Perdamaian merupakan salah satu ajaran fundamental dalam Islam yang senantiasa ditekankan. Pentingnya menciptakan kerukunan dan saling memaafkan tercermin jelas dalam berbagai nash, termasuk hadis Nabi Muhammad SAW yang menyerukan umatnya untuk senantiasa bertaqwa dan menjaga perdamaian di antara sesama.

Hadis tentang Perdamaian dan Keutamaan Memaafkan

Sebuah hadis qudsi yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik menggarisbawahi nilai luhur perdamaian dan pengampunan:

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“اِتَّقْوْا اللهَ وَأَصْلِحُوْا ذَاتَ بَيْنَكُمْ فَإِنَّ اللهَ يُصْلِحُ بَيْنَ الْمُسْلِمِيْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ”

Artinya: “Bertaqwalah kalian kepada Allah dan ciptakan perdamaian di antara kalian. Sesungguhnya Allah mendamaikan sesama Muslim pada hari kiamat.”

Kisah di Balik Turunnya Hadis (Asbabul Wurud)

Menurut keterangan Anas bin Malik, hadis ini memiliki latar belakang kisah yang menyentuh. Rasulullah SAW pernah menceritakan tentang dua orang laki-laki yang berlutut di hadapan Allah pada hari kiamat.

Salah seorang di antaranya berkata kepada Allah, “Ya Tuhanku ambillah dosa kegelapan yang menyeliputi saudaraku!”

Allah kemudian berfirman, “Bagaimana kau dapat berbuat terhadap saudaramu padahal tidak ada lagi kebaikannya?”

Orang itu menjawab dengan penuh harap, “Ya Tuhanku pada hari yang agung ini setiap orang memerlukan keringanan.”

Allah SWT lantas berfirman, “Angkat pandanganmu ke atas dan lihatlah!”

Seketika itu, orang tersebut berkata, “Ya Tuhanku, hamba melihat istana dari emas yang berkilau bertahtakan permata, untuk Nabi yang mana ini? atau untuk siapa?”

Allah berfirman, “Ini untuk yang memberikan sesuatu yang sangat berharga.”

Orang itu bertanya kembali, “Ya Tuhanku siapa yang memiliki itu?”

Allah berfirman, “Engkau memilikinya.”

Tanyanya lagi, “Dengan apa?”

Jawab Allah, “Maafkan terhadap saudaramu.”

Tanpa ragu, ia berkata, “Sesungguhnya aku telah memaafkannya.”

Maka Allah berfirman, “Peganglah tangan saudaramu, masukkanlah ia ke dalam surga. Bertaqwalah kalian kepada Allah dan ciptakan perdamaian di antara kalian. Sesungguhnya Allah mendamaikan sesama Muslim pada hari kiamat.”

Kisah ini menegaskan betapa besar pahala dan keutamaan bagi mereka yang bersedia memaafkan kesalahan saudaranya, bahkan hingga mendapatkan balasan berupa istana di surga.