Sultan Agung Hanyakrokusumo dikenal luas sebagai salah satu penguasa terbesar dalam sejarah Kesultanan Mataram Islam. Kepemimpinannya tidak hanya dikenang karena kekuatan militer dan strategi diplomasinya, tetapi juga karena fondasi kebudayaan nusantara yang ia bangun dengan cermat.
Sebagai seorang pemimpin, Sultan Agung berhasil menyatukan sebagian besar wilayah Jawa di bawah panji kekuasaannya. Ambisi politik dan pertahanan teritorialnya bahkan membawanya mengambil langkah berani dengan menggempur benteng pertahanan Batavia.
Namun, kebesaran Sultan Agung tidak berhenti pada urusan taktik perang dan perluasan wilayah kekuasaan semata. Ia juga merupakan seorang visioner yang memprakarsai lahirnya sistem penanggalan yang dikenal sebagai Kalender Jawa, memadukan perhitungan waktu lokal dengan Islam.
Dalam bidang kebudayaan dan intelektual, sang penguasa juga meninggalkan warisan yang sangat berharga bagi peradaban. Sultan Agung melahirkan berbagai karya sastra adiluhung, salah satunya adalah karya monumental yang diberi judul Sastra Gendhing.
Sisi lain dari kepribadian pemimpin besar ini yang jarang terekspos dalam catatan sejarah umum adalah kedalaman spiritualnya. Perjalanan batin Sang Sultan senantiasa diabdikan untuk mencari kedekatan diri sepenuhnya kepada Allah SWT melalui laku batin tertentu.
Kini, sisi spiritualitas dan amalan Sang Raja Mataram tersebut diabadikan dalam bentuk karya tulis yang segera hadir di tengah pembaca. Buku terbaru yang mengupas sisi batiniah ini diberi judul “Suluk Sultan Agung”.
Buku tersebut merupakan hasil karya tulis dari Achmad Maulana Maghribi dan akan segera diterbitkan melalui Penerbit Dawuh Guru. Kehadiran buku ini diharapkan mampu memberikan wawasan baru mengenai kehidupan batin sang penguasa.
Di dalam lembaran kitab tersebut, pembaca akan disajikan berbagai catatan penting mengenai wirid dan doa yang diamalkan oleh Sang Sultan. Seluruh materi di dalamnya berfokus pada perjalanan spiritual Sultan Agung menuju kedekatan kepada Allah SWT.
Penerbitan karya ini menjadi momentum penting bagi masyarakat yang ingin memahami figur sejarah tidak hanya dari sudut pandang politik saja. Sifat kepemimpinan yang berpadu dengan kedekatan spiritual menjadi teladan yang menarik untuk dipelajari.
Bagi para pemerhati sejarah dan kebudayaan nusantara, buku ini tentu menjadi salah satu referensi bacaan yang sangat dinantikan. Informasi lebih lanjut mengenai pemesanan dan ketersediaan buku dapat diakses langsung melalui situs resmi penerbit.
Melalui karya tulis ini, jejak langkah dan laku rohani Sang Penguasa Mataram Islam dapat terus dikenang oleh generasi-generasi selanjutnya. Warisan leluhur berupa ajaran dan wirid tersebut kini bisa dibaca dan dipelajari kembali secara lebih mendalam.
Kombinasi antara ketangguhan seorang raja di medan laga dan kelembutan jiwa dalam mendekatkan diri kepada Sang Pencipta menjadi inti dari narasi buku ini. Buku Suluk Sultan Agung melengkapi catatan sejarah tentang figur pemimpin besar nusantara.
Foto: Instagram · Sumber gambar
Sumber: Instagram







