Kisah mengenai para ulama besar di Nusantara selalu menyisakan ruang bagi kita untuk merenung dan mengambil hikmah berharga. Di antara sekian banyak figur spiritual yang dicintai umat, sosok KH. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Beliau yang akrab disapa sebagai Abah Guru Sekumpul sering kali meninggalkan jejak keteladanan yang tidak hanya menyentuh perasaan, tetapi juga kerap kali menghadirkan peristiwa yang melampaui batas nalar manusia biasa. Salah satu kisah menakjubkan tersebut terjadi di kediaman beliau yang terletak di Martapura, Kalimantan Selatan.
Dalam sebuah momen kunjungan yang penuh dengan kehangatan, sekelompok tamu istimewa bertandang ke kediaman ulama kharismatik ini. Rombongan tamu tersebut tidak lain adalah para Habib yang datang untuk bersilaturahmi. Pertemuan antara para keturunan mulia dan ulama agung ini senantiasa diwarnai dengan adab yang tinggi, perbincangan yang menyejukkan hati, serta jalinan kasih sayang yang erat. Namun, di balik kehangatan pertemuan tersebut, sebuah peristiwa yang benar-benar luar biasa terjadi di depan mata para hadirin.
Kejadian tersebut bermula ketika Abah Guru Sekumpul bersiap untuk memberikan penghormatan kepada para tamunya sebelum mereka berpamitan. Beliau bermaksud memberikan sebuah tanda kasih atau yang biasa kita kenal dengan istilah salam tempel berupa uang tunai kepada puluhan tamu yang hadir saat itu. Pemberian ini merupakan bentuk pemuliaan terhadap tamu, sebuah tradisi mulia yang senantiasa dijaga oleh para ulama dalam menyambut siapa saja yang berkunjung ke rumah mereka.
Akan tetapi, keunikan mulai terlihat ketika Abah Guru Sekumpul mulai merogoh kantong bajunya untuk mengambil uang tersebut. Secara kasatmata, kantong baju yang dikenakan oleh beliau terlihat benar-benar kempes, tipis, dan tampak kosong tanpa ada gumpalan atau tumpukan lembaran kertas berharga di dalamnya. Siapa pun yang melihat kantong tersebut pasti akan berasumsi bahwa tidak ada satu lembar uang pun yang tersimpan di balik kain baju yang melekat pada tubuh sang ulama.
Keajaiban pun terjadi di luar jangkauan logika manusia yang hadir di ruangan itu. Satu per satu tamu yang berjumlah puluhan orang itu maju untuk menerima salam tempel dari beliau. Dengan gerakan yang tenang dan teratur, Abah Guru Sekumpul terus-menerus mengambil uang dari dalam satu kantong baju yang sama. Uang tersebut seakan mengalir tanpa henti, keluar dari sebuah wadah kecil yang secara logika tidak mungkin menampung jumlah uang sebanyak itu untuk puluhan orang.
Pemandangan yang tidak biasa ini tentu saja memicu perhatian mendalam dari rombongan Habib yang tengah menyaksikannya secara langsung. Keheranan pun tidak dapat disembunyikan dari raut wajah mereka, terutama oleh salah satu saksi kunci dalam rombongan tersebut, yaitu Habib Mukhsin. Beliau menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana selembar demi selembar uang terus keluar dari kantong yang semestinya kosong dan tidak berisi apa-apa itu. Rasa takjub dan penasaran pun mulai menyelimuti hati sang Habib yang menyaksikan peristiwa langka tersebut.
Melihat reaksi keheranan yang begitu tampak jelas dari para tamunya, terutama dari Habib Mukhsin yang tidak berkedip memperhatikan kantong bajunya, Abah Guru Sekumpul justru memberikan respons yang sangat tidak biasa. Beliau tidak menunjukkan ekspresi bangga, terkejut, ataupun ingin memamerkan kelebihan yang dimilikinya tersebut. Sebaliknya, beliau bersikap dengan sangat santai, tenang, dan bersahaja seolah-olah kejadian luar biasa yang baru saja terjadi itu bukanlah sebuah perkara besar yang patut dihebohkan.
