TERBARU
Quote

Pesan KH Maimoen Zubair Mulai Usaha Bulan Oktober

Simak pesan KH Maimoen Zubair mengenai awal bulan Oktober sebagai waktu yang tepat untuk mulai berusaha dan mencari kemajuan.
12 dibaca0 dibagikan3 menit baca
Ilustrasi kalender bulan Oktober dan pergerakan matahari
Foto: F. Montenegro-Montes/ESO/APEX (MPIfR/ESO/OSO) · BY

KH Maimoen Zubair pernah menyampaikan pesan penting mengenai waktu yang baik untuk memulai sebuah usaha dan mencari kemajuan dalam hidup. Pesan tersebut berkaitan erat dengan pergantian musim serta perputaran benda langit yang menjadi pedoman hidup manusia sejak dahulu. Penjelasan ini memberikan sudut pandang yang mendalam bagi siapa saja yang ingin memperbaiki kondisi ekonominya.

Menurut pandangan beliau, segala bentuk usaha apa pun untuk mencari kemajuan sebaiknya dimulai pada bulan Oktober. Anjuran ini didasarkan pada pemahaman mendalam terhadap siklus alam yang terjadi setiap tahunnya. Bulan kesepuluh dalam masehi ini memiliki makna tersendiri dalam pembagian musim yang berlaku.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa bulan Oktober diidentikkan dengan musim dingin atau yang disebut sebagai syita. Istilah ini merujuk pada salah satu musim dalam tradisi masyarakat Arab kuno yang berkaitan erat dengan aktivitas perdagangan dan mobilitas ekonomi. Musim tersebut menjadi bagian dari siklus kehidupan yang penting.

Penjelasan tersebut merujuk pada ungkapan ‘rihlatasy-syita’i was-saif’ yang akrab dalam sejarah peradaban. Ungkapan ini menggambarkan perjalanan musim dingin dan musim panas yang menjadi siklus rutin kehidupan manusia dalam mencari penghidupan. Aktivitas ekonomi manusia selalu berdampingan dengan perubahan musim di bumi.

Dalam penjelasan yang sama, KH Maimoen Zubair menguraikan makna di balik musim dingin tersebut. Beliau menyatakan bahwa musim syita secara astronomis atau geografis berkaitan dengan posisi matahari yang berada di sebelah selatan garis khatulistiwa. Posisi matahari ini membawa pengaruh terhadap perubahan musim di berbagai belahan bumi.

Perubahan posisi matahari ke belahan bumi selatan menandai dimulainya bulan Oktober. Peristiwa alam ini menjadi tanda pergantian musim yang diamati secara cermat oleh para leluhur dan ulama. Pengetahuan tentang alam ini kemudian dihubungkan dengan etos kerja manusia.

Keterangan mengenai posisi matahari di selatan khatulistiwa ini menjadi dasar dari argumen beliau. Alam memberikan tanda-tanda tertentu yang bisa dijadikan pedoman dalam menentukan langkah, termasuk dalam urusan pekerjaan dan pencaharian. Setiap musim memiliki karakteristiknya masing-masing.

Melalui penjelasan ini, bulan Oktober diposisikan sebagai momen yang tepat untuk mulai bekerja mencari pencaharian. Semangat baru dalam bekerja dihubungkan dengan awal musim dingin tersebut. Dorongan untuk maju harus diiringi dengan ketepatan membaca situasi.

Nasihat dari ulama kharismatik ini mengajak setiap individu untuk tidak ragu dalam memulai usaha. Kemajuan hidup tidak akan datang dengan sendirinya tanpa ada upaya nyata yang dimulai pada waktu yang tepat. Bulan Oktober menjadi salah satu pilihan waktu yang disarankan.

Pemahaman mengenai keterkaitan antara usaha dan pergerakan matahari menunjukkan luasnya ilmu para ulama. Mereka mampu menghubungkan fenomena alam dengan motivasi spiritual dan sosial bagi umat manusia. Hal ini memperkaya cara pandang dalam mencari rezeki.

Pesan ini terus dikenang oleh masyarakat luas, terutama para santri dan pengikut beliau. Nasihat sederhana namun sarat makna ini menjadi pegangan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Berusaha dan bekerja keras adalah bagian dari ikhtiar manusia di muka bumi.

Dengan mengawali usaha di bulan Oktober, seseorang diharapkan memiliki semangat baru untuk mencapai kemajuan. Perencanaan yang matang serta dimulainya suatu tindakan pada waktu yang tepat menjadi kunci dalam meraih hasil yang diinginkan. Petunjuk dari para guru senantiasa menerangi langkah kehidupan.

Foto: F. Montenegro-Montes/ESO/APEX (MPIfR/ESO/OSO) · BY · Sumber gambar

Sumber: Instagram