TERBARU

Dawuh Abuya Uci Turtusi tentang Ilmu dan Cinta Rasulullah

Simak dawuh Abuya Uci Turtusi tentang keutamaan ilmu yang disertai cinta kepada Rasulullah ﷺ dalam kehidupan sehari-hari.
9 dibaca0 dibagikan3 menit baca
Ilustrasi pengingat dawuh ulama tentang ilmu dan cinta kepada Rasulullah
Foto: Instagram

Sebuah pesan penting mengenai kedudukan ilmu dan kecintaan kepada Nabi Muhammad ﷺ disampaikan oleh Abuya Uci Turtusi. Pesan ini memberikan sudut pandang mendalam tentang bagaimana seharusnya seseorang menilai kualitas ilmu yang dimilikinya. Dalam pandangan beliau, tolok ukur kemuliaan seseorang tidak hanya diukur dari seberapa banyak ilmu yang berhasil ia kuasai.

Lebih lanjut, Abuya Uci Turtusi menegaskan bahwa orang yang memiliki ilmu tinggi namun tidak dilandasi rasa cinta kepada Rasulullah ﷺ dinilai tidak ada apa-apanya. Pernyataan ini menyadarkan kita bahwa pencapaian intelektual semata belum cukup untuk mengangkat derajat seseorang di sisi Allah SWT jika kosong dari rasa mahabbah kepada Nabi.

Sebaliknya, terdapat suatu perbandingan yang sangat menarik dalam dawuh tersebut. Seseorang yang ilmunya tidak seberapa, namun memiliki kecintaan yang besar kepada Rasulullah ﷺ, justru dipandang sebagai orang besar. Ungkapan ini menunjukkan betapa besarnya nilai sebuah ketulusan cinta kepada baginda Nabi di hadapan Allah SWT.

Dawuh mulia dari Abuya Uci Turtusi ini berfungsi sebagai pengingat yang sangat berharga. Bahwa hakikat ilmu yang bermanfaat tidak hanya berhenti pada seberapa banyak hafalan atau teori yang diketahui. Ilmu yang benar adalah ilmu yang mampu menumbuhkan dan memperkuat rasa cinta kepada Rasulullah ﷺ.

Ketika seseorang mempelajari suatu ilmu, seharusnya ilmu tersebut mengantarkannya pada pengenalan yang lebih baik terhadap pribadi agung Nabi Muhammad ﷺ. Dari pengenalan inilah akan tumbuh rasa hormat yang mendalam serta kerinduan untuk mengenal sunnah-sunnah beliau lebih dekat lagi dalam keseharian.

Ilmu yang disertai dengan kecintaan kepada Rasulullah ﷺ akan memberikan dampak nyata dalam pembentukan akhlak seseorang. Dorongan cinta tersebut akan secara alami menuntun pemilik ilmu untuk senantiasa menghormati ajaran yang telah dibawa oleh beliau dengan penuh kesadaran.

Tidak hanya berhenti pada rasa hormat, kecintaan yang tumbuh dari ilmu juga akan mendorong seseorang untuk meneladani perilaku Nabi. Setiap langkah dalam kehidupan sehari-hari diusahakan agar senantiasa selaras dengan tuntunan dan teladan mulia yang telah ditinggalkan oleh Rasulullah ﷺ.

Mengikuti ajaran beliau menjadi sebuah kebutuhan bagi siapa saja yang hatinya telah terpaut dengan kecintaan kepada Nabi Muhammad ﷺ. Kepatuhan ini bukan lahir karena keterpaksaan, melainkan pancaran dari rasa cinta yang tulus mendalam di dalam dada.

Oleh karena itu, refleksi dari dawuh Abuya Uci Turtusi ini mengajak setiap penuntut ilmu untuk senantiasa meluruskan niat mereka. Belajar bukan sekadar untuk memperluas wawasan akademis atau memperkaya informasi semata, melainkan sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah melalui cinta kepada Rasul-Nya.

Keseimbangan antara ilmu dan kecintaan kepada Nabi menjadi kunci utama dalam mengarungi kehidupan beragama. Ilmu memberikan panduan tentang benar dan salah, sementara cinta memberikan energi spiritual untuk mengamalkannya dengan penuh keikhlasan dan ketulusan.

Pesan bijak ini sekaligus menjadi koreksi bagi siapa saja yang mungkin terjebak dalam kesombongan intelektual. Kepintaran duniawi tidak akan bernilai tinggi jika terlepas dari akar kecintaan kepada pembawa risalah akhir zaman, Nabi Muhammad ﷺ.

Mari merenungkan kembali kualitas ibadah dan ilmu yang telah kita pelajari selama ini. Sudahkah ilmu tersebut menumbuhkan rasa cinta yang besar kepada Rasulullah ﷺ, atau justru membuat diri kita merasa lebih baik dari orang lain?

Dawuh Abuya Uci Turtusi ini tetap relevan untuk direnungkan kapan pun dan di mana pun. Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang diberikan keberkahan ilmu serta limpahan cinta yang besar kepada Rasulullah ﷺ dalam setiap hela nafas kehidupan.

Foto: Instagram · Sumber gambar

Sumber: Instagram