Perintah untuk senantiasa bertakwa kepada Allah SWT merupakan inti ajaran Islam yang disampaikan melalui berbagai wahyu dan sabda Nabi Muhammad SAW. Salah satu wasiat penting yang menekankan hal ini adalah sebuah hadis yang juga menyertakan anjuran untuk selalu waspada dalam setiap urusan.

Memahami Perintah Taqwa dan Konteksnya

Hadis tersebut berbunyi: “آمُرُكَ بِتَقْوَى اللهِ وَعَلَيْكَ بِنَفْسِكَ وَإيَّاكَ وَعَامَّةَ الْأُمُوْرِ”. Secara harfiah, hadis ini dapat diartikan sebagai: “Aku perintahkan kepadamu untuk taqwa kepada Allah dan waspada dalam setiap urusan.” Wasiat ini memiliki latar belakang atau asbabul wurud yang menarik, menggambarkan kondisi sosial dan spiritual pada masa itu serta relevansinya hingga kini.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menurut riwayat Sa’ad, Rasulullah SAW pernah mengajukan pertanyaan kepada beberapa sahabatnya mengenai sikap mereka di masa depan. Beliau bersabda, “Bagaimana sikap kalian jika tinggal di tengah-tengah “hutsalah” yang mencampuradukkan amanat dan khianat dan mereka begini (Nabi masukkan jari-jari tangannya ke jari lainnya).” Pertanyaan ini menggambarkan kondisi masyarakat yang kompleks, di mana nilai-nilai kejujuran dan amanah mulai tercampur dengan pengkhianatan.

Para sahabat yang mendengar pertanyaan tersebut lantas balik bertanya kepada Rasulullah SAW, “Jika keadaannya demikian apa yang kami lakukan ya Rasulullah SAW?” Menanggapi kekhawatiran mereka, Nabi Muhammad SAW memberikan petunjuk awal yang jelas, “Lakukanlah yang ma’ruf dan tinggalkanlah yang munkar.” Ini adalah prinsip dasar dalam Islam untuk selalu berpegang pada kebaikan dan menjauhi keburukan.

Kemudian, Abdullah bin Amru bin Al-Ash, salah seorang sahabat yang dikenal akan keilmuannya, secara spesifik bertanya, “Apa yang engkau perintahkan kepadaku ya Rasulullah SAW?.” Menjawab pertanyaan pribadi tersebut, Rasulullah SAW kembali menegaskan wasiatnya, “Aku perintahkan kepadamu untuk taqwa kepada Allah dan waspada dalam setiap urusan.”

Wasiat ini tidak hanya relevan bagi Abdullah bin Amru bin Al-Ash, tetapi juga menjadi pedoman universal bagi umat Islam. Perintah untuk bertakwa kepada Allah SWT adalah fondasi utama, sementara anjuran untuk waspada dalam setiap urusan menekankan pentingnya kehati-hatian, kebijaksanaan, dan kesadaran dalam menjalani kehidupan, terutama di tengah tantangan zaman yang terus berubah.