Definisi ‘keluarga’ bagi Nabi Muhammad SAW ternyata melampaui ikatan darah semata. Sebuah hadis sahih menjelaskan bahwa cakupan keluarga Rasulullah SAW jauh lebih luas, mencakup setiap individu yang memiliki ketakwaan.
Hadis tersebut berbunyi: “آلُ مُحَمَّدٍ كُلُّ تَقِيٍّ” yang berarti, “Keluarga Muhammad ialah setiap manusia yang bertaqwa.” Penjelasan ini memberikan pemahaman mendalam tentang nilai-nilai spiritual yang diutamakan dalam Islam.
Asbabul Wurud Hadis: Konteks Pertanyaan Anas bin Malik
Konteks atau asbabul wurud dari hadis ini diriwayatkan oleh Anas bin Malik. Ia pernah bertanya langsung kepada Rasulullah SAW mengenai siapa yang termasuk dalam keluarganya. Pertanyaan ini dijawab langsung oleh Nabi Muhammad SAW dengan tegas.
Rasulullah SAW bersabda, “Keluarga Muhammad ialah setiap manusia yang bertaqwa.” Jawaban ini menekankan bahwa ikatan spiritual dan ketakwaan kepada Allah SWT adalah kriteria utama dalam mendefinisikan ‘keluarga’ dalam konteks kenabian, bukan semata-mata garis keturunan biologis.
