Pesan dan nasihat dari para ulama senantiasa menjadi panduan berharga bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Salah satu figur ulama kharismatik yang pesannya selalu dikenang adalah Almaghfurlah KH Maimoen Zubair atau yang akrab disapa Mbah Moen. Untaian kata bijak beliau sering kali mengetuk kesadaran batin untuk kembali merenungkan hakikat diri di hadapan Sang Pencipta.
Dalam sebuah kesempatan, Mbah Moen pernah menyampaikan sebuah pernyataan mendalam yang berkaitan dengan dinamika kehidupan manusia. Beliau mengingatkan bahwa hakikatnya tidak ada suatu hal pun yang membuat manusia merasa susah, kecuali berasal dari perbuatan mereka sendiri. Pandangan ini mengajak setiap individu untuk melihat ke dalam diri alih-alih menyalahkan keadaan luar.
Kesulitan dan kesusahan hidup yang kerap dirasakan oleh manusia sering kali merupakan cerminan dari tindakan atau kekeliruan yang telah diperbuat. Ketika seseorang menghadapi masa-masa sulit, langkah utama yang seharusnya diambil adalah segera kembali kepada jalan Allah. Kesadaran ini menjadi landasan penting dalam membangun hubungan spiritual yang lebih baik.
Oleh karena itu, Mbah Moen memberikan anjuran yang sangat jelas bagi siapa saja yang sedang mengalami kesusahan dalam hidupnya. Pesan utama yang disampaikan adalah agar segera bertaubat kepada Allah SWT. Taubat menjadi sarana pembersihan diri dari segala khilaf dan dosa yang mungkin menjadi sebab datangnya kesusahan tersebut.
Namun, proses kembali kepada kebaikan ini sering kali diiringi oleh kelalaian manusia yang lain. Ketika seseorang mulai merasa sulit atau berupaya memperbaiki diri, terkadang perhatiannya justru teralih pada urusan orang lain. Inilah yang secara tegas diingatkan oleh Mbah Moen agar dihindari oleh setiap Muslim.
Beliau melarang keras tindakan menyelidiki kesalahan orang lain dalam situasi apa pun. Perilaku mencari-cari keburukan atau aib sesama manusia dinilai sebagai suatu hal yang tidak baik dan tidak patut dilakukan. Alih-alih memperbaiki keadaan, tindakan tersebut justru akan memperkeruh hati dan menambah keburukan diri sendiri.
Fokus utama seorang hamba ketika menghadapi persoalan hidup seharusnya diarahkan sepenuhnya kepada diri sendiri. Introspeksi diri menjadi kunci utama sebelum seseorang berani menilai atau mengomentari kehidupan orang lain. Mbah Moen menekankan pentingnya membersihkan niat dan perbuatan pribadi terlebih dahulu.
Sikap senantiasa mengoreksi diri sendiri mencerminkan kedewasaan spiritual seseorang dalam beragama. Dengan lebih banyak merenungkan kekurangan sendiri, seseorang akan terhindar dari sifat ujub, takabur, serta kebiasaan gampang menghakimi sesama. Kesadaran ini menumbuhkan kerendahan hati yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam.
Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang menjadi salah satu tempat di mana nilai-nilai luhur seperti ini terus dijaga dan disebarkan kepada para santri serta masyarakat luas. Warisan pemikiran Mbah Moen tetap hidup melalui berbagai catatan nasihat yang terus direkam dan dibagikan oleh para pencinta ilmu. Pesan-pesan ini relevan sepanjang masa bagi siapa saja yang ingin memperbaiki kualitas hidupnya.
Melalui pengingat sederhana ini, Mbah Moen menuntun umat untuk fokus pada hal-hal yang berada dalam kendali diri sendiri. Perbuatan kita adalah tanggung jawab kita, sementara urusan orang lain bukanlah wilayah yang patut untuk dihakimi. Introspeksi dan taubat adalah dua hal yang berjalan seiring untuk meraih ketenangan batin.
Mari menjadikan setiap petuah bijak dari para ulama sepuh sebagai cermin untuk menilai langkah keseharian kita. Ketika kesulitan datang menghampiri, jadikan hal tersebut sebagai momentum untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta melalui taubat yang tulus. Bukan justru sibuk mencari-cari kesalahan orang lain yang tidak mendatangkan manfaat kebaikan.
Semoga pesan dari Almaghfurlah KH Maimoen Zubair ini dapat terus menginspirasi kita semua untuk senantiasa menjaga lisan, perbuatan, dan hati. Introspeksi diri yang konsisten akan membawa setiap hamba pada kehidupan yang lebih tenang, damai, dan diridhai oleh Allah SWT.
Foto: Instagram · Sumber gambar
Sumber: Instagram





