Nabi Muhammad SAW memberikan tuntunan penting bagi umatnya terkait adab dalam berinteraksi sosial, khususnya dalam memilih majelis atau perkumpulan. Sebuah hadis menekankan anjuran untuk menjauhi pertemuan-pertemuan yang tidak baik atau tidak bermanfaat.

Anjuran Menjauhi Majelis ‘Asyiirah dan ‘Shu’adaat’

Hadis Nabi Muhammad SAW secara eksplisit menyatakan:

Scroll Untuk Lanjut Membaca

اِجْتَنِبُوْا مَجَالِسَ الْعَشِيْرَةَ

Artinya: “Jauhilah oleh kamu sekalian majlis-majlis ‘asyiirah.” Dalam riwayat Muslim, lafazhnya sedikit berbeda, berbunyi: “Jauhilah oleh kamu sekalian majlis-majlis ‘shu’adaat’.” Meskipun terdapat perbedaan lafazh, makna dari kedua istilah tersebut merujuk pada hal yang sama, yaitu majelis atau perkumpulan yang tidak membawa kebaikan.

Asbabul Wurud: Konteks Turunnya Hadis

Konteks atau asbabul wurud hadis ini dijelaskan dalam Shahih Muslim, yang diriwayatkan dari Abi Thalhah. Ia bercerita, “Kami duduk-duduk di halaman. Tiba-tiba datang Nabi SAW, Beliau berdiri di hadapan kami seraya bersabda: “Mengapa kalian berada di majlis shu’adaat?”

Para sahabat kemudian menjawab pertanyaan Rasulullah SAW, “Kami berkumpul untuk berbincang-bincang ya Rasulullah SAW.” Mendengar jawaban tersebut, Nabi Muhammad SAW kemudian memberikan arahan lebih lanjut mengenai etika dalam sebuah majelis.

Memenuhi Hak Majelis yang Baik

Menanggapi perkumpulan para sahabat, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Jika begitu tunaikan haknya: menutup pandangan, menjawab salam dan berkata baik.” Pesan ini menegaskan bahwa setiap perkumpulan, terutama yang bertujuan baik seperti berbincang-bincang, memiliki hak-hak yang harus dipenuhi oleh para pesertanya. Hak-hak tersebut mencakup menjaga pandangan dari hal-hal yang tidak pantas, membalas salam sebagai bentuk penghormatan, dan senantiasa mengucapkan perkataan yang baik serta bermanfaat.

Dengan demikian, ajaran ini tidak hanya menekankan pentingnya menghindari majelis yang buruk, tetapi juga membimbing umat Muslim untuk menciptakan dan menjaga kualitas majelis yang baik agar senantiasa mendatangkan keberkahan dan manfaat.