Ijazah Mempermudah Belajar dari Habib Lutfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya

Oleh: Aqib Muhammad Kh

Rasulullah Muhammad Saw bersabda: طلب العلم فريضة لكل مسلم ومسلمة” . (Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap orang muslim, baik laki atau perempuan).

Jelas, bahwa hukum menuntut ilmu adalah sebuah keharusan bagi setiap orang Islam. Orang belajar agama itu harus melalui proses panjang, seperti yang disebut dalam salah satu nadhom “alal”: وطول زمان(Membutuhkan waktu yang lama). Itulah mengapa tidak banyak orang yang tekun dan bersabar dalam proses menuntut ilmu. Selain itu, juga diperlukan keseriusan dan bersemangat. Di dalam Imrithy dijelaskan: “لا ترم علما وتترك التعب.”  (Jangan mengharap (mendapatkan) ilmu, sedang engkau tidak mau berjibaku).

Tapi tidak semua orang yang benar-benar berjibaku dalam belajar dan muthola’ah juga berhasil mencapai paham, atau menjadi orang alim. Tidak pasti. Pun, tidak semua orang yang benar-benar berjibaku, hatinya di-futuh (dibuka) oleh Allah Swt. Hal-hal yang dapat menghalangi futuhnya Allah Swt dalam proses menuntut ilmu harus dihindari sekuat kemampuan. Dan setiap orang mempunyai cara, manhaj, metode, sendiri dalam belajar. Ada yang menganjurkan puasa agar di-futuh oleh Allah Swt, ada yang membaca wirid, ada yang sholat hajat, dll. Semuanya benar. Bukankah orientasi manhaj itu sama? Meski dalam praktiknya berbeda?

Habib Lutfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya dalam satu kesempatan ceramahnya memberikan ijazah umum kepada para hadirin. Ijazah ini hendaknya diamalkan oleh para pelajar, baik santri maupun anak sekolahan. Semuanya boleh. Beliau berkata:

“Untuk para pelajar, untuk memudahkan pendidikan, saya beri ijazah, ringkas saja: اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد و على اله كما لا نهاية لكمالك وعدد كماله,   dibaca 10× setiap selesai sholat Maghrib dan Subuh, lalu ditutup dengan Ayat Kursi satu kali. Insya Allah, barangsiapa yang membaca shalawat ini, akan dimudahkan dalam belajar, dan cepat di-futuh oleh Allah Swt.”

Habib Lutfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya

Ijazah Mempermudah Belajar dari Habib Lutfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya - dawuh guru

Habib Lutfi dilahirkan pada tanggal 10 November 1947 Masehi, atau 27 Rajab 1367 Hijriah. Beliau adalah anak dari Habib ‘Ali Al-Ghalib bin Hasyim bin Yahya dengan istrinya Syarifah Nur bin Muhsin. Dari jalur ayah dan ibu, nasab beliau bersambung hingga Rasulullah Saw.

Beliau menikah dengan Syarifah Salma bin Hasyim bin Yahya dan dikaruniai 5 anak, yaitu: Syarif Muhammad Baha’uddin, Syarifah Fatimah, Syarifah Zainab, Syarifah Fatimah, Syarifah Ummi Hanik, dan Sayyid Muhammad Husain Syarif Hidayatullah.

Beliau mengenyam pendidikan ilmu agama dari abahnya, kemudian melanjutkan belajarnya di Madrasah Salafiyyah selama 3 tahun. Pada tahun 1959, beliau mengaji ilmu agama di Pondok Pesantren Benda Kerep, Cirebon, kemudian ke Indramayu, Tegal, dan Purwokerto.

Kemudian setelah beberapa tahun belajar di Indonesia, beliau melanjutkan estafet keilmuannya di Mekkah, Madinah, dan beberapa negara lainnya. Selama belajar di Timur Tengah, beliau banyak belajar ilmu syari’at, thariqah, dan tasawuf, dari para ulama’ besar, para wali-wali Allah Swt.

Habib Lutfi adalah seorang ulama’ yang disegani oleh semua kalangan, baik ulama’, pejabat, masyarakat. Beliau adalah Ketua Forum Sufi Internasional. Saat ini, beliau adalah Rais ‘Amm Jam’iyyah Ahlu Tariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah.

Kesimpulan Ijazah

Membaca shigot (bacaan) shalawat: اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد و على اله كما لا نهاية لكمالك وعدد كماله  setelah sholat Subuh 10× kemudian setelah sholat Maghrib 10×

Setelah membaca shalawat, diakhiri dengan membaca Ayat Kursi satu kali.

Semoga bermanfaat.

يارب اذقنا حلاوة الإيمان، وارزقنا محبة الصالحين والموقنين. امين، يا معين.

Rekomendasi