Dawuh KH. Maimoen Zubair: Rahasia Mustajabnya Hari Jumat ada di Jam ini

Dawuh KH. Maimoen Zubair Rahasia Mustajabnya Hari Jumat ada di Jam ini

Mustajab – mustajabnya Jum’at itu setelah waktu ashar karena Nabi Adam diciptakan waktu itu.

KH. Maimoen Zubair

Ada sesuatu yang istimewa dalam seberkas cahaya senja pada setiap Jum’at, sebuah rahasia yang terungkap dari bibir bijak KH. Maimoen Zubair. Beliau merentangkan kata-kata yang membawa kita ke dalam esensi waktu yang disucikan, khususnya setelah waktu Ashar. “Mustajabnya Jum’at itu setelah waktu Ashar karena Nabi Adam diciptakan waktu itu.”

Dalam keindahan kata-kata tersebut, kita diundang untuk menengadahkan hati pada momen yang penuh berkah, waktu senja di setiap Jum’at. Mustajab, sebuah kata yang mengandung makna bahwa doa pada waktu tersebut memiliki keistimewaan yang tak terhingga. Senja setelah Ashar menjadi saksi bagi penciptaan Nabi Adam, sebuah asal-muasal yang menjadi sebab keutamaan waktu tersebut.

Seperti lukisan di atas kanvas langit yang berubah warna, begitulah cahaya senja pada Jum’at setelah Ashar. Ketika matahari perlahan menyingkir, kita diingatkan akan penciptaan Adam, manusia pertama. Sebuah peristiwa yang mengawali perjalanan manusia di muka bumi. Jum’at menjadi saksi bisu, menyimpan keheningan yang berbicara tentang rahasia penciptaan.

Dalam sabda KH. Maimoen Zubair, waktu itu bukanlah kebetulan. Ia adalah momen yang diberkahi, tempat terciptanya Adam, manusia yang menjadi titik awal perjalanan sejarah umat manusia. Oleh karena itu, doa pada waktu itu memiliki bobot dan makna yang mendalam. Doa yang diucapkan dengan sepenuh hati, di tengah sepi waktu senja, memiliki daya magis yang membelah keheningan dan menembus langit.

Senja Jum’at, di mata KH. Maimoen Zubair, adalah pintu gerbang mustajab. Tempat di mana doa-doa yang kita panjatkan memiliki kekuatan untuk mencapai takdir dan berkah. Ini adalah momen khusus yang memungkinkan setiap insan untuk menghadap Sang Pencipta dengan penuh khusyu’ dan harap. Waktu senja, dalam pandangan beliau, bukan hanya perpindahan dari siang ke malam, tetapi juga peluang untuk bersatu dengan keagungan penciptaan.

Dengan kata-kata yang sarat makna, KH. Maimoen Zubair mewariskan kepada kita sebuah pemahaman akan kekhususan Jum’at dan keajaiban senja setelah Ashar. Sebuah anugerah yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ikatan batin dengan Sang Pencipta, dengan berdoa dan merenung pada keagungan penciptaan Nabi Adam. Maka, mari kita renungi setiap Jum’at, ketika senja mengukir cerita keagungan penciptaan, dan memohon dengan tulus agar doa-doa kita menjadi mustajab pada saat yang istimewa ini.

Rekomendasi