TERBARU
Quote

Susunan Pengurus Baru PBNU 2026-2031 Resmi Diumumkan

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama resmi mengumumkan susunan pengurus baru masa khidmah 2026-2031 yang mencakup sebanyak 210 orang pengurus.
12 dibaca0 dibagikan2 menit baca
Gedung PBNU di Jakarta Pusat tempat pengumuman pengurus baru
Foto: Ya, saya inBaliTimur · BY-SA

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi mengumumkan susunan pengurus baru untuk masa khidmah 2026–2031. Pengumuman penting mengenai struktur kepengurusan organisasi Islam terbesar di Indonesia ini disampaikan langsung di Gedung PBNU, Jakarta Pusat.

Penyampaian susunan kepengurusan tersebut dilakukan secara langsung oleh Katib Aam PBNU, Prof. Mohammad Nuh. Kehadiran para pimpinan dan pengurus baru ini menandai babak baru dalam perjalanan organisasi untuk lima tahun mendatang.

Dalam struktur kepengurusan yang baru diumumkan ini, tercatat sebanyak 210 orang pengurus yang akan menjalankan roda organisasi PBNU. Jumlah ini mencakup berbagai posisi strategis yang dirancang untuk mengoptimalkan jalannya program kerja.

Salah satu sorotan utama dalam pengumuman tersebut adalah masuknya nama ulama ahli tafsir Al-Qur’an asal Rembang, KH Bahauddin Nur Salim. Ulama yang akrab disapa Gus Baha ini resmi ditunjuk sebagai salah satu Wakil Rais Aam PBNU.

Kehadiran Gus Baha di jajaran pimpinan tertinggi tentu menjadi perhatian tersendiri bagi warga Nahdliyin. Kiprahnya dalam bidang keilmuan keislaman diharapkan mampu memberikan warna dan penguatan spiritual yang mendalam bagi organisasi.

Di jajaran Syuriyah PBNU, Gus Baha tidak sendiri dalam mengemban amanah sebagai Wakil Rais Aam. Ia bersama para ulama sepuh lainnya mendampingi kepemimpinan Rais Aam.

Beberapa nama tokoh ulama yang menduduki posisi Wakil Rais Aam bersama Gus Baha antara lain KH Nurul Huda Jazuli dan KH Anwar Iskandar. Selain itu, terdapat pula KH Afifuddin Muhajir dan KH Muhammad Musthofa Aqiel Sirodj di jajaran yang sama.

Seluruh jajaran Wakil Rais Aam tersebut bertugas mendampingi KH Miftachul Akhyar. Sebagaimana diketahui, KH Miftachul Akhyar memegang amanah sebagai Rais Aam yang merupakan pimpinan tertinggi organisasi PBNU.

Secara keseluruhan, jajaran Syuriyah PBNU pada masa khidmah 2026–2031 ini beranggotakan total 37 orang. Para anggota Syuriyah ini memegang peranan yang sangat sentral dan krusial di dalam struktur organisasi.

Sebagai pimpinan tertinggi, jajaran Syuriyah memiliki kewenangan penuh yang telah ditetapkan. Wewenang utama tersebut mencakup tugas untuk membina serta mengawasi seluruh pelaksanaan keputusan organisasi PBNU.

Pengawasan dan pembinaan ini menjadi fondasi penting agar setiap langkah kebijakan organisasi tetap berada pada jalur nilai-nilai keislaman dan khitnah Nahdlatul Ulama. Kepemimpinan kolektif di jajaran Syuriyah diharapkan mampu menjaga arah gerak organisasi.

Dengan diumumkannya susunan pengurus lengkap yang berjumlah 210 orang ini, PBNU siap menjalankan berbagai agenda strategis. Seluruh proses pengumuman yang bertempat di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, berjalan dengan lancar.

Keterangan resmi yang disampaikan oleh Prof. Mohammad Nuh selaku Katib Aam telah memberikan kejelasan bagi struktur organisasi ke depan. Kepengurusan baru ini diharapkan mampu membawa kemaslahatan yang lebih luas bagi umat dan bangsa.

Foto: Ya, saya inBaliTimur · BY-SA · Sumber gambar

Sumber: Instagram