Tips Produktif Menulis Keislaman di Media Digital Ala Gus Abdul Wahab Ahmad

Gambar: Blogspot

Oleh: Fajrul Alam*

Bagaimana sih kok menulis itu sepertinya sangat mudah bagi mereka-mereka ya? Sebagaimana membalikkan telapak tangan. Rasa-rasanya seperti ringan dan gampang, padahal saya sendiri teramat kesulitan. Menulis satu paragraf saja, tidak karuan rumitnya dalam menyusun kata perkata, lebih-lebih kalimat perkalimat. Huh, pertanyaan-pertanyaan demikian sering bersliweran timbul tenggelam dalam benak saya. Terlepas dari konten, tema, dan topik sebuah tulisan.

Sampailah pada sebuah kesempatan untuk mengikuti Lokakarya Daring yang diselenggarakan oleh NU Online dengan nama Tips Produktif Menulis Keislaman Di Media Digital yang dinarasumberi langsung oleh Gus Abdul Wahab Ahmad. Acara ini berlangsung via zoom pada Ahad, 17 Desember 2023. Serta diikuti oleh banyak khalayak luas, pegiat literasi, santri, dan bahkan gus dan ning.

Siapa Gus Abdul Wahab Ahmad?

Gus Abdul Wahab Ahmad sendiri dalam website resmi pribadinya menjelaskan bahwa beliau seorang peneliti di Aswaja NU Center Jawa Timur. Sekaligus dosen UIN KHAS Jember yang akrab disapa sebagai Gus Wahab. Beliau juga merupakan penulis muda yang konsen dalam bidang ilmu kalam dan fikih. Tulisannya banyak diterbitkan di NU Online dan tersebar di media sosial, utamanya Facebook.

Gus Wahab, lulusan STAIN Jember dan IAIN (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Saat ini menjabat sebagai Wakil Sekretaris PCNU Jember. Tentu saja bertempat tinggal di Jember. Beliau bisa dihubungi via IG: @abdul_wahab_ahmad

Tips Produktif Menulis

Meski dalam webinar ini lebih berfokus ke karya tulis bernuansa islam. Namun tips-tips yang ditransferkan oleh Gus Wahab sebenarnya bisa dipakai dan dialokasikan ke berbagai lini topik penulisan. Tidak hanya menulis konten-konten keislaman. Dengan kata lain tips yang disajikan beliau memudahkan segenap peserta webinar dalam proses kreatif kepenulisan. Bisa jadi dari sekian banyak peserta yang berpartisipasi justru menuliskan hal lain.

Didapatkan 5 trik atau tips untuk bisa expert dalam keterampilan menulis yang produktif. Setidaknya ini bisa menjadi langkah-langkah yang fundamental untuk sampai pada titik produktif. Meskipun seumpama nantinya belum bisa merengkuh titik itu, sekurang-kurangnya sudah ada usaha untuk mencoba. Jadi teringat pesan saudara jauh saya, Gus Dhofir Zuhri dalam bukunya Kondom Gergaji (2020) pernah bercakap, “Kegagalan terbesar adalah apabila kita tidak pernah mencoba.”

Berikut 5 tips produktif menulis versi Gus Wahab:

  1. Tentukan Tema

Tema menjadi hal yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Alias berlaku abai terhadapnya. Penentuan tema membawa ke arah mana tulisan kita bermuara. Beliau berpesan pilihlah tema yang memiliki nilai manfaat untuk khalayak luas. Sebab nilai manfaat akan senantiasa dicari dan membekas di benak pembaca.

  1. Abaikan Komentar Negatif

Sudah barang tentu dalam berkarya akan muncul komentar positif dan banyak komentar negatif. Bagi kita yang menghasrati menulis dan masih tergolong pemula, alangkah baiknya pusatkan pikiran kita untuk terus bisa berkarya dan bersikaplah abai terhadap nyinyiran netizen. Terlebih menulis konten islami. Selama tulisan tersebut memiliki referensi yang jelas dan sudah memenuhi kriteria penulisan maka jangan takut untuk berkarya. Gas… Beliau juga menambahi, “Kalau menulis syair, puisi, cerita, dan semacamnya boleh, mengapa menulis konten agama tidak boleh?”

  1. Percaya Diri Secara Proporsional

Bersikaplah percaya diri sesuai porsinya. Artinya usahakan tulisan anda tegas dan tetap memberi ruang kepada publik untuk berkomentar dan berbeda pandangan. Itu artinya dalam penulisan karya tidak boleh arogan, tapi juga jangan sampai ragu-ragu dalam penyampaian poin-poinnya.

  1. Jangan Memaksakan Menulis di Luar Bidangnya

Sudah sepatutnya ini sangatlah dipatuhi agar dalam penulisan karya tidaklah kesulitan. Menulislah sesuai apa yang kita ketahui dan tekuni.

  1. Berinteraksilah

Gus Wahab mengarahkan kita agar terlibat dalam circle penulis, belajar gaya menulis orang lain, tidak malu bertanya, dan menghargai tulisan dan lain sebagainya. Ini terjadi dengan berinteraksi.

Demikian setidaknya rangkuman saya dari pembelajaran webinar Tips Produktif Menulis Keislaman Di Media Digital yang dibawakan oleh Gus Wahab dan diselenggarakan oleh NU Online pada Ahad kemaren, 17 Desember 2023. Semoga bermanfaat. Terimakasih.

*Fajrul Alam, lahir di Kebumen. Kecanduan kopi dan gorengan. Saat ini mengenyam kuliah di UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri sekaligus menjadi Tim Asesor puisi di SKSP (Sekolah Kepenulisan Sastra Peradaban). Karya-karyanya pernah masuk di beberapa buku antologi puisi, majalah, dan media online dll.

Rekomendasi