Lewati ke konten utama
TERBARU

Gus Baha: Sekaya Apapun, Manusia Tetap Fakir di Hadapan Allah

Pesan bijak KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) tentang kekayaan materi, sifat lemah manusia di hadapan Allah, dan pentingnya rasa butuh.
12 dibaca0 dibagikan3 menit baca
Ilustrasi pengingat spiritual tentang kekayaan dan kelemahan manusia di hadapan Allah
QUOTE
“

Sekaya apapun kamu, sebanyak apapun uangmu triliunan sekalipun, kamu tetaplah 'fakir' (lemah) di hadapan Allah. Kalau sistem jantungmu tiba-tiba dihentikan-Nya, kamu bisa apa? Teruslah merasa butuh kepada Allah di setiap detak jantungmu KH. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha)

Pesan mendalam tersebut disampaikan oleh KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha dalam sebuah kesempatan pengajian. Beliau mengingatkan manusia agar tidak tertipu oleh kepemilikan harta benda duniawi yang sifatnya sementara. Berapa pun jumlah kekayaan yang berhasil dikumpulkan oleh seseorang, nilainya tetap tidak ada apa-apanya di hadapan kekuasaan Sang Pencipta.

Harta berlimpah hingga mencapai nominal triliunan rupiah tidak akan mampu menjamin keselamatan mutlak bagi pemiliknya. Ketika Sang Maha Kuasa berkehendak atas segala sesuatu, seluruh aset dan kekayaan tersebut kehilangan fungsi seketika. Manusia sering kali lupa diri ketika memegang kendali atas materi dunia, padahal posisi hamba tetaplah berada dalam kelemahan mutlak.

Refleksi sederhana yang diajarkan oleh Gus Baha ini berpusat pada kendali fungsi tubuh yang paling mendasar, yakni detak jantung manusia. Jantung bekerja secara otomatis tanpa henti mengalirkan kehidupan ke seluruh tubuh atas izin Allah SWT. Tidak ada satu pun teknologi atau kekayaan harta dunia yang sanggup menggantikan atau menghidupkan kembali sistem organ vital tersebut jika sudah dihentikan oleh-Nya.

Kesadaran diri sebagai makhluk yang lemah inilah yang seharusnya senantiasa dipelihara dalam relung hati setiap orang beriman. Uang, jabatan, dan kedudukan tinggi kerap membuat seseorang merasa mandiri serta tidak membutuhkan pertolongan pihak lain. Padahal, hakikat eksistensi manusia di muka bumi ini sepenuhnya bergantung pada belas kasih dan pemeliharaan Tuhan Yang Maha Esa.

Sikap merasa tidak butuh kepada Allah adalah awal mula dari kebinasaan spiritual yang kerap melanda manusia modern hari ini. Ketika seseorang merasa bahwa kerja keras dan kecerdasannya sendiri yang menghasilkan seluruh pencapaian materi, ia mulai mengabaikan peran Sang Pencipta. Padahal, kemampuan untuk berpikir dan berupaya itu sendiri merupakan anugerah yang sewaktu-waktu bisa dicabut kembali.

Oleh karena itu, nasihat dari pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA Rembang ini menjadi pengingat yang sangat penting bagi siapa saja. Agar senantiasa merendahkan hati di hadapan Allah, terlepas dari seberapa tinggi status sosial atau seberapa tebal dompet yang dimiliki. Kekayaan finansial tidak memberikan kekebalan terhadap kematian maupun takdir ketentuan ilahi.

Rasa butuh kepada Allah harus dihadirkan dalam setiap tarikan napas dan detak jantung yang masih berdenyut di dalam dada. Kesadaran ini akan melahirkan sikap tawadu, menjauhkan sifat sombong, serta mengikis penyakit hati yang merasa paling berkuasa. Manusia diajak untuk senantiasa menyadari keterbatasan diri secara jujur dan terbuka tanpa ada rasa gengsi.

Pengingat dari ulama kharismatik asal Kragan, Rembang, ini tidak sekadar membahas tentang harta, melainkan tentang hakikat hubungan hamba dan Tuhannya. Hubungan yang dilandasi oleh kepasrahan total, pengakuan atas ketidakberdayaan, serta kepatuhan mutlak terhadap aturan Sang Maha Pengasih. Tanpa sandaran kepada Allah, manusia hanyalah makhluk yang rapuh dan mudah sekali terombang-ambing.

Melalui pesan singkat yang sarat makna ini, Gus Baha kembali menuntun umat Islam untuk kembali pada esensi tauhid yang murni. Bahwa kemuliaan seseorang di sisi Allah bukanlah ditentukan oleh seberapa banyak harta yang disimpan di bank, melainkan seberapa dalam rasa butuhnya kepada Sang Khaliq. Mari terus merenungkan setiap detak jantung sebagai titipan berharga yang membutuhkan izin Allah untuk terus berdenyut.

Foto: Instagram · Sumber gambar

Sumber: Instagram