Di era yang serba cepat ini, banyak orang yang dengan mudah menyerahkan hatinya hanya karena perhatian manis, pesan yang dikirim setiap hari, atau janji-janji yang belum tentu terbukti. Menanggapi hal tersebut, Ning Biyati Ahwarumi memberikan pesan mendalam agar setiap orang lebih bijak dalam menjaga perasaan.
“Jangan mudah memberikan hatimu kepada seseorang, sebelum dia berucap: ‘Saya Terima Nikahnya …'” tutur Ning Biyati Ahwarumi. Pesan ini menjadi pengingat bahwa hati adalah sesuatu yang sangat berharga, sehingga tidak sepatutnya diberikan kepada orang yang belum menunjukkan keseriusan nyata.
Menurutnya, ucapan “Saya terima nikahnya” merupakan tanda komitmen yang sesungguhnya. Kalimat tersebut bukan sekadar kata-kata manis di awal pendekatan, melainkan sebuah bentuk kesiapan untuk bertanggung jawab secara penuh di hadapan Allah.
Pesan ini disampaikan bukan untuk menumbuhkan rasa curiga kepada semua orang, melainkan sebagai ajakan agar kita lebih bijak dalam menjaga hati hingga adanya ikatan yang jelas dan halal. Dengan menjaga hati, seseorang akan merasa lebih tenang, terhindar dari luka akibat harapan yang menggantung, serta lebih siap menyambut orang yang tepat di waktu yang tepat.
Oleh karena itu, langkah terbaik yang bisa dilakukan adalah terus berikhtiar memperbaiki diri. Biarkan Allah yang nantinya mempertemukan dengan sosok yang serius untuk menjaga dan menghalalkan hubungan.
Sumber: Instagram







