Lisan merupakan salah satu nikmat terbesar yang dianugerahkan Allah SWT kepada manusia. Dengan lisan, seseorang dapat mengungkapkan isi hati, menyampaikan kebenaran, bahkan membangun peradaban. Namun, lisan pula yang seringkali menjadi sebab kehancuran, baik di dunia maupun di akhirat. Oleh karena itu, Islam memberikan perhatian besar terhadap bagaimana seorang Muslim menjaga dan menggunakan lisannya.

Dalam interaksi sosial, manusia kerap berbincang, berdiskusi, dan membahas berbagai hal. Terlebih dengan hadirnya media sosial sebagai ruang tanpa sekat. Namun, seringkali ucapan yang dilontarkan tidak mengandung manfaat. Rasulullah SAW bersabda bahwa keselamatan seseorang sangat bergantung pada kemampuannya menjaga lisan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dari sekian banyak ucapan yang keluar dari mulut manusia, Al-Qur’an secara tegas menyebutkan tiga jenis ucapan yang sangat dianjurkan dan amat disukai oleh Allah SWT. Ketiga hal tersebut merupakan ajakan terkait sedekah, melakukan kebaikan, dan mendamaikan orang yang sedang berkonflik. Allah berfirman dalam surat An-Nisa ayat 114:

لَا خَيْرَ فِيْ كَثِيْرٍ مِّنْ نَّجْوٰىهُمْ اِلَّا مَنْ اَمَرَ بِصَدَقَةٍ اَوْ مَعْرُوْفٍ اَوْ اِصْلَاحٍ ۢ بَيْنَ النَّاسِۗ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ ابْتِغَاۤءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيْهِ اَجْرًا عَظِيْمًا

Artinya: “Tidak ada kebaikan pada banyak pembicaraan rahasia mereka, kecuali (pada pembicaraan rahasia) orang yang menyuruh bersedekah, (berbuat) kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Siapa yang berbuat demikian karena mencari rida Allah kelak Kami anugerahkan kepadanya pahala yang sangat besar”.

Ayat ini menegaskan bahwa tidak ada kebaikan dalam suatu perbincangan di antara manusia kecuali di dalamnya terdapat ajakan untuk bersedekah, berbuat baik, serta mendamaikan orang yang sedang berkonflik. Terkait hal ini, Kiai Bisri Musthofa dalam Tafsir Al-Ibriz juz 5 hal 242 menyatakan, “Kebanyakan ucapan itu tidak ada kebaikannya kecuali orang yang memerintahkan sedekah atau memerintahkan amal baik atau mendamaikan di antara manusia. Barangsiapa yang melakukannya karena mengharap ridha Allah, Allah Taala akan memberikan pahala yang besar”.

1. Perintah Bersedekah

Ucapan pertama yang disukai Allah adalah perintah bersedekah. Ini merupakan anjuran untuk membantu sesama manusia, terutama mereka yang sedang dalam kesulitan ekonomi, dengan tujuan berbuat baik. Sedekah tidak hanya terbatas pada harta, tetapi juga bisa berupa tenaga, ilmu, atau senyuman. Dalam ayat lain, Allah berfirman:

وَاَنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا تُلْقُوْا بِاَيْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِۛ وَاَحْسِنُوْاۛ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ

Artinya: “Berinfaklah di jalan Allah, janganlah jerumuskan dirimu ke dalam kebinasaan, dan berbuatbaiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik”. (Qs. Al-Baqarah: 195).

2. Perintah Berbuat Baik

Ucapan yang disukai Allah selanjutnya ialah ucapan yang mengajak untuk melakukan kebaikan. Kebaikan di sini mencakup setiap perbuatan baik yang Allah perintahkan atau anjurkan untuk dilakukan. Sebagaimana Ibnu Jarir At-Thabari dalam tafsir Jamiul Bayan, jilid 9 hal 201 berkata, “وَالْمَعْرُوْفُ هُوَ كُلُّ مَا أَمَرَ اللهُ بِهِ أَوْ نَدَبَ إِلَيْهِ مِنْ أَعْمَالِ البِرِّ وَالْخَيْرِ،” yang artinya: “Kebaikan ialah setiap perbuatan baik yang Allah perintahkan atau anjurkan untuk dilakukan”. Ini menunjukkan bahwa cakupan kebaikan sangat luas, meliputi segala aspek kehidupan.

3. Ajakan Mendamaikan Orang yang Berkonflik

Ucapan ketiga yang disukai Allah adalah ajakan untuk mendamaikan orang yang sedang berkonflik. Tujuannya adalah untuk mengembalikan pihak yang bertikai agar menemukan jalan keluar terhadap masalah yang terjadi dan kembali rukun. Imam Ibnu Jarir menjelaskan, “أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ وَهُوَ الْإِصْلَاحُ بَيْنَ الْمُتَبَايِنَيْنِ أَوِ الْمُخْتَصِمَيْنِ، بِمَا أَبَاحَ اللهُ الْإِصْلَاحَ بَيْنَهُمَا، لِيَتَرَاجَعَا إِلَى مَا فِيْهِ الْأُلْفَةُ وَاجْتِمَاعُ الْكَلِمَةِ، عَلَى مَا أَذِنَ اللهُ وَأَمَرَ بِهِ” yang artinya: “Mendamaikan di antara manusia maksudnya ialah mendamaikan orang yang sedang berkonflik dengan sesuatu yang Allah perbolehkan agar keduanya kembali dalam balutan kasih sayang dan satu kalimat yang sama sesuai yang diperintahkan Allah”.

Selain ketiga hal tersebut, ucapan seperti salam, doa, pujian yang tulus, serta kata-kata yang menenangkan hati orang lain juga termasuk dalam kategori yang disukai Allah. Sebaliknya, ucapan yang menyakitkan, menghina, atau memecah belah sangat dibenci. Betapa banyak perselisihan yang terjadi hanya karena satu kalimat yang tidak terjaga, dan betapa banyak pula hubungan yang kembali harmonis karena satu ucapan yang lembut dan penuh keikhlasan.

Seorang Muslim hendaknya menimbang setiap kata sebelum diucapkan: apakah ia akan mendatangkan kebaikan atau justru kerusakan? Tiga jenis ucapan ini adalah amalan sederhana namun memiliki nilai besar di sisi Allah. Jika mampu menjaga lisan dengan tiga hal ini, niscaya kehidupan akan dipenuhi keberkahan, ketenangan, dan ridha Ilahi.