Sebuah karya terbaru segera hadir untuk memperkaya khazanah keislaman dan kebudayaan Nusantara. Kitab ini memuat berbagai susunan wirid, doa, serta kumpulan ayat suci Al-Qur’an. Kehadirannya menjadi jembatan penting antara nilai-nilai Al-Qur’an dan warisan intelektual lokal.
Di dalam kitab tersebut, pembaca dapat menemukan rangkaian surah pilihan yang akrab dalam ibadah harian. Beberapa di antaranya meliputi Surah Al-Fatihah, Al-Baqarah, dan Al-‘Alaa. Selain itu, terdapat pula Surah Yasin serta Asmaul Husna.
Seluruh materi di dalam kitab ini tidak disusun secara sembarangan. Susunan wirid dan doa tersebut dirumuskan berdasarkan struktur naskah Serat Sastra Gendhing. Pendekatan ini menunjukkan kedalaman integrasi budaya dan nilai-nilai keagamaan.
Struktur naskah yang digunakan mencakup beberapa bagian tembang tradisional yang sangat dikenal. Bagian-bagian tersebut meliputi Sinom, Asmarandana, dan Dandanggula. Tidak ketinggalan pula bagian Pangkur dan Durma yang turut menjadi landasan perumusan.
Karya ini pada hakikatnya menggambarkan sebuah perjalanan spiritual yang mendalam. Perjalanan suluk tersebut ditempuh oleh Sultan Agung. Tujuannya adalah untuk senantiasa mencapai kedekatan kepada Allah Swt.
Sebagai sebuah panduan, kitab ini difungsikan sebagai sarana dzikrullah. Melalui amalan yang termuat di dalamnya, pembaca diajak untuk senantiasa mengingat Sang Pencipta dalam setiap langkah kehidupan. Hal ini juga menjadi wujud nyata dari upaya mendekatkan hati kepada Allah Swt.
Selain sebagai sarana dzikir, karya ini juga menjadi sarana taqrib al-qolbu. Istilah ini merujuk pada upaya mendekatkan hati agar senantiasa tenteram dan terhubung dengan Sang Khaliq. Nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya sangat relevan bagi pencari kedamaian batin.
Lebih dari sekadar kumpulan doa, kitab ini berdiri sebagai jembatan penting. Jembatan tersebut menghubungkan antara ajaran murni Al-Qur’an dengan kekayaan warisan intelektual Nusantara. Perpaduan ini memperlihatkan bagaimana tradisi lokal dapat beriringan dengan ajaran Islam.
Penerbit Dawuh Guru mempersiapkan peluncuran karya ini untuk para pencinta ilmu dan tradisi. Kehadirannya tentu sangat dinantikan oleh masyarakat luas yang ingin mendalami aspek spiritualitas. Terlebih lagi bagi mereka yang tertarik dengan pemikiran dan laku spiritual Sultan Agung.
Proses perumusan kitab ini mencerminkan ketelitian dalam menggali warisan masa lalu. Naskah Serat Sastra Gendhing diterjemahkan ke dalam bentuk susunan wirid dan doa yang aplikatif. Hal ini memudahkan pembaca untuk mengamalkannya dalam keseharian.
Perjalanan suluk yang ditempuh oleh Sultan Agung melalui karya ini patut untuk direnungkan. Setiap bait dan struktur naskah menyimpan makna filosofis yang mendalam. Makna tersebut kini dapat diakses lebih dekat melalui kitab yang segera terbit ini.
Kandungan ayat Al-Qur’an yang disematkan semakin memperkuat nilai keimanan di dalamnya. Kombinasi antara ayat suci dan wirid pilihan memberikan pengalaman batin tersendiri. Pembaca diajak untuk menyelami kedalaman makna dzikrullah secara lebih komprehensif.
Bagi dunia literasi keislaman Nusantara, kehadiran kitab ini menambah daftar panjang karya penting. Warisan intelektual para tokoh besar masa lalu terus dijaga kelestariannya. Upaya ini memastikan bahwa nilai-nilai luhur tidak lekang oleh zaman.
Masyarakat yang menantikan karya ini dapat bersiap-siap menyambut peluncurannya. Informasi lebih lanjut mengenai penerbitan kitab ini disampaikan langsung melalui kanal resmi penerbit. Mari nantikan kehadiran karya yang memadukan spiritualitas Islam dan kearifan Nusantara ini.
Foto: Instagram · Sumber gambar
Sumber: Instagram





