Ning Nilatin Nihayah, Istri Gus Iqdam

  • Bagikan
Ning Nilatin Nihayah, Istri Gus Iqdam
Ning Nilatin Nihayah, Istri Gus Iqdam

Nama yang kerap disebut-sebut di mana-mana ketika menyebut nama Gus Iqdam. Beliau adalah istri dari Gus Iqdam Muhammad Blitar. Nama lengkapnya adalah Nilatin Nihayah, namun kerap dipanggil banyak orang dengan sebutan sebagai Ning Nila.

Ning Nila Lirboyo adalah anak atau putri dari KH Thoha Widodo Zaini Munawwir, almarhum orang tersohor di Lirboyo. Diketahui Alm. Abah dari Ning Nilatin Nihayah tersebut ialah salah satu kyai besar dan sangat dihormati di pondok pesantren Lirboyo, Kediri.

Ning Nila melangsungkan pernikahannya dengan Gus Iqdam pada tanggal 24 Februari 2021 yang digelar di Kota Kediri, Jawa Timur.

Profil Ning Nila Istri Gus Iqdam

Nama: Ning Nilatin Nihayah

Asal: Kediri

Ayah: Alm. KH Thoha Widodo Zaini Munnawir, salah satu kiai besar di Ponpes Lirboyo

Ibu: Nyai Qomariyyah Abdul Karim Lirboyo

Menikah dengan Gus Iqdam pada 24 Februari 2021 di Kediri

Memiliki seorang anak bernama Ahmad Novel Zubaidi Al Munawwir (Gus Novel)

Lulusan MA Al Mahrusiyah, Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri

Hafidzah penghafal 30 juz Al Quran

Taat dan patuh terhadap suami

Profesi sebagai ustadzah

Akun Instagram: @nihaayah._

 

Dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik.” (QS. An-Nur [24]: 26)

Ayat ini merupakan bagian dari surah An-Nur (QS. An-Nur [24]: 26) dalam Al-Quran, yang berbicara tentang kriteria dan tuntunan bagi hubungan antara pria dan wanita dalam masyarakat Islam. Ayat ini menekankan pentingnya kesetaraan, kebaikan, dan ketulusan dalam hubungan antara pria dan wanita.

Pada dasarnya, ayat ini memberikan panduan bagi umat Muslim dalam membangun hubungan yang sehat dan harmonis. Ayat ini mengajarkan bahwa wanita yang baik, tulus, dan beriman adalah layak untuk diperlakukan dengan baik oleh pria yang baik, tulus, dan beriman pula. Sebaliknya, pria yang baik dan beriman juga pantas mendapatkan perlakuan yang baik dari wanita yang baik dan beriman.

Konsep kesetaraan gender dalam Islam sangatlah penting, dan ayat ini menegaskan bahwa wanita dan pria sama-sama memiliki hak-hak dan tanggung jawab dalam hubungan. Dalam Islam, wanita dihormati sebagai ibu, istri, dan saudara yang harus dihargai dan dihormati dengan baik oleh laki-laki.

Ayat ini juga menekankan pentingnya membangun hubungan berdasarkan kebaikan dan kesetiaan. Kebaikan, kesetiaan, dan kejujuran adalah sifat-sifat yang sangat dihargai dalam Islam dan harus menjadi landasan dalam setiap hubungan, termasuk hubungan antara suami istri.

Dalam konteks pernikahan, ayat ini mengingatkan bahwa pernikahan bukanlah sekadar ikatan fisik, tetapi juga ikatan spiritual dan emosional. Pernikahan yang baik adalah yang didasarkan pada kasih sayang, pengertian, dan dukungan antara suami istri.

Selain itu, ayat ini juga menekankan pentingnya beriman kepada Allah dalam hubungan antara pria dan wanita. Dengan memiliki keimanan yang kuat, pasangan akan saling mendukung dalam menjalankan kewajiban agama dan memperkuat hubungan mereka dengan Allah.

Dalam konteks masyarakat, ayat ini juga mengingatkan kita untuk saling menghormati dan saling memuliakan satu sama lain, tanpa memandang jenis kelamin atau latar belakang sosial. Semua individu harus diperlakukan dengan hormat dan dihargai sebagai makhluk Allah yang sama-sama bernilai.

Dalam kesimpulannya, ayat ini menegaskan pentingnya kesetaraan, kebaikan, dan kejujuran dalam hubungan antara pria dan wanita dalam masyarakat Islam. Dengan mengikuti tuntunan ini, umat Muslim dapat membangun hubungan yang sehat, harmonis, dan berkah di dunia dan akhirat.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *