Lewati ke konten utama
TERBARU

Dawuh Gus Baha: Perjuangan Kebaikan dan Kedzaliman

Renungan Gus Baha tentang perjuangan menegakkan kebaikan di tengah risiko dan tantangan hidup, serta perbandingannya dengan jalan kedzaliman.
11 dibaca0 dibagikan3 menit baca
Ilustrasi pengajian dan nasehat kebaikan
QUOTE
“

Kalau kita rela sakit berjuang demi kebaikan, mereka juga berani sakit demi kedzaliman.

Setiap langkah dalam kehidupan manusia selalu diiringi dengan berbagai macam pilihan yang harus diambil dengan penuh kesadaran. Pilihan-pilihan tersebut membawa konsekuensi tersendiri yang harus dihadapi oleh setiap individu. Dalam pandangan yang dibagikan melalui pengajaran ulama, dinamika kehidupan ini sering kali memunculkan keraguan di hati banyak orang.

Keraguan tersebut biasanya muncul ketika seseorang mulai merasa lelah atau takut dalam menghadapi risiko di jalan kebaikan. Tantangan, cibiran, serta berbagai kesulitan kerap kali menjadi batu sandungan yang melemahkan semangat. Padahal, dinamika perjuangan tidak pernah luput dari hambatan, terlepas dari jalan apa yang sedang ditempuh oleh seseorang.

Pesan yang disampaikan memberikan sebuah sudut pandang yang sangat menarik untuk direnungkan secara mendalam oleh setiap pencari kebaikan. Ditegaskan bahwa baik jalan kebaikan maupun jalan keburukan sama-sama memiliki potensi masalah dan pengorbanan. Tidak ada satupun jalan di dunia ini yang sepenuhnya bebas dari rasa sakit atau ujian hidup.

Bahkan, realitas menunjukkan bahwa orang-orang yang memilih jalan kedzaliman pun rela bersusah payah dan menanggung risiko besar. Mereka siap menghadapi berbagai kesulitan demi mempertahankan kepentingan dan tujuan yang mereka yakini. Hal ini membuktikan bahwa rasa sakit dalam berjuang adalah sesuatu yang sifatnya universal bagi siapa saja.

Jika kedua jalan tersebut sama-sama menuntut pengorbanan dan mengharuskan seseorang menghadapi kesulitan, maka pertanyaannya menjadi jauh lebih sederhana. Mengapa seseorang harus memilih jalan yang salah jika kesulitannya sama? Jawabannya tentu terletak pada esensi dan hasil akhir dari perjuangan itu sendiri.

Memilih jalan kebaikan berarti seseorang menempatkan diri pada jalur yang benar di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Meskipun prosesnya melelahkan dan penuh dengan ujian fisik maupun mental, setiap tetes keringat memiliki nilai yang berbeda. Kesulitan yang ditanggung dalam kebaikan akan berbuah manis pada akhirnya.

Sebaliknya, kesulitan yang dialami oleh orang-orang zalim sama sekali tidak mendatangkan keberkahan yang hakiki. Mereka mungkin berkorban dan bersusah payah, tetapi akhir dari perjuangan tersebut adalah kehampaan. Tidak ada ketenangan jiwa yang sejati bagi mereka yang menempuh jalan keburukan dalam hidupnya.

Poin penting dari renungan ini adalah perbedaan mendasar pada buah dari perjuangan masing-masing pihak. Orang yang berjuang menegakkan kebaikan akan mendapatkan ketenangan hati yang luar biasa. Mereka juga dianugerahi keberkahan serta pahala yang tidak akan pernah dirasakan oleh orang zalim.

Oleh karena itu, setiap orang diingatkan agar tidak pernah merasa ragu untuk terus melangkah di jalan kebaikan. Sekalipun jalan tersebut terjal dan penuh dengan tantangan yang menguji kesabaran, hasil akhirnya jauh lebih berharga. Nilai ukhrawi dan kedamaian batin menjadi balasan yang setimpal bagi mereka yang istiqomah.

Pengalaman merasa lelah dalam berjuang adalah hal yang lumrah dialami oleh setiap manusia biasa. Namun, di balik rasa lelah tersebut, selalu ada hikmah besar bagi mereka yang mau merenungkannya. Hikmah inilah yang kemudian menjadi bahan bakar untuk terus melangkah maju tanpa rasa takut.

Semoga pesan dan nasehat bijak ini mampu menguatkan kembali semangat kita dalam menjalani hari-hari. Keteguhan hati untuk terus berada di jalan kebaikan adalah sebuah investasi jangka panjang yang membahagiakan. Mari terus saling menguatkan dalam kebaikan dan kesabaran.

Foto: Instagram · Sumber gambar

Sumber: Instagram