Menu
Merawat Tradisi, Membangun Peradaban
Ads by Google

Mencari Ridha Allah Saja Menurut Habib Jindan bin Novel

  • Bagikan
Habib Jindan bin Novel bin Jindan

Jangan nyari ridhonya manusia, ntar kamu kecewa. Cari ridhonya Allah aja.

Ads by Google

Pesan tersebut disampaikan oleh Habib Jindan bin Novel bin Jindan sebagai pengingat agar manusia tidak menggantungkan hidup pada penilaian sesama. Sering kali manusia terjebak dalam upaya melelahkan demi mendapatkan pengakuan orang lain.

Kesibukan untuk membuat orang lain merasa senang, menerima, serta mengakui setiap tindakan sering kali mendominasi hari-hari kita. Padahal, usaha untuk mengejar penerimaan sosial tersebut tidak akan pernah menemui titik akhir yang memuaskan.

Karakter manusia yang mudah berubah membuat penilaian mereka pun tidak pernah tetap. Apa yang hari ini mendatangkan pujian, esok hari bisa saja berubah menjadi celaan yang menyakitkan hati.

Melalui dawuh yang disampaikan, kita diajak untuk kembali meluruskan niat dan mengarahkan orientasi hati kepada Sang Pencipta. Tujuan utama dalam setiap langkah seharusnya adalah menggapai keridaan-Nya, bukan sekadar tepuk tangan manusia.

Tentu saja, ajaran ini tidak bermaksud mengajarkan kita untuk mengabaikan perasaan serta hak orang lain dalam kehidupan bermasyarakat. Batasan yang ada tetap harus dijaga dengan baik tanpa harus mengorbankan prinsip kebaikan.

Ads by Google

Jangan sampai keinginan untuk selalu diterima oleh lingkungan sekitar justru membuat kita melanggar nilai-nilai kebenaran. Kebaikan yang kita lakukan harus senantiasa berpijak pada apa yang diridhai oleh Allah subhanahu wata’ala semata.

Ketika seseorang berhasil menempatkan keridaan Allah sebagai prioritas utama, ketenangan batin akan mulai dirasakan. Hati menjadi lebih lapang karena tidak lagi menggantungkan kebahagiaan pada sanjungan yang bersifat sementara.

Dampak positif lainnya adalah kita tidak akan mudah merasa hancur atau terpuruk ketika menghadapi celaan. Penilaian manusia tidak lagi memiliki kuasa penuh untuk merusak kedamaian jiwa yang sedang dibangun.

Prinsip berbuat baik karena Allah menjadi landasan yang kokoh dalam menjalani interaksi sosial sehari-hari. Niat yang lurus akan menyelamatkan pelakunya dari rasa lelah akibat harapan semu terhadap sesama makhluk.

Setiap langkah kebaikan yang dikerjakan dengan kesadaran ketuhanan akan bernilai jauh lebih tulus. Kita tidak lagi membutuhkan tepuk tangan penonton untuk merasa berarti dalam menjalani hari-hari.

Pengingat ini sekaligus menjadi cermin bagi siapa saja yang merasa lelah akibat terlalu memikirkan standar orang lain. Perjalanan hidup akan terasa jauh lebih ringan ketika kita fokus pada apa yang bernilai di hadapan-Nya.

Ads by Google

Mari terus mengevaluasi niat di balik setiap amal kebaikan yang dikerjakan agar senantiasa terjaga kemurniannya. Semoga pengingat hikmah ini mampu menemani langkah kita dalam memperbaiki diri setiap hari.

Foto: Instagram · Sumber gambar

Sumber: Instagram

  • Bagikan