Sikap santai yang ditunjukkan oleh Abah Guru Sekumpul di hadapan Habib Mukhsin dan rombongan lainnya menyimpan sebuah pengajaran spiritual yang sangat tinggi. Ulama kharismatik asal Martapura ini seolah ingin menunjukkan bahwa keajaiban fisik yang kasatmata tidak boleh membuat manusia terlena atau melupakan esensi terdalam dari hubungan antara seorang hamba dengan Tuhannya. Di balik ketenangan sikapnya tersebut, beliau justru bersiap menitipkan sebuah pesan penting yang sangat mendasar bagi kehidupan keagamaan kita semua.
Pesan penting yang disampaikan oleh Abah Guru Sekumpul pada momen penuh keajaiban itu berfokus pada makna sesungguhnya dari kata “karomah”. Bagi beliau, karomah yang sejati bukanlah terletak pada kemampuan memunculkan uang dari kantong yang kosong, berjalan di atas air, terbang di udara, atau hal-hal luar biasa lainnya yang memukau pandangan mata. Melalui penjelasan reflektifnya, beliau mengajak kita semua untuk melihat melampaui segala bentuk keajaiban fisik dan kembali pada esensi spiritual yang lebih mendasar.
Melalui kisah inspiratif ini, kita diajak untuk merefleksikan kembali pemahaman kita tentang keistimewaan para ulama dan wali Allah. Sering kali, sebagian dari kita terlalu fokus mencari keajaiban-keajaiban lahiriah dari sosok spiritual, hingga mengabaikan pesan moral, akhlak mulia, dan keteguhan ibadah yang mereka contohkan. Kejadian di kediaman Abah Guru Sekumpul ini mengingatkan kita bahwa keajaiban sejati adalah istiqamah dalam menjalankan perintah agama dan ketulusan dalam mengasihi sesama manusia tanpa mengharapkan pujian.
Bagi pembaca yang ingin mendalami lebih jauh tentang keteladanan, amalan, serta kisah-kisah luar biasa lainnya dari ulama besar asal Kalimantan Selatan ini, sebuah karya literatur telah disusun dengan sangat baik. Buku yang berjudul “Amalan & Kisah Menakjubkan Abah Guru Sekumpul” hadir sebagai jembatan bagi kita untuk memetik hikmah-hikmah tersembunyi yang pernah diajarkan oleh beliau semasa hidupnya. Buku ini menyajikan berbagai kisah inspiratif yang mampu memberikan kedamaian sekaligus pencerahan batin bagi siapa saja yang membacanya.
Untuk mendapatkan buku ini, Penerbit Dawuh Guru memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang ingin memesan. Anda hanya perlu menuliskan komentar “Mau Bukunya” di media sosial atau langsung menghubungi nomor WhatsApp resmi di 089685259969 melalui tautan yang tersedia di bio akun @penerbitdawuhguru. Melalui media sosial @penerbitdawuhguru dan @sowanpustaka, pembaca juga bisa terus mendapatkan rekomendasi buku-buku bermutu, kisah-kisah penuh inspirasi, serta nasihat menyejukkan dari para ulama terkemuka.
Kisah kebaikan Abah Guru Sekumpul yang dengan penuh ketulusan memberikan salam tempel dari kantong kosongnya ini meninggalkan sebuah pertanyaan reflektif bagi kita semua. Dari kisah menakjubkan ini, pelajaran apa yang sesungguhnya paling mengena dan menyentuh bagian terdalam dari hati Anda? Pembaca pun diajak untuk merenungkan makna kedermawanan, kerendahan hati, dan hakikat karomah ini, serta membagikan buah pemikiran dan perasaan tersebut agar dapat saling menguatkan dalam kebaikan.
Foto: Instagram · Sumber gambar
Sumber: Instagram











