Ijazah Hajat Terkabul Cepat dari Al-Habib Abdurrahman Bilfaqih Malang

Oleh: Aqib Muhammad Kh

Dalam satu kesempatan ketika berceramah, Habib Abdurrahman bin Abdullah bin Abdul Qodir Bilfaqih, memberikan ijazah umum untuk semua orang yang mau mengamalkannya. Beliau berkata:

“Habib Abdul Qodir bin Ahmad Bilfaqih mengatakan, barangsiapa yang memiliki hajat genting, kemudian bertawassul pada tiga habib ini, insyaAllah atas izin Allah Swt, hajat kalian akan segera terkabul. Tiga habib itu adalah Habib ‘Alawi Al-Ghuyur, Habib Ali bin Alwi, dan Habib Umar Muhdhor. Tiga-tiganya, kuburannya di Zanbal. Cara mengamalkannya bisa disebut nama menggunakan sighot munada (kaidah memanggil dalam tatanan ilmu nahwu, ditambah huruf “ya” —umumnya, tapi bisa juga menggunakan huruf “wawuu”, “alif”, atau “ayyu”—sebelum menyebut nama)  jadi:

يا علوى الغيور

يا على ابن علوى

يا عمر مخضر

Atau mau menggunakan surat Al-Fatihah juga boleh.”

Zanbal adalah salah satu pemakaman umum yang ada di Tarim, Provinsi Hadramaut, Republik Yaman. Pemakaman Zanbal dikenal dengan makam seribu wali. Bayangkan, di zaman Habib Abdurrahman As-Segaf, sudah ada lebih dari 10.000 para wali Allah Swt yang dikuburkan di sana, 80 di antaranya telah mencapai derajat wali qutbh (pemimpin wali pada zamannya). Apalagi sekarang, yang sudah terlampau banyak tahun dari zaman Habib Abdurrahman As-Segaf. Pastilah lebih banyak lagi.

Biografi Habib Abdurrahman bin Abdullah Bilfaqih

Habib Abdurrahman bin Abdullah bin Abdul Qodir Bilfaqih, adalah salah ulama’ yang dikenal dengan kealiman dan kasalehannya. Beliau merupakan cucu dari Habib Abdul Qodir Bilfaqih, seorang yang sangat masyhur di zamannya. Setiap tahun, haulnya dihadiri ribuan jamaah, di daerah Klojan, Malang dan dikenal dengan “Haul Imamain”, yaitu haulnya dua orang imam: Habib Abdul Qodir bin Ahmad Bilfaqih dan Habib Abdullah bin Abdul Qodir Bilfaqih, ayah dari Habib Abdurrahman Bilfaqih, pemberi ijazah.

Beliau adalah anak ketiga dari Habib Abdullah bin Abdul Qodir Bilfaqih dengan Syarifah Azizah Al-Jufri dan dididik oleh orangtuanya sampai menginjak dewasa, kemudian melanjutkan belajar ilmu agama di Pondok Pesantren Darus Surur, Kabupaten Bandung yang diasuh oleh Abuya Yahya, murid tarikat kakeknya sendiri, Habib Abdul Qodir bin Ahmad Bilfaqih.

DI Pesantren itu, beliau mempelajari ilmu agama dan tarikat dari tahun 1988- 1993 M. Di tengah-tengah masa menimba ilmu, pada tahun 1991, beliau menikah dengan Syarifah Laila bin Ustman Al-Aydrus dan menetap di dekat area Pesantren.

Setelah beberapa tahun menetap di sana, beliau melanjutkan perjalanan intelektualnya di Pondok Pesantren At-Tauhidiyyah, Tegal, Jawa Tengah, di bawah asuhan Syekh Muhammad Hasani dan Syekh Sa’id selama lima tahun(1994-2000 M). Di salah sstu kesempatan, beliau menjelaskan alasan beliau belajar di sana: “Saya tertarik belajar di pesantren ini, karena yang ditekankan di sini adalah ilmu tauhid.”

Ijazah Hajat Terkabul Cepat dari Al-Habib Abdurrahman Bilfaqih Malang

Jadi ijazah yang diberikan beliau adalah sebagai berikut:

Panggillah tiga habib tadi dengan bacaan:

يا علوي الغيور

يا على ابن علوي

يا عمر مخضر

Atau membaca Al-Fatihah. Jadi bisa dipilih salah satu. InsyaAllah, bila dengan penuh keyakinan kita mengamalkan, hajat kita akan segera terkabul. Amin.

Sedikit saya sebutkan salah karomah yang diberikan Allah Swt kepada Habib Umar Muhdor:

Dulu, anak-anak Tarim sampai menggunakan nama Habib Umar Muhdhor untuk lompat dari ketinggian bukit agat tidak apa-apa ketika sampai ke bawah; mereka melompat dari ketinggian bukit sambil teriak-teriak memanggil Habib Umar Muhdhor. Dan anehnya, sampai bawah, mereka tidak luka sama sekali. Wallahu a’lam. Itulah salah satu keistimewaan Habib Umar Muhdhor. Cerita ini saya dapatkan dari salah satu guru saya di Pondok Pesantren Mambaus Sholihin, Gresik.

ياربي اذقنا حقيقة الإيمان واليقين، وارزقنا محبة الصالحين والموقنين. امين، يا معين.

 

Rekomendasi