Dawuhguru.co.id | Yogyakarta | Dakwah Gus Miftah di Klub malam menuai banyak komentar, ada yang memuji ada pula yang mencibir. Diantara pujian dan cibiran itu adalah sebagai berikut:
Ustadz Abdul Somad, Lc. MA
“Innamal A’malu Binniyah, kalau ada orang tak baik diajak melakukan kebaikan itu merupakan suatu amal shalih. Yang tak berjilbab diajak berjilbab, yang tak membaca shalawat diajak membaca shalawat itu baik, kesimpulannya adalah mengajak yang tak baik menjadi baik itu baik, tetapi kalau di tempat maksiyat berniat mengejek sholawat, ayat al-Qur’an, laknat Allah yang akan turun menyiksa, kita serahkan kepada Allah mudah-mudahan sesuai dengan niatnya.”
Zainut Tauhid Sa’adi (Wakil Ketua Umum MUI)
“Dakwah di tempat seperti itu nilainya lebih mulia, daripada dakwah tapi isi dakwahnya penuh dengan ujaran kebencian.”
Abdul Mu’ti (Sekretaris Umum Muhammadiyah)
“Menurut saya dakwah di tempat tersebut lebih banyak mudarat dibandingkan dengan manfaat.”
Robikin Emhas
“Saya berharap bahwa: Marilah kita beri kesempatan orang yang mengajak orang lain untuk berbuat baik, kapanpun dan dimanapun tempatnya, idealnya memang waktu dan tempat itu semestinya di tempat yang diharapkan oleh semua pihak. Tetapi kehidupan ini tidak selalu berjalan seperti yang diidealkan, ada realitas-realitas sosial, realitas ekonomi bahkan realitas politik yang tidak memungkinkan kehidupan yang ideal itu terjadi.
Dalam keadaan itu, pertanyaannya adalah “apakah kita boleh membiarkan orang yang hendak berjalan ke arah barat; ka’bah tapi ia tidak tau jalannya, sementara ada orang menjemput dan menuntun malah dicibir dan diolok-olok.
Ada suatu ayat dalam al-Qur’an yang bunyinya seperti ini:
ٱدۡعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلۡحِكۡمَةِ وَٱلۡمَوۡعِظَةِ ٱلۡحَسَنَةِۖ وَجَٰدِلۡهُم بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ وَهُوَ أَعۡلَمُ بِٱلۡمُهۡتَدِينَ ١٢٥
Artinya: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”
Ayat ini mengatakan, ajaklah kepada Tuhan, dengan lemah lembut, apabila terpaksa harus diskusi atau dialog atau berdebat, lakukanlah dengan bai pula, sesungguhnya hanya Allah yang tahu mana yang berada dalam kesesatan, hanya Allah pula yang lebih tahu mana hambanya yang berada dalam jalan petunjuk Tuhan.
Konkritnya adalah yang sedang di masjid atau di kantor, yang mendengar adzan dikumandangkan langsung segera menuju ke masjid belum tentu di mata tuhan dia sedang dalam “Bil Muhtadin” (jalan yang penuh hidayah). Sebaliknya di tempat lain belum tentu saat itu dia berada di dalam kegelapan, karena yang berhak menentukan itu hanya Allah.
Inilah sebenarnya peringatan untuk kita semua agar tidak mudah menjustmen, tidak mudah menghakimi, mengadili dan membangun persepsi, menciptakan opini yang buruk. Contoh sangat kecil adalah adab kepada Tuhan, hal ini telah dicontohkan Rasulullah SAW, beliau selalu mengenakan pakaian terbaiknya manakala mendirikan shalat. Itu contoh adab yang diajarkan Rasulullah, apakah kita sudah bisa menirunya? Sementara saat bertemu dengan pejabat kita selalu ingin tampil hebat sempurna dan menawan, tapi saat bersujud menghadap tuhan, kita hanya memakai pakaian seadanya. Jangan mudah menghakimi, marilah kita berkaca pada diri sendiri.!”
Pertama saya menyampaikan terimakasih kepada Gus Miftah atas keistiqomahannya melakukan dakwah di zona yang lain dalam kehidupan yang luas ini, yang selama ini sebagian orang mengatakan bahwa hal itu tidak lazim. Sekali lagi “I Love You.”
Yang kedua, saya mengucapkan terimakasih secara khusus kepada pengelola lokalisasi atau dunia malam dan segenap steak holder yang lain yang sudah memberikan akses bagi Gus Miftah untuk memperkenalkan sifat Rahman-Rahim dan Maha Ampunan nya Tuhan kepada siapapun yang berada di dunia Malam. Saya kira hal itu merupakan sesuatu yang sangat berharga bahkan bermakna, insya Allah bukan hanya untuk Gus Miftah juga bukan hanya untuk teman-teman di kehidupan lain, tetapi di mata Allah juga bermakna. (Dalam Video me Tube Id – I News)
Pencarian Terkait Gus Miftah
