Dawuh Gus Rifqil Muslim tentang Keberkahan dari Silaturahim

Sumber : Google

“Salah satu pintu keberkahan itu datangnya dari jalan menyambung silaturrahim.”

Gus Rifqil Muslim Suyuthi

Silaturahim, yang berarti menjalin hubungan baik dan mempererat ikatan persaudaraan, merupakan salah satu ajaran utama dalam Islam yang memiliki nilai sangat penting. Dalam konteks kehidupan sosial, silaturahim tidak hanya mengacu pada hubungan antara keluarga dekat tetapi juga dengan teman, tetangga, dan masyarakat secara luas. Kutipan “Salah satu pintu keberkahan itu datangnya dari jalan menyambung silaturahim” mengingatkan kita akan banyaknya berkah yang dapat diperoleh dari usaha menjaga dan mempererat tali persaudaraan.

Dalam Al-Quran, Allah SWT menegaskan pentingnya silaturahim dalam banyak ayat, salah satunya dalam Surah Ar-Ra’d ayat 21: “Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan agar dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk.” Ayat ini menegaskan bahwa orang-orang yang menjaga hubungan persaudaraan adalah orang-orang yang taat kepada Allah dan memahami pentingnya menjalankan perintah-Nya.

Rasulullah SAW juga menekankan pentingnya silaturahim dalam banyak hadits. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahim.” Hadits ini menunjukkan bahwa keberkahan dalam bentuk rezeki yang melimpah dan umur yang panjang dapat diperoleh dengan menjaga silaturahim.

Silaturahim memiliki banyak manfaat yang luar biasa dalam kehidupan. Salah satunya adalah memperkuat ikatan sosial dan mengurangi kesenjangan antara individu dalam masyarakat. Dengan menjaga hubungan baik, kita dapat menciptakan lingkungan yang harmonis dan saling mendukung. Silaturahim juga membantu mengurangi stres dan meningkatkan kebahagiaan karena dukungan emosional yang kita peroleh dari orang-orang terdekat.

Abdurrahman Wahid, atau yang lebih dikenal sebagai Gus Dur, seorang tokoh ulama dan mantan Presiden Indonesia, pernah mengatakan, “Agama tidak mengajarkan untuk memutuskan hubungan, tetapi mengajarkan untuk memperbaiki dan mempererat hubungan.” Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya menjalin dan memperbaiki hubungan antar sesama dalam rangka mencapai kehidupan yang lebih baik dan penuh berkah.

Menjaga silaturahim tidak selalu mudah, terutama di era modern ini di mana kesibukan sering kali menghalangi kita untuk bertemu secara langsung dengan keluarga dan teman-teman. Namun, teknologi saat ini memberikan kemudahan untuk tetap berhubungan meskipun jarak memisahkan. Melalui panggilan telepon, pesan singkat, atau media sosial, kita masih dapat menjaga hubungan dan menunjukkan perhatian kita kepada orang lain.

Namun, menjaga silaturahim tidak hanya terbatas pada komunikasi verbal atau digital. Tindakan nyata seperti membantu saudara yang membutuhkan, berkunjung ke rumah mereka, dan menunjukkan rasa peduli melalui tindakan kecil juga sangat penting. Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk selalu membantu dan mendukung saudara-saudara kita. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, beliau bersabda, “Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya, ia tidak menzaliminya dan tidak membiarkannya (dalam kesulitan).”

Dalam budaya Indonesia, konsep silaturahim sangat dijunjung tinggi. Banyak tradisi dan adat istiadat yang bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan, seperti acara gotong royong, arisan keluarga, dan berbagai perayaan bersama. Budaya ini mengajarkan kita untuk selalu menjaga hubungan baik dengan orang lain dan menciptakan kebersamaan yang harmonis.

Seorang tokoh budaya Indonesia, Emha Ainun Nadjib, atau yang dikenal sebagai Cak Nun, sering kali menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga hubungan baik dan persaudaraan. Dalam berbagai ceramahnya, Cak Nun menekankan bahwa keberkahan dalam hidup tidak hanya datang dari ibadah pribadi tetapi juga dari hubungan yang baik dengan sesama manusia. Beliau berkata, “Kehidupan adalah tentang bagaimana kita bisa saling menghargai dan mendukung satu sama lain. Keberkahan akan datang ketika kita bisa menjaga hubungan baik dengan orang lain.”

Selain manfaat sosial, silaturahim juga memiliki dampak positif terhadap kesehatan mental dan fisik. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki hubungan sosial yang kuat cenderung lebih sehat dan memiliki risiko lebih rendah terhadap berbagai penyakit. Hal ini disebabkan oleh dukungan emosional yang mereka dapatkan dari orang-orang terdekat, yang membantu mengurangi stres dan meningkatkan kebahagiaan.

Dalam Islam, menjaga silaturahim juga dianggap sebagai bentuk ibadah yang memiliki pahala besar. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran, Surah An-Nisa ayat 36, “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahayamu.” Ayat ini menekankan pentingnya berbuat baik kepada karib kerabat dan orang-orang di sekitar kita sebagai bentuk ibadah kepada Allah.

Dalam praktik sehari-hari, menjaga silaturahim bisa dilakukan melalui berbagai cara. Salah satunya adalah dengan mengunjungi saudara dan teman-teman secara berkala, terutama saat ada acara keluarga atau hari-hari besar. Selain itu, memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, baik dalam bentuk materi maupun dukungan moral, juga merupakan cara untuk menjaga silaturahim.

Namun, menjaga silaturahim juga berarti menghindari konflik dan permusuhan. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kalian saling mendengki, saling membenci, dan saling memusuhi, tetapi jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” Pesan ini mengajarkan kita untuk selalu menjaga hubungan baik dengan orang lain dan menghindari hal-hal yang dapat merusak persaudaraan.

Selain itu, penting untuk selalu memaafkan dan memperbaiki hubungan yang rusak. Dalam Al-Quran, Surah Al-A’raf ayat 199, Allah SWT berfirman, “Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” Ayat ini mengajarkan kita untuk selalu menjadi pemaaf dan memperbaiki hubungan dengan orang lain, bahkan ketika mereka melakukan kesalahan.

Sebagai penutup, menjaga silaturahim adalah salah satu cara untuk membuka pintu keberkahan dalam hidup. Dengan menjalin hubungan baik dan mempererat tali persaudaraan, kita tidak hanya mendapatkan keberkahan dalam bentuk rezeki dan umur yang panjang tetapi juga menciptakan lingkungan yang harmonis dan penuh kasih sayang. Dengan mengikuti ajaran Islam dan meneladani Rasulullah SAW serta para tokoh budaya, kita dapat menjaga silaturahim dan mendapatkan berkah yang melimpah dalam kehidupan. Semoga kita semua diberikan kekuatan dan kebijaksanaan untuk selalu menjaga dan mempererat silaturahim, serta mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

Rekomendasi