Rasulullah SAW memberikan perhatian besar terhadap perlakuan manusia terhadap hewan. Sebuah hadis sahih menjadi pengingat penting akan tanggung jawab umat Muslim dalam menjaga kesejahteraan makhluk hidup yang tidak dapat berbicara ini.

Makna dan Latar Belakang Hadis

Hadis tersebut berbunyi:

Scroll Untuk Lanjut Membaca

اِتَّقُوْا اللهَ فِي هَذِهِ الْبَهائِمِ الْمُعْجَمَةِ فَارْكُبُوْهَا صَالِحَةً وَكُلُوْهَا صَالِحَةً

Artinya: “Takutlah kalian kepada Allah dalam binatang yang tidak bicara ini, tunggangilah ia dengan baik dan beri makanlah dengan baik.”

Latar belakang turunnya hadis ini, atau yang dikenal sebagai Asbabul Wurud, bermula dari sebuah peristiwa yang disaksikan oleh Sahal. Nabi Muhammad SAW pernah melewati seekor unta yang mengikutinya. Dalam riwayat Ibnu Khuzaimah, unta tersebut digambarkan dalam kondisi yang sangat kurus, dengan perut yang sudah menempel pada tulang punggungnya, menunjukkan penderitaan yang mendalam.

Dalam riwayat lain, dijelaskan bahwa Nabi menuntun unta tersebut sepanjang hari, dari pagi hingga sore, berupaya mencari siapa pemiliknya. Namun, pemilik unta tersebut tidak juga berhasil ditemukan. Melihat kondisi unta yang memprihatinkan dan tidak adanya pemilik yang bertanggung jawab, Rasulullah SAW kemudian bersabda:

“Takutlah kalian kepada Allah dalam binatang yang tidak bicara ini, tunggangilah ia dengan baik dan beri makanlah dengan baik.”

Sabda Nabi ini menegaskan pentingnya perlakuan adil dan penuh kasih sayang terhadap hewan, baik dalam penggunaan sebagai tunggangan maupun dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan. Ini adalah perintah langsung untuk bertakwa kepada Allah dalam setiap interaksi dengan makhluk-Nya.