Pesantren Baitul Kilmah Gelar Upacara Hingga Parade Launching Buku Santri, dalam Peringatan HSN 2023

  • Bagikan
Pesantren Baitul Kilmah Gelar Upacara Hingga Parade Launching Buku Santri, dalam Peringatan HSN 2023

Oleh: Anas S Malo

Momen hari santri akan selalu teringat sebagai sebuah episode heroik, di mana para santri dengan gagah berani melawan penindasan kolonialisme. Santri memiliki doktrin yang mengakhiri penindasan selama 350 tahun yaitu gugur sebagai syuhada. Darah dan DNA santri menjadi lambang semangat juang.

Hal tersebut disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Kreatif Baitul Kilmah, KH Aguk Irawan dalam amanat upacara Hari Santri Nasional (HSN) 2023, Minggu pagi (22/10/2023).

Pesantren Baitul Kilmah Gelar Upacara Hingga Parade Launching Buku Santri, dalam Peringatan HSN 2023 1

Untuk sekian kalinya, pesantren yang terletak di Dusun Kayen, Sendangsari, Pajangan, Bantul itu kembali menggelar perayaan HSN. Kegiatan yang tidak ada kan antara lain istighosah, upacara dan parade launching puluhan buku karya santri.

Dalam amanatnya, Kiai Aguk memberikan sorotan terhadap sejarah panjang perjuangan kaum santri dalam mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia mengingatkan kepada semua santri yang hadir dalam upacara tersebut terkait pentingnya peran santri dalam sejarah bangsa.

“Terdapat perjuangan besar yang dipimpin oleh santri yang bernama Diponegoro. Santri di Mojo, atas perintah Kyai Abdul Rauf, seorang tokoh dalam tarekat sufi, memutuskan untuk melawan kolonial Belanda yang perlahan-lahan telah mencaplok Keraton-Keraton Islam,” ungkap budayawan asal Lamongan, Jawa Timur itu.

Jauh sebelum itu, ungkapnya, seorang Kiai asal Sarang, Rembang bernama Kiai Abdurrahman bin Abdul Latif memimpin gerakan perlawanan bersama para santri di daerah Pantura yang dikenal sebagai Perang Sepanjang melawan penindasan bangsa Eropa atau orang kulit putih di Batavia.

Sejarah mencatat sekitar 112 pemberontakan dan perlawanan yang diprakarsai oleh para kiai dan santri. Puncaknya adalah saat Hadratussyekh Hasyim Asy’ari memimpin pembentukan kelompok perjuangan yang dikenal sebagai Laskar Sabilillah atau Laskar Hizbullah. Mereka tidak hanya berjuang melawan NICA, tetapi juga berhasil menghancurkan dan mengusir mata-mata dari Jepang.

“Puncak dari Resolusi jihad 22 Oktober 1945, coba kita geledah sejarah perang nasionalis tokoh-tokoh yang disebut nasionalis pada tahun-tahun itu kemana mereka? Mereka sembunyi, mereka jalan-jalan ke luar negeri dalam rangka diplomasi,” katanya.

Dalam pertempuran face to face, keberanian seorang santri tak tertandingi. Bukti dari keberanian mereka adalah bertempur hingga darah penghabisan, sebab santri memiliki doktrin mati syahid dan semangat jihad yang melekat dalam diri mereka. Mereka telah dididik dalam spirit pengabdian dan keyakinan yang mendalam terkait prinsip-prinsip agama dan kemanusiaan.

Kiai Aguk menyampaikan, jika di situasi seperti sekarang, maka bentuk perjuangan seorang santri adalah belajar. Ia berharap perjuangan para pendahulu bisa dilanjutkan dalam berbagai aspek kehidupan, baik sebagai pejuang umat, pejuang negara, maupun sebagai pejuang yang berkomitmen.

“Kalau sekarang kita di tempat ini maka perjuangan kita adalah belajar. Mudah-mudahan bisa diteruskan perjuangannya di semua dataran kehidupan ini sebagai pejuang umat, sebagai pejuang negara sebagai pejuang yang sah,” kata Kiai Aguk.

Sebagai informasi, launching buku karya santri akan dilaksanakan Minggu malam, 22 Oktober 2023. Berikut adalah daftar buku yang akan diluncurkan, termasuk buku berjamaah dan karya perorangan santri:

Buku Berjamaah:
1. Karomatul Aulia (4 jilid)
2. Ensiklopedi Ulama Sufi (4 jilid)
3. Terjemah Tafsir Munir (10 jilid)
4. Ensiklopedi Alquran dan Hadist (7 jilid)
5. Bekal Hidup Kekasih Allah (2 jilid)
6. Antologi puisi Lelah Tetaplah Mengudara (santri siswa-siswi SMK X)
7. Ringkasan Perihal Aqidah (santri siswa-siswi SMK XI)
8. Antologi puisi Kutulis Waktu Hujan Saja (santri siswa-siswi SMK XII)

Buku Karya Perorangan Santri:

  1. Teknik Membatik untuk Tingkat SD-SMA (Athoil Hasan)
  2. Kitab Ekspresi (Ahmad Ushfur)
  3. Santri Entrepreneurship (Abdul Rofiq)
  4. Antologi cerpen Kitab Suci Para Anjing (Anas S. Malo)
  5. Seni Hidup Santai (Luthfi Al-Husna)
  6. Narasi Perempuan (Yulita Putri)
  7. Guided By Failura (Arul HQN)
  8. Tidak Apa-Apa Lelah yang Penting Tidak Menyerah (Aqib Muhammad KH)
  9. Ensiklopedi Nabi Ulul Azmi (Fuad Bawazir)*

Pesantren Baitul Kilmah Gelar Upacara Hingga Parade Launching Buku Santri, dalam Peringatan HSN 2023 2

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *