Dawuh Gus Kautsar tentang Kecantikan Sejati

`Sumber : Google
“Perempuan cantik tidak selalu baik, tapi perempuan baik pasti cantik.”
Gus Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar – Ploso Kediri
Kecantikan selalu menjadi topik yang menarik dan sering kali menjadi standar yang dilihat pertama kali oleh banyak orang. Namun, ada sebuah pemahaman mendalam yang tercermin dalam ungkapan. Ungkapan diatas menegaskan bahwa kecantikan fisik tidak selalu mencerminkan kebaikan hati, sementara kebaikan hati selalu memancarkan kecantikan sejati yang lebih abadi dan bermakna.

Kecantikan fisik memang bisa memikat perhatian, namun kecantikan tersebut bersifat sementara dan bisa memudar seiring berjalannya waktu. Banyak orang terpukau oleh penampilan luar tanpa menyadari bahwa kecantikan sejati terletak pada karakter dan kepribadian seseorang. Kebaikan hati, kejujuran, ketulusan, dan kasih sayang adalah sifat-sifat yang membentuk kecantikan sejati seorang perempuan. Sifat-sifat ini tidak hanya membuat seseorang lebih menarik secara emosional dan spiritual tetapi juga memberikan dampak positif pada orang-orang di sekitarnya.

Mahatma Gandhi, seorang tokoh yang sangat dihormati, pernah berkata, “Kebahagiaan sejati tidak datang dari kekayaan atau kesuksesan materi, melainkan dari tindakan yang penuh kasih dan kebaikan.” Kutipan ini relevan dalam konteks memahami bahwa kebaikan hati adalah sumber dari kecantikan sejati. Seorang perempuan yang baik, yang berperilaku penuh kasih sayang dan keikhlasan, akan selalu tampak cantik di mata orang-orang di sekitarnya. Kecantikan yang terpancar dari dalam ini tidak dapat ditandingi oleh penampilan fisik semata.

Dalam konteks ini, penting untuk mengingat bahwa kecantikan fisik adalah anugerah yang harus disyukuri, namun bukan satu-satunya aspek yang mendefinisikan nilai seorang perempuan. Di masyarakat kita, sering kali standar kecantikan dikaitkan dengan penampilan luar seperti wajah yang menarik, tubuh yang proporsional, dan penampilan yang modis. Meskipun tidak salah untuk menjaga penampilan, akan lebih penting untuk menekankan pada pengembangan diri, karakter, dan hati yang baik.

Sebuah contoh nyata dari kebaikan hati yang memancarkan kecantikan sejati adalah Raden Ajeng Kartini, pahlawan nasional Indonesia. Kartini dikenal tidak hanya karena kecantikannya tetapi juga karena kebaikan hatinya yang luar biasa. Ia berjuang untuk hak-hak perempuan dan pendidikan di Indonesia, yang pada masa itu sangat terbatas bagi kaum perempuan. Kartini adalah sosok yang menunjukkan bahwa kebaikan hati dan kepedulian terhadap orang lain adalah hal yang paling penting. Perjuangannya, keberanian, dan ketulusannya dalam memperjuangkan hak-hak perempuan menjadikannya figur yang sangat dihormati dan dicintai, memancarkan kecantikan sejati yang tidak lekang oleh waktu.

Kecantikan hati seorang perempuan juga terlihat dalam sikapnya terhadap orang lain. Perempuan yang baik adalah mereka yang selalu siap membantu, mendukung, dan mengasihi orang lain tanpa pamrih. Mereka tidak hanya memperhatikan kepentingan diri sendiri tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan orang lain. Tindakan-tindakan kecil yang penuh kebaikan seperti membantu teman yang sedang kesulitan, memberikan senyuman yang tulus, atau mendengarkan dengan penuh perhatian ketika seseorang berbicara, adalah cerminan dari kecantikan sejati.

Dalam ajaran agama, kebaikan hati juga sangat ditekankan. Dalam Islam, misalnya, Rasulullah SAW bersabda, “Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan amal kalian.” (HR. Muslim). Hadis ini mengingatkan kita bahwa nilai sejati seseorang di hadapan Allah tidak ditentukan oleh penampilan luar atau kekayaan, tetapi oleh kebaikan hati dan perbuatan baik. Seorang perempuan yang memiliki hati yang baik, yang selalu berusaha untuk berbuat kebaikan dan menjalani hidup dengan integritas, adalah seseorang yang cantik dalam pandangan Allah dan manusia.

Kecantikan yang berasal dari kebaikan hati juga memiliki kekuatan untuk menginspirasi dan mempengaruhi orang lain. Ketika seseorang melihat atau mengalami kebaikan dari perempuan yang baik hati, mereka akan merasakan dampak positif yang mendalam. Kebaikan hati dapat mengubah suasana hati, memberikan harapan, dan menumbuhkan rasa saling menghargai dan menghormati. Dalam lingkungan keluarga, misalnya, seorang ibu yang penuh kasih sayang dan kebaikan hati akan menciptakan rumah yang harmonis dan penuh cinta, yang akan dirasakan oleh seluruh anggota keluarga.

Selain itu, kebaikan hati juga memiliki dampak yang luas dalam masyarakat. Perempuan yang baik hati dan peduli terhadap sesama akan berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang lebih baik dan lebih adil. Mereka akan terlibat dalam kegiatan sosial, membantu yang kurang beruntung, dan berusaha untuk membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih baik bagi semua orang. Dalam skala yang lebih besar, kebaikan hati seorang perempuan dapat menginspirasi perubahan sosial yang signifikan, seperti yang dilakukan oleh banyak tokoh perempuan dalam sejarah.

Nelson Mandela, seorang tokoh besar dalam perjuangan melawan apartheid, pernah mengatakan, “Tidak ada yang lebih kuat dari hati yang penuh kasih sayang.” Kutipan ini menegaskan bahwa kebaikan hati memiliki kekuatan yang luar biasa dalam membawa perubahan. Perempuan yang baik hati, yang selalu berusaha untuk berbuat kebaikan, adalah kekuatan besar yang dapat mengubah dunia di sekitar mereka. Kecantikan sejati yang terpancar dari hati yang baik tidak hanya mempengaruhi kehidupan mereka sendiri tetapi juga memberikan dampak positif yang luas pada orang lain.

Dalam kehidupan sehari-hari, penting bagi kita untuk selalu mengingat bahwa kecantikan sejati tidak datang dari penampilan luar, tetapi dari hati yang baik dan perbuatan yang penuh kasih sayang. Mengembangkan kebaikan hati adalah investasi yang paling berharga, karena akan membawa kebahagiaan dan kedamaian dalam hidup kita dan juga dalam hidup orang-orang di sekitar kita. Dengan demikian, perempuan yang baik hati akan selalu tampak cantik, karena kecantikan sejati mereka memancar dari dalam dan menyentuh hati setiap orang yang berinteraksi dengan mereka.

Dalam masyarakat yang sering kali terlalu fokus pada penampilan fisik, penting untuk kembali mengingat esensi dari kecantikan sejati. Menghargai dan mengembangkan kebaikan hati adalah langkah pertama menuju kehidupan yang lebih bermakna dan bahagia. Setiap perempuan memiliki potensi untuk menjadi cantik dalam arti yang sesungguhnya, yaitu dengan menjadi pribadi yang baik hati, penuh kasih sayang, dan peduli terhadap orang lain.

Kecantikan fisik mungkin akan memudar seiring berjalannya waktu, tetapi kebaikan hati akan selalu dikenang dan dihargai. Kecantikan sejati yang berasal dari kebaikan hati adalah sesuatu yang abadi dan akan selalu membawa kedamaian dan kebahagiaan dalam hidup. Oleh karena itu, marilah kita selalu berusaha untuk menjadi pribadi yang baik hati dan penuh kasih sayang, karena perempuan yang baik hati pasti akan selalu tampak cantik, baik di mata manusia maupun di hadapan Allah.

Rekomendasi