Quote Sujiwo Tejo tentang Tuhan, Cinta dan Kejutan

Quote Sujiwo Tejo
sumber : ponokawan reborn

“Jatuh hati tidak pernah bisa memilih. Tuhan yang memilihkan. Kita hanyalah korban. Kecewa adalah konsekuensi. Bahagia adalah bonus.”

Sujiwo Tejo

Tuhan, Cinta, dan Kejutan: Melihat Jatuh Hati sebagai Sebuah Takdir

Cinta adalah salah satu perasaan paling kompleks dan misterius yang dialami manusia. Sujiwo Tejo, dengan bijaksananya, menyoroti betapa jatuh hati adalah sesuatu yang di luar kendali kita. Dalam kutipannya, ia menyatakan bahwa jatuh hati tidak pernah bisa memilih. Tuhan yang memilihkan. Kita hanyalah korban. Kecewa adalah konsekuensi. Bahagia adalah bonus. Kutipan ini mengandung pemahaman mendalam tentang dinamika cinta dan bagaimana manusia menghadapinya.

Jatuh hati sering kali datang tanpa peringatan. Ia bisa hadir di tengah-tengah keramaian atau dalam keheningan malam. Perasaan ini muncul dari dalam, menarik hati kita kepada seseorang yang mungkin tidak pernah kita duga. Dalam banyak hal, cinta seperti ini adalah misteri. Kita tidak bisa merencanakan kepada siapa kita akan jatuh cinta, dan tidak ada jaminan bahwa cinta itu akan berbalas. Ini karena cinta, pada hakikatnya, adalah bagian dari takdir yang ditetapkan oleh Tuhan. Ia memilihkan kepada siapa hati kita akan tertambat, dan kita hanya bisa mengikuti alur yang telah ditetapkan.

Ketika jatuh hati, kita sering merasa menjadi korban dari perasaan kita sendiri. Ini karena kita tidak memiliki kendali atas kapan, bagaimana, dan kepada siapa perasaan itu muncul. Kita hanya bisa merasakannya, dan perasaan itu bisa begitu kuat hingga mengubah cara pandang kita terhadap dunia. Rasa menjadi korban ini bukan dalam arti negatif, tetapi lebih kepada kenyataan bahwa kita tidak bisa menghindari atau mengubahnya. Cinta hadir dengan segala kebahagiaan dan penderitaannya, dan kita hanya bisa menerima dan menghadapinya.

Kecewa adalah konsekuensi yang sering kali datang bersama dengan cinta. Ketika jatuh hati, harapan dan ekspektasi mulai terbentuk. Kita berharap bahwa orang yang kita cintai akan merasakan hal yang sama, bahwa mereka akan membalas perasaan kita dengan cinta yang setara. Namun, kenyataan tidak selalu seindah harapan. Terkadang, cinta kita bertepuk sebelah tangan. Terkadang, orang yang kita cintai tidak bisa bersama kita karena berbagai alasan. Kekecewaan ini adalah bagian dari perjalanan cinta. Ini adalah risiko yang harus kita terima ketika kita membiarkan hati kita terbuka.

Namun, di balik setiap kekecewaan, ada pelajaran berharga yang bisa kita ambil. Kekecewaan mengajarkan kita tentang ketabahan, kesabaran, dan kerendahan hati. Ia mengingatkan kita bahwa tidak semua hal dalam hidup bisa berjalan sesuai dengan keinginan kita, dan bahwa ada kekuatan yang lebih besar yang mengatur segalanya. Dalam menghadapi kekecewaan, kita belajar untuk menjadi lebih kuat, lebih bijaksana, dan lebih memahami diri sendiri dan orang lain.

Bahagia adalah bonus dalam perjalanan cinta. Ketika cinta kita diterima dan dibalas dengan cinta yang sama, kebahagiaan yang kita rasakan adalah hadiah yang tak ternilai. Kebahagiaan ini adalah bukti bahwa cinta bisa membawa kegembiraan dan kedamaian yang luar biasa dalam hidup kita. Namun, Sujiwo Tejo mengingatkan kita bahwa kebahagiaan ini adalah bonus, bukan sesuatu yang bisa kita anggap sebagai jaminan. Ini adalah anugerah yang harus kita syukuri dan hargai setiap saat.

Cinta yang membawa kebahagiaan mengajarkan kita tentang keindahan berbagi hidup dengan orang lain. Ia mengajarkan kita tentang pengorbanan, kerjasama, dan saling menghargai. Kebahagiaan dalam cinta juga membawa kita lebih dekat kepada Tuhan, karena kita menyadari bahwa semua kebahagiaan ini adalah pemberian dari-Nya. Ia memberikan cinta sebagai cara untuk kita memahami makna kasih sayang dan keindahan dalam hidup.

Namun, penting untuk diingat bahwa cinta bukanlah tujuan akhir. Cinta adalah perjalanan yang penuh dengan liku-liku, dan kebahagiaan maupun kekecewaan adalah bagian dari perjalanan itu. Yang penting adalah bagaimana kita menghadapi setiap fase dalam perjalanan tersebut. Apakah kita menerima kekecewaan dengan lapang dada dan belajar darinya? Apakah kita merayakan kebahagiaan dengan rasa syukur dan tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang sudah seharusnya?

Melalui pandangan ini, kita belajar bahwa cinta adalah sebuah anugerah yang harus kita terima dengan segala konsekuensinya. Tuhan memilihkan kepada siapa kita jatuh cinta, dan kita hanya bisa menjalani takdir tersebut dengan hati yang terbuka. Kita adalah peserta dalam permainan cinta yang diatur oleh Tuhan, dan setiap langkah dalam permainan ini membawa kita lebih dekat kepada pemahaman tentang diri kita sendiri dan tentang cinta itu sendiri.

Pada akhirnya, cinta mengajarkan kita tentang makna hidup yang sebenarnya. Ia mengajarkan kita untuk menerima ketidakpastian, untuk bersabar dalam penantian, dan untuk bersyukur atas setiap momen kebahagiaan. Cinta juga mengajarkan kita tentang kekuatan dari hubungan manusia, tentang bagaimana kita bisa saling mendukung dan saling menginspirasi. Melalui cinta, kita menemukan makna yang lebih dalam dari keberadaan kita dan hubungan kita dengan Tuhan.

Dalam kesimpulannya, kutipan Sujiwo Tejo mengajak kita untuk merenungkan tentang bagaimana cinta dan takdir bekerja dalam hidup kita. Kita tidak bisa memilih kepada siapa kita jatuh cinta, karena itu adalah pilihan Tuhan. Kita hanya bisa menerima dan menjalani perasaan itu dengan segala kekecewaan dan kebahagiaannya. Melalui proses ini, kita belajar untuk menjadi lebih kuat, lebih bijaksana, dan lebih menghargai setiap momen dalam hidup kita.

Cinta adalah salah satu pengalaman paling mendalam yang bisa dialami manusia. Dengan memahami dan menerima bahwa jatuh hati adalah bagian dari takdir yang ditetapkan oleh Tuhan, kita bisa menjalani perjalanan cinta dengan hati yang lebih tenang dan penuh rasa syukur. Kecewa adalah konsekuensi yang harus kita hadapi dengan keberanian, dan bahagia adalah bonus yang harus kita syukuri dengan penuh kegembiraan. Melalui cinta, kita menemukan makna yang lebih dalam dari hidup kita dan hubungan kita dengan Tuhan.

Baca Juga  Dawuh Gus Baha' tentang Menyaksikan Kebesaran Allah