“Orang-orang yang jomblo yang takut melakukan perbuatan zinah maka berpuasalah karena puasa bisa melemahkan syahwat.” Ning Sheila Hasina

Gambar : Suara Merdeka

Puasa: Pelindung Bagi Para Jomblo dari Perbuatan Zina

Quote “Orang-orang yang jomblo yang takut melakukan perbuatan zinah maka berpuasalah karena puasa bisa melemahkan syahwat” menyampaikan pesan penting dalam Islam tentang bagaimana seseorang dapat menjaga diri dari perbuatan yang dilarang, khususnya zina. Dalam konteks ini, puasa tidak hanya dilihat sebagai ibadah yang meningkatkan ketakwaan, tetapi juga sebagai cara efektif untuk mengendalikan syahwat.

Pentingnya Menjaga Diri dari Zina dalam Islam

Islam sangat menekankan pentingnya menjaga diri dari perbuatan zina. Zina adalah salah satu dosa besar yang mendapatkan hukuman berat dalam syariat Islam. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra: 32)

Ayat ini dengan tegas melarang mendekati zina, apalagi melakukannya. Larangan ini menunjukkan betapa seriusnya dosa zina dalam pandangan Islam. Zina bukan hanya merusak individu yang melakukannya tetapi juga dapat membawa dampak negatif pada keluarga dan masyarakat.

Mengapa Puasa Dapat Melemahkan Syahwat?

Puasa dalam Islam memiliki banyak manfaat, baik dari segi spiritual, fisik, maupun psikologis. Salah satu manfaat utama puasa adalah kemampuannya untuk mengendalikan nafsu dan syahwat. Rasulullah SAW bersabda:

“Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Sesungguhnya menikah itu lebih menundukkan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu akan menjadi perisai baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini secara langsung menyarankan puasa sebagai alternatif bagi mereka yang belum mampu menikah. Puasa membantu mengendalikan syahwat karena selama berpuasa, seseorang menahan diri dari makan, minum, dan hubungan suami-istri. Penahanan diri ini melatih kontrol diri yang kuat, yang pada gilirannya membantu mengurangi dorongan syahwat.

Dalil Al-Qur’an dan Hadits tentang Puasa

Puasa adalah salah satu rukun Islam yang memiliki banyak dalil dari Al-Qur’an dan hadits. Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menunjukkan bahwa puasa adalah ibadah yang diwajibkan dengan tujuan utama untuk meningkatkan ketakwaan. Ketakwaan yang meningkat akan membantu seseorang dalam mengendalikan nafsu dan menjauhkan diri dari perbuatan dosa, termasuk zina.

Mengatasi Tantangan sebagai Jomblo

Menjadi jomblo, atau tidak menikah, dapat menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga diri dari godaan syahwat. Godaan ini bisa datang dari berbagai arah, baik dari media, pergaulan, maupun dorongan internal. Berikut beberapa langkah praktis yang dapat diambil:

  1. Memperkuat Iman: Memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT adalah cara yang efektif untuk memperkuat iman. Shalat, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan berdoa dapat membantu menenangkan hati dan pikiran.
  2. Menghindari Lingkungan yang Negatif: Lingkungan yang negatif dapat menjadi sumber godaan. Menghindari pergaulan yang tidak sehat dan mencari teman yang baik dan saleh sangat penting.
  3. Mengisi Waktu dengan Aktivitas Positif: Menyibukkan diri dengan kegiatan yang bermanfaat seperti belajar, bekerja, atau berolahraga dapat mengurangi waktu luang yang bisa digunakan untuk berpikir tentang hal-hal yang tidak baik.
  4. Menjaga Pandangan: Menjaga pandangan dari hal-hal yang bisa membangkitkan syahwat adalah salah satu cara untuk mengontrol diri. Rasulullah SAW bersabda:

    “Pandangan mata adalah salah satu panah beracun dari panah-panah iblis.” (HR. Al-Hakim)

Inspirasi dari Tokoh Dunia tentang Kontrol Diri

Kontrol diri adalah kunci untuk mengatasi berbagai godaan. Banyak tokoh dunia yang telah mengakui pentingnya kontrol diri dalam mencapai kesuksesan dan kebahagiaan. Berikut beberapa quote yang menginspirasi:

Mahatma Gandhi mengatakan, “The best way to find yourself is to lose yourself in the service of others.” Melayani orang lain dan berfokus pada kebaikan dapat membantu mengalihkan perhatian dari godaan syahwat.

Nelson Mandela menyatakan, “I am the master of my fate: I am the captain of my soul.” Mengingatkan diri sendiri bahwa kita memiliki kontrol atas tindakan dan pilihan kita sangat penting dalam mengendalikan nafsu.

Epictetus, seorang filsuf Stoik, berkata, “Wealth consists not in having great possessions, but in having few wants.” Mengurangi keinginan dan nafsu dapat membawa kedamaian batin dan kebahagiaan sejati.

Manfaat Puasa bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Selain manfaat spiritual, puasa juga memiliki banyak manfaat fisik dan mental. Puasa dapat membantu menurunkan berat badan, meningkatkan metabolisme, dan memperbaiki fungsi tubuh secara keseluruhan. Secara mental, puasa melatih kesabaran, ketekunan, dan kontrol diri.

Kesimpulan

Puasa adalah solusi yang efektif bagi para jomblo yang ingin menjaga diri dari perbuatan zina. Dalil dari Al-Qur’an dan hadits menunjukkan bahwa puasa tidak hanya meningkatkan ketakwaan tetapi juga membantu mengendalikan syahwat. Menjadi jomblo tidak berarti harus menyerah pada godaan, tetapi sebaliknya, ini adalah kesempatan untuk memperkuat diri dan meningkatkan ibadah.

Dengan mengikuti langkah-langkah praktis dan inspirasi dari tokoh-tokoh dunia tentang kontrol diri, setiap individu dapat menjaga diri dari perbuatan yang dilarang dan menjalani hidup dengan penuh berkah. Semoga kita semua selalu diberi kekuatan untuk menjalankan puasa dengan niat yang ikhlas dan menjaga diri dari segala bentuk godaan. Aamiin.

Rekomendasi