawa cahaya dan pemahaman yang benar tentang Islam kepada semua orang. Semoga upaya beliau menjadi lentera yang menerangi jalan kita menuju pemahaman dan kedamaian yang sejati.

[Penulis: Ali Adhim] | [Editor: Anas S Malo]