Dawuh Gus Rifqil tentang Sebuah Refleksi Kehidupan

Sumber : Google
“Cahaya, seredup apapun mampu menerangi kegelapan disekitarnya.”
Gus Rifqil Muslim Suyuthi
Cahaya, seredup apapun, mampu menerangi kegelapan di sekitarnya. Ungkapan ini bukan sekadar kiasan, tetapi sebuah prinsip hidup yang mengajarkan kita tentang kekuatan harapan, optimisme, dan kebaikan dalam menghadapi tantangan hidup. Cahaya, meskipun kecil, memiliki kekuatan untuk memecah kegelapan, memberikan arah, dan membimbing kita keluar dari masa-masa sulit. Dalam konteks kehidupan, cahaya ini bisa diartikan sebagai harapan, cinta, iman, atau kebaikan kecil yang kita berikan kepada dunia. Keyakinan ini diteguhkan oleh ajaran agama, hikmah dari para tokoh dunia, dan pengalaman hidup kita sehari-hari.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an, “Allah adalah cahaya langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya seperti sebuah lubang yang tak tembus, di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara…” (QS. An-Nur: 35). Ayat ini menggambarkan bagaimana cahaya Allah menerangi seluruh alam semesta, memberikan kehidupan dan petunjuk bagi semua makhluk. Cahaya Allah yang menerangi segala sesuatu adalah simbol dari petunjuk dan kebijaksanaan yang dapat membimbing kita dalam kegelapan hidup.

Rasulullah SAW juga memberikan contoh tentang pentingnya menjadi cahaya bagi orang lain. Dalam sebuah hadis, beliau bersabda, “Sesungguhnya perumpamaan orang mukmin adalah seperti seekor lebah. Ia tidak makan kecuali yang baik, dan tidak mengeluarkan kecuali yang baik, dan jika hinggap pada sesuatu, ia tidak merusaknya.” (HR. Ahmad). Hadis ini mengajarkan kita untuk selalu berbuat baik dan menjadi sumber manfaat bagi orang lain. Seperti lebah yang menghasilkan madu, seorang mukmin seharusnya menjadi cahaya yang menerangi kehidupan orang-orang di sekitarnya dengan kebaikan dan kebajikan.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali merasa kecil dan tidak berdaya ketika menghadapi masalah besar atau melihat ketidakadilan di dunia. Namun, kita harus ingat bahwa bahkan tindakan kecil dapat memiliki dampak yang signifikan. Seperti lilin yang menyala di tengah kegelapan, tindakan kebaikan kecil kita bisa memberikan harapan dan semangat bagi orang lain. Kisah inspiratif dari tokoh-tokoh besar dunia sering kali mengingatkan kita akan hal ini.

Salah satu tokoh yang sangat menginspirasi dalam hal ini adalah Mahatma Gandhi. Gandhi pernah berkata, “Be the change that you wish to see in the world.” (Jadilah perubahan yang ingin kamu lihat di dunia). Meskipun secara fisik ia kecil dan tidak berkuasa, Gandhi mampu menggerakkan jutaan orang untuk berjuang melawan penindasan melalui prinsip non-kekerasan. Cahaya harapan dan perubahan yang dibawanya mampu menerangi kegelapan penindasan dan ketidakadilan di India, memberikan inspirasi kepada banyak orang di seluruh dunia.

Di Indonesia, kita mengenal sosok Kartini, seorang pahlawan nasional yang memperjuangkan emansipasi wanita. Dalam surat-suratnya, Kartini mengungkapkan harapan dan impiannya untuk melihat wanita Indonesia mendapatkan pendidikan dan kesempatan yang sama dengan pria. Meskipun pada masanya harapan itu tampak seperti cahaya redup di tengah kegelapan patriarki, perjuangan Kartini menjadi obor yang terus menyala hingga kini, memberikan inspirasi dan semangat bagi generasi wanita Indonesia untuk meraih pendidikan dan kesetaraan.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman, “Dan siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS. At-Taghabun: 11). Ayat ini mengajarkan bahwa iman kepada Allah adalah sumber cahaya yang dapat menerangi hati kita, memberikan kita kekuatan untuk menghadapi berbagai cobaan dalam hidup. Iman adalah cahaya yang tidak akan pernah padam, meskipun kita berada dalam kegelapan yang paling pekat sekalipun.

Selain itu, dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim). Hadis ini mengajarkan bahwa setiap kali kita menjadi cahaya bagi orang lain dengan menunjukkan kebaikan, kita akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Tindakan kecil kita yang mungkin tampak remeh, seperti memberi senyuman, membantu orang lain, atau memberikan nasihat yang baik, dapat memiliki dampak yang besar dalam hidup orang lain.

Kita juga bisa melihat kekuatan cahaya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, ketika kita menghadapi masalah yang tampaknya tak terpecahkan, sering kali hanya dengan berbicara dengan seseorang yang kita percayai atau menerima dukungan dari teman, kita merasa lebih ringan. Dukungan dan kata-kata semangat dari orang lain bisa menjadi cahaya yang menerangi jalan kita di saat-saat sulit. Kita tidak harus menjadi sosok besar untuk membawa perubahan; cukup dengan menjadi seseorang yang peduli dan memberikan harapan kepada orang lain, kita sudah menjadi cahaya yang penting.

Dalam dunia modern, teknologi dan informasi telah membuka banyak kesempatan bagi kita untuk menjadi cahaya bagi orang lain. Melalui media sosial, kita bisa menyebarkan pesan-pesan positif, memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan, atau bahkan menggalang dana untuk membantu orang yang sedang dalam kesulitan. Setiap tindakan kecil ini, jika dilakukan dengan niat yang tulus, dapat memberikan dampak yang besar.

Dalai Lama, pemimpin spiritual Tibet, pernah berkata, “Be kind whenever possible. It is always possible.” (Bersikap baiklah kapan saja memungkinkan. Itu selalu mungkin). Kata-kata ini mengingatkan kita bahwa kita selalu memiliki kesempatan untuk menjadi baik dan memberikan cahaya kepada orang lain, tidak peduli seberapa kecil tindakan kita. Kebaikan adalah cahaya yang bisa kita bagikan setiap hari, melalui tindakan sederhana namun penuh makna.

Dalam konteks yang lebih luas, cahaya juga bisa berarti pengetahuan dan pendidikan. Nelson Mandela pernah mengatakan, “Education is the most powerful weapon which you can use to change the world.” (Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang bisa kamu gunakan untuk mengubah dunia). Pengetahuan adalah cahaya yang mampu mengusir kegelapan kebodohan dan ketidakadilan. Dengan berbagi pengetahuan, kita bisa membantu orang lain untuk meraih kehidupan yang lebih baik dan lebih bermakna.

Kesimpulannya, cahaya, seredup apapun, memiliki kekuatan untuk menerangi kegelapan di sekitarnya. Setiap dari kita memiliki potensi untuk menjadi cahaya bagi orang lain, tidak peduli seberapa kecil atau sederhana tindakan kita. Dalam setiap kesulitan, kita harus selalu ingat bahwa ada harapan dan kebaikan yang bisa kita temukan dan bagikan. Dengan iman, kebaikan, dan pengetahuan, kita bisa membawa cahaya ke dalam kehidupan kita dan orang-orang di sekitar kita, mengusir kegelapan dan membawa perubahan positif. Mari kita terus berusaha menjadi cahaya yang menerangi dunia, seredup apapun, karena setiap cahaya, sekecil apapun, memiliki kekuatan untuk mengubah dunia.

Rekomendasi