Dawuh Gus Rifqil Muslim : Agar Mendapatkan Ilmu Dan Keberkahan

Sumber : Google

Dawuh Gus Rifkil Muslim : Jangan melanggar aturan agar mendapatkan ilmu dan keberkahan, jadi kalo memang belum bisa membahagiakan pada kiai, para masyaikh, minimal jangan mengecewakan.

Dalam perjalanan hidup ini, setiap individu mendambakan kebahagiaan dan keberkahan. Kebahagiaan dan keberkahan tidak hanya datang dari materi yang melimpah atau kedudukan yang tinggi, tetapi juga dari ilmu yang bermanfaat dan doa dari mereka yang kita hormati, seperti para kiai dan masyaikh. Quote yang berbunyi “Jangan melanggar aturan agar mendapatkan ilmu dan keberkahan, jadi kalo memang belum bisa membahagiakan pada kiai, para masyaikh, minimal jangan mengecewakan” mengandung pesan mendalam tentang pentingnya mematuhi aturan dan menjaga hubungan baik dengan guru dan ulama.

 

Mematuhi aturan adalah salah satu kunci utama untuk meraih ilmu yang bermanfaat dan keberkahan dalam hidup. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman: “Dan bertakwalah kepada Allah, niscaya Allah mengajarimu. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” (QS. Al-Baqarah: 282). Ayat ini menunjukkan bahwa takwa, yang salah satunya diwujudkan dengan mematuhi aturan Allah dan Rasul-Nya, akan membuka pintu ilmu pengetahuan. Ketika kita patuh pada aturan, kita menunjukkan keseriusan dan keikhlasan dalam menuntut ilmu. Ini juga merupakan bentuk penghormatan kepada Allah SWT dan para guru yang mengajarkan kita.

 

Rasulullah SAW juga menekankan pentingnya menghormati dan memuliakan guru. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda: “Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati orang yang lebih tua di antara kami, tidak menyayangi yang lebih muda, dan tidak mengetahui hak orang alim” (HR. Ahmad). Hadits ini mengingatkan kita bahwa menghormati orang alim, termasuk para kiai dan masyaikh, adalah bagian dari ajaran Islam yang harus kita junjung tinggi.

 

Dalam konteks pendidikan dan penuntutan ilmu, menjaga hubungan baik dengan para kiai dan masyaikh adalah sangat penting. Mereka adalah pembimbing spiritual dan intelektual kita. Jika kita belum mampu memberikan kebahagiaan kepada mereka, setidaknya kita harus berusaha untuk tidak mengecewakan mereka. Mengecewakan para guru bisa berarti kita tidak serius dalam belajar, tidak patuh pada nasihat mereka, atau bahkan melanggar aturan yang mereka tetapkan.

 

Motivasi untuk tidak mengecewakan para guru juga bisa kita temukan dalam kata-kata bijak dari tokoh dunia. Salah satunya adalah Nelson Mandela, yang berkata, “Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang bisa kamu gunakan untuk mengubah dunia.” Dengan mematuhi aturan dan menghormati para guru, kita memaksimalkan potensi pendidikan sebagai alat untuk meraih kesuksesan dan keberkahan dalam hidup. Mengabaikan aturan dan mengecewakan para guru sama saja dengan menyia-nyiakan kesempatan emas untuk mengubah diri kita dan dunia sekitar kita menjadi lebih baik.

 

Selain itu, Mahatma Gandhi pernah mengatakan, “Hidupku adalah pesan dariku.” Apa yang kita lakukan, termasuk bagaimana kita memperlakukan para kiai dan masyaikh, adalah cerminan dari nilai-nilai yang kita anut dan yakini. Jika kita menunjukkan rasa hormat dan ketaatan, kita bukan hanya menghargai para guru tetapi juga memuliakan ilmu yang mereka ajarkan.

 

Dalam Islam, ilmu memiliki posisi yang sangat tinggi. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga” (HR. Muslim). Hadits ini menunjukkan bahwa menuntut ilmu adalah jalan yang diberkahi, dan memuliakan para guru adalah bagian dari perjalanan itu. Dengan mematuhi aturan dan menjaga hubungan baik dengan para guru, kita sebenarnya sedang meniti jalan menuju keberkahan dan surga.

 

Sebagai seorang murid, tanggung jawab kita adalah belajar dengan tekun, menghormati para guru, dan mengikuti aturan yang ada. Dengan begitu, kita akan meraih ilmu yang bermanfaat dan doa keberkahan dari para guru. Doa mereka sangat berharga karena mereka adalah orang-orang yang dekat dengan Allah SWT. Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda: “Doa seorang muslim untuk saudaranya dalam ketidakhadiran (tanpa sepengetahuannya) adalah doa yang mustajab” (HR. Muslim). Doa para kiai dan masyaikh yang tulus untuk murid-muridnya memiliki kekuatan yang luar biasa.

 

Mematuhi aturan dan menghormati para guru juga merupakan bentuk pengabdian kita kepada Allah SWT. Ketika kita menjaga hubungan baik dengan mereka, kita sebenarnya sedang menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya. Ini adalah manifestasi dari iman dan takwa yang akan membawa kita kepada keberkahan dunia dan akhirat.

 

Sebagai penutup, marilah kita renungkan pesan bijak dari Albert Einstein: “Saya tidak memiliki bakat khusus. Saya hanya sangat penasaran.” Dengan rasa penasaran yang besar dan sikap hormat kepada para guru, kita akan mampu menggali ilmu yang mendalam dan meraih keberkahan dalam hidup. Jangan pernah meremehkan kekuatan ilmu dan doa dari para guru. Mematuhi aturan, menjaga sikap hormat, dan berusaha untuk tidak mengecewakan mereka adalah langkah penting menuju kesuksesan sejati. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita dalam menuntut ilmu dan memberikan keberkahan dalam setiap langkah kita. Aamiin.

Rekomendasi