Opini  

Menelisik Sejarah Kota Bumi Wali (Tuban) di Jawa Timur


Notice: Trying to get property 'post_excerpt' of non-object in /home/dawuhgur/domains/dawuhguru.co.id/public_html/wp-content/themes/wpberita/template-parts/content-single.php on line 98

Oleh: Ahmad Fauzi

Nama “Tuban” merupakan singkatan dari kata Metu Banyu (dari bahasa jawa), kata tersebut dinobatkan oleh Raden Arya Dandang Wacana, ia adalah seorang adipati atau kesatria dari daerah tersebut. pada abad ke-11 sampai abad ke-15 dalam berita dari penulis cina, tuban disebut sebagai salah satu kota yang memiliki pelabuhan yang dijadikan sebagai salah satu pelabuhan utama yang terletak diutara pulau jawa yang kaya dan banyak penduduk asli cina karena di pelabuhan tersebut dijadikan sebagai salah satu tempat bersandarnya kapal dari Negara cina. Orang cina menyebut Tuban dengan nama Duban atau nama lainya Chumin. Tak hanya dijadikan sebagai pangkalan bersandarnya kapal dari Negara cina saja dalam rangka menyukseskan misinya dalam bidang perdagangan. Pelabuhan dituban ini juga dijadikan oleh para pedagang dari Negara islam dan dari pulau-pulau lain yang ada di Indonesia untuk menjalankan misi nya, yakni berusaha menyebarkan ajaran islam yang telah ia bawa.

Sama halnya dengan kota-kota lain di jawa, pada umumnya sumber sejarah kota tuban ini sangat sulit diperoleh. Namun ada salah satu tulisan yang berjudul “Serat Babad Tuban” yang ditulis oleh Tan Khoen Swie (1936)”, kemudian diteliti oleh H.J de Graaf, ia menyebutkan tulisan ini sebagai salah stu sumber sejarah tuban. Isi dari buku tersebut lebih memuat tentang masalah system pemerintahan sampai system pergantian penguasa di tuban, namun yang paling disayangkan oleh J. J de Graff disini bentuk fisik kotanya hamper tidak disinggung sama sekali oleh sang penulis.

Dari segi geografisnya tuban memiliki luas wilayah 1.904,70 km2 dengan jumlah penduduk sebanyak 1.198.012 jiwa yang tersebar diseluruh wilayahnya, hal tersebut terlansir dari sensus penduduk pada tahun 2020. Wilayah kabupaten tuban memiliki letak yang bisa dibilang strategis, yakni berada diperbatasan provinsi jawa timur dan jawa tengah.

Baca Juga  Hari Santri 2022, Menjaga Martabat Kemanusiaan

Alasan Pemberian Slogan Tuban Bumi Wali

Kita masuk ke tema, mengapa Tuban mendapat julukan “Bumi Wali (The Spirit of Harmony)” ?, Dilansir dari portal berita online (Jawa Pos.com), julukan atau slogan Tuban Bumi Wali ini dicetuskan oleh salah satu Bupati Tuban yang bernama  bapak Fathul Huda, dengan alasan di bumi Tuban banyak bertebaran makam aulia dan juga memiliki jejak sejarah wali penyebar ajaran islam. Salah satunya Sunan Kalijaga yang merupakan putra dari bupati Tuban Tumenggung wilatikta. Tidak hanya itu, Kabupaten Tuban juga termasuk pusat penyebaran ajaran islam yang di bawah oleh wali-wali Allah S.W.T. salah satunya adalah Sunan Bonang yang dimakamkan di kelurahan Kutorejo, kabupaten Tuban. Yang bertepatan disebelah barat masjid agung Tuban. Tidak hanya Sunan Bonang, masih banyak wali-wali Allah juga yang dimakamkan di kabupaten Tuban, seperti: Syekh Maulana Ibrahim Asmoro Qondi (Gresikharjo kecamatan Palang), kanjeng Syekh Ashomadiyah, Syekh Sunan Mbejagung, Kiai Muhammad Nur, Syekh Maulana Ishak Magribi,Habib Abdul Qadir bin Alwy Assegaf dan masih banyak yang lain makam para wali yang di makamkan di bumi Tuban.

Salah satu alasan lain mengapa di Kabupaten Tuban merupakan pusat penyebaran agama islam di jawa?. Alasannya, karena di Tuban terdapat salah satu pelabuhan terbesar di jawa pada mas itu, sehingga sangat memungkinkan para pedagang dari Negara lain termasuk dari Negara islam (Arab) dan dari pulau lain bersandar untuk menjual dagangannya dipulau jawa, tak hanya berdagang para cendekiawan muslim dari pulau lain juga menyebarkan agama ajaran agama islam ditanah jawa, dimana populasi penduduk di pulau jawa sangatlah jauh lebih banyak dari pulau-pulau lain yang ada di Indonesia.

Baca Juga  Maulid Diba' : Senjata Pemersatu Emak Berdaster

Tidak hanya Istilah tersebut saja yang dimiliki oleh Kabupaten Tuban, Banyak Julukan lain yang diberikan antara lain:

Kota Seribu Goa

Julukan tersebut diberikan kepada kabupaten Tuban dengan alaan, karena Tuban memiliki banyak Goa dikarenakan dari faktor Geografis tuban yang berada di rangkaian pegunungan kapur Utara. Goa-Goa tersebut adalah Goa Akbar yang berada di desa Gedongpombo (semanding), Goa Ngerong di Rengel, Goa Ashabul Kahfi di Gedongombo (semanding), Goa Suci di Leran (Palang) dan masih banyak lagi.

The Mid-East of Java

Istilah ini diartikan karena letak geografis Tuban yang berada diperbatasan antara Jawa Timur dan Jawa Tengah. Ada juga pendapat lain yang mengartikan karena Tuban adalah Kota yang bernuansa Islami.

Bumi Ronggolawe

Istilah Ronggolawe ini diambil dari tokoh legendaris asli tuban yang bernama Ronggolawe yang dikenal karena keberanianya dalam memberontak aturan-aturan dari penguasa yang ia anggap tidak benar. Dan masih banyak lagi sebutan-sebutan lain yang disandang oleh kota yang ada di Jawa Timur ini.

Sumber Rujukan:

https://regional.kompas.com/

Tinggalkan Balasan