Dawuh Mbah Moen tentang Kesabaran dalam Mengajar

Dawuh Mbah Moen
sumber : google

“Ketika melihat murid-murid yang menjengkelkan dan melelahkan, terkadang hati diuji kesabarannya. Namun hadirkanlah gambaran bahwa di antara satu dari mereka kelak akan menarik tangan kita menuju surga.”

KH. Maimun Zubair

Kesabaran dalam Mengajar: Menyadari Potensi Surga dalam Setiap Murid

KH. Maimun Zubair, seorang ulama yang penuh kebijaksanaan, menyampaikan sebuah nasihat yang mendalam: “Ketika melihat murid-murid yang menjengkelkan dan melelahkan, terkadang hati diuji kesabarannya. Namun hadirkanlah gambaran bahwa di antara satu dari mereka kelak akan menarik tangan kita menuju surga.” Pesan ini, meskipun singkat, mengandung makna yang sangat dalam bagi para pendidik dan pengajar dalam menghadapi tantangan sehari-hari.

Mengajar adalah profesi yang mulia dan penuh tanggung jawab. Setiap guru atau pendidik memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan masa depan murid-muridnya. Namun, tugas ini tidak selalu mudah. Terkadang, ada murid yang sulit diatur, nakal, atau tidak menunjukkan minat dalam belajar. Situasi ini bisa menjadi ujian kesabaran bagi para guru. Namun, KH. Maimun Zubair mengingatkan kita untuk melihat jauh ke depan, melampaui kesulitan dan tantangan saat ini, dengan membayangkan bahwa di antara murid-murid tersebut ada yang kelak akan membawa kita menuju surga.

Pertama-tama, penting untuk memahami bahwa setiap murid memiliki potensi unik. Murid yang menjengkelkan atau sulit diatur mungkin memiliki latar belakang atau masalah pribadi yang tidak kita ketahui. Mereka mungkin membutuhkan perhatian lebih, pendekatan yang berbeda, atau dukungan emosional yang khusus. Sebagai guru, tugas kita bukan hanya mengajar mata pelajaran, tetapi juga mendidik dan membimbing mereka menjadi individu yang lebih baik. Kesabaran adalah kunci dalam proses ini. Dengan bersabar, kita memberi mereka kesempatan untuk berkembang dan menunjukkan potensi terbaik mereka.

KH. Maimun Zubair menekankan pentingnya kesabaran dengan mengingatkan bahwa ada kemungkinan salah satu dari murid-murid tersebut yang kelak akan menjadi sosok yang luar biasa dan berperan penting dalam hidup kita. Mungkin dia akan menjadi pemimpin yang bijaksana, ulama yang dihormati, atau individu yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Dengan demikian, kesabaran kita hari ini bisa menjadi investasi untuk masa depan yang lebih baik, baik bagi murid tersebut maupun bagi kita sebagai pendidik.

Selain itu, membayangkan bahwa salah satu murid kita akan menarik tangan kita menuju surga adalah cara untuk memotivasi diri sendiri. Ini adalah pengingat bahwa segala usaha dan kesabaran kita dalam mengajar tidak akan sia-sia. Dalam Islam, mengajar adalah salah satu amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir, bahkan setelah kita meninggal dunia. Ketika kita membantu murid-murid kita menjadi individu yang beriman dan beramal saleh, kita juga sedang menabung pahala untuk kehidupan akhirat.

Setiap murid adalah amanah dari Allah. Sebagai guru, kita diberikan kepercayaan untuk menjaga dan membimbing mereka. Ini adalah tanggung jawab yang harus diemban dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan. Meskipun terkadang murid-murid bisa membuat kita frustrasi atau lelah, kita harus selalu mengingat tujuan akhir dari tugas mulia ini. Dengan kesabaran dan ketulusan, kita bisa membantu mereka menemukan jalan yang benar dan menjadi individu yang bermanfaat bagi orang lain.

Pesan KH. Maimun Zubair juga mengingatkan kita akan pentingnya memiliki pandangan yang positif terhadap murid-murid kita. Alih-alih fokus pada kekurangan atau masalah mereka, kita harus melihat potensi dan kebaikan yang ada dalam diri mereka. Setiap anak memiliki keunikan dan kekuatan masing-masing. Tugas kita adalah membantu mereka menemukan dan mengembangkan potensi tersebut. Dengan sikap yang positif dan penuh kasih sayang, kita bisa menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan inspiratif.

Dalam menghadapi murid-murid yang menjengkelkan, ada beberapa strategi yang bisa kita terapkan. Pertama, cobalah untuk memahami alasan di balik perilaku mereka. Apakah mereka menghadapi masalah di rumah? Apakah ada kesulitan belajar yang mereka alami? Dengan memahami akar masalah, kita bisa memberikan bantuan yang tepat dan efektif. Kedua, terapkan pendekatan yang sabar dan penuh kasih sayang. Ingatlah bahwa setiap anak memiliki kebutuhan dan tantangan masing-masing. Dengan memberikan perhatian yang tulus, kita bisa membangun hubungan yang baik dan mendapatkan kepercayaan mereka.

Selain itu, penting untuk selalu bersikap adil dan konsisten. Murid-murid membutuhkan aturan yang jelas dan adil untuk merasa aman dan nyaman. Dengan konsistensi dalam penerapan aturan, kita bisa menciptakan lingkungan belajar yang teratur dan disiplin. Namun, ingatlah untuk selalu memberikan apresiasi dan penguatan positif ketika mereka menunjukkan perilaku yang baik. Hal ini akan memotivasi mereka untuk terus berusaha dan memperbaiki diri.

KH. Maimun Zubair juga mengajarkan kita untuk selalu berdoa dan memohon pertolongan Allah dalam menghadapi tantangan mengajar. Doa adalah senjata paling kuat bagi seorang mukmin. Dengan berdoa, kita memohon kekuatan, kesabaran, dan hikmah dari Allah untuk menjalankan tugas kita dengan baik. Selain itu, berdoa untuk kebaikan murid-murid kita juga akan mendatangkan keberkahan dan rahmat dalam proses belajar mengajar.

Merenungkan pesan KH. Maimun Zubair, kita diajak untuk selalu melihat sisi positif dalam setiap tantangan. Kesulitan dalam mengajar adalah bagian dari ujian dan proses pembelajaran bagi kita sendiri. Dengan kesabaran dan ketulusan, kita tidak hanya membantu murid-murid kita menjadi individu yang lebih baik, tetapi juga memperbaiki diri kita sendiri sebagai pendidik. Setiap tantangan adalah kesempatan untuk belajar dan berkembang.

Pada akhirnya, mengajar adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat mulia. Dengan niat yang ikhlas dan usaha yang sungguh-sungguh, kita bisa meraih pahala dan keberkahan yang besar. Pesan KH. Maimun Zubair adalah pengingat bahwa setiap usaha kita dalam mengajar, sekecil apapun, memiliki nilai yang sangat berharga di mata Allah. Semoga kita semua bisa menjalani tugas ini dengan penuh kesabaran, keikhlasan, dan semangat untuk memberikan yang terbaik bagi murid-murid kita. Dengan demikian, kita bisa menjadi bagian dari perjalanan mereka menuju masa depan yang cerah dan penuh keberkahan, serta meraih pahala yang berlimpah di akhirat kelak.

Baca Juga  Dawuh Gus Baha' tentang Mendidik Generasi Penerus