Dawuh Gus Iqdam tentang Rasa Percaya Diri

Sumber : Google

“Jangan pernah merasa rendah diri karena Allah menciptakan kita dengan sempurna. Kita hanya perlu bersyukur dan berusaha menjadi lebih baik setiap hari”

Gus Iqdam Muhammad

Kutipan ini menekankan bahwa setiap individu diciptakan oleh Allah SWT dengan kesempurnaan yang unik. Perasaan rendah diri sering kali muncul dari perbandingan dengan orang lain dan ketidakmampuan melihat kelebihan yang ada dalam diri sendiri. Namun, kesempurnaan yang Allah berikan adalah anugerah yang harus disyukuri dan dioptimalkan dengan usaha yang terus menerus.

Dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman dalam Surah At-Tin ayat 4, “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” Ayat ini menegaskan bahwa manusia diciptakan dengan sebaik-baiknya bentuk, menunjukkan betapa sempurnanya ciptaan Allah. Rasa rendah diri bertentangan dengan kenyataan ini, karena meragukan kesempurnaan ciptaan Allah sama dengan meragukan kebijaksanaan-Nya. Sebaliknya, kita harus bersyukur atas apa yang telah diberikan kepada kita dan terus berusaha untuk menjadi lebih baik setiap hari.

Hadist Rasulullah SAW juga mengingatkan kita tentang pentingnya syukur dan usaha. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda, “Lihatlah orang yang berada di bawahmu dan jangan melihat orang yang berada di atasmu. Dengan demikian, kamu tidak akan meremehkan nikmat Allah yang diberikan kepadamu.” Hadist ini mengajarkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat yang kita miliki dengan melihat kelebihan yang ada dalam diri kita, bukan dengan membandingkannya dengan orang lain. Dengan cara ini, kita dapat menghindari perasaan rendah diri dan lebih fokus pada pengembangan diri.

Tokoh nasional Indonesia, Bung Karno, juga memberikan pesan penting tentang kepercayaan diri dan usaha. Ia pernah berkata, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya.” Ucapan ini mengajarkan kita untuk menghargai dan bangga atas diri kita sendiri serta sejarah dan perjuangan yang telah dilalui. Bangsa yang besar dibangun oleh individu-individu yang percaya pada kemampuan dan kelebihan mereka. Dengan menghargai diri sendiri dan apa yang telah kita capai, kita dapat menginspirasi diri kita untuk terus berusaha menjadi lebih baik setiap hari.

Dalam skala global, Eleanor Roosevelt, mantan Ibu Negara Amerika Serikat, pernah berkata, “No one can make you feel inferior without your consent.” Tidak ada seorang pun yang bisa membuat kita merasa rendah diri tanpa persetujuan kita sendiri. Kutipan ini mengajarkan bahwa perasaan rendah diri adalah sesuatu yang kita ciptakan sendiri, dan kita memiliki kekuatan untuk mengatasinya. Dengan memahami bahwa kita diciptakan dengan kesempurnaan oleh Allah, kita dapat membangun kepercayaan diri yang kuat dan terus berusaha untuk memperbaiki diri setiap hari.

Kepercayaan diri dan usaha yang terus menerus adalah kunci untuk mencapai kesuksesan dan kebahagiaan. Allah SWT berfirman dalam Surah Ar-Ra’d ayat 11, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” Ayat ini mengajarkan bahwa perubahan positif dalam hidup kita dimulai dari usaha kita sendiri. Kita harus aktif berusaha untuk menjadi lebih baik setiap hari, dengan memanfaatkan potensi yang telah Allah berikan kepada kita.

Dalam konteks pengembangan diri, rasa syukur memainkan peran yang sangat penting. Bersyukur bukan hanya tentang mengucapkan terima kasih, tetapi juga tentang mengakui dan menghargai semua nikmat yang telah kita terima. Ketika kita bersyukur, kita mengembangkan sikap positif yang dapat mendorong kita untuk terus berusaha dan tidak mudah menyerah. Seperti yang dikatakan oleh tokoh dunia, Dalai Lama, “When you practice gratefulness, there is a sense of respect towards others.” Rasa syukur membawa kita pada penghargaan terhadap diri sendiri dan orang lain, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas hubungan dan interaksi kita.

Dalam Islam, rasa syukur juga merupakan tanda dari keimanan yang kuat. Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang tidak bersyukur kepada manusia, tidak bersyukur kepada Allah.” Hadist ini menekankan bahwa rasa syukur adalah bagian integral dari keimanan kita. Dengan bersyukur, kita menunjukkan penghargaan kita terhadap nikmat yang Allah berikan dan berusaha untuk menggunakannya dengan sebaik mungkin. Rasa syukur juga membantu kita untuk fokus pada apa yang kita miliki, daripada apa yang kita tidak miliki, sehingga mengurangi perasaan rendah diri dan meningkatkan kepercayaan diri.

Mahatma Gandhi, tokoh pergerakan kemerdekaan India, juga memberikan pandangan yang serupa tentang pentingnya usaha dan kepercayaan diri. Ia berkata, “The best way to find yourself is to lose yourself in the service of others.” Kutipan ini mengajarkan bahwa dengan berfokus pada membantu orang lain, kita bisa menemukan potensi dan kelebihan dalam diri kita yang mungkin belum kita sadari. Melalui pelayanan dan usaha yang terus menerus, kita dapat mengembangkan diri kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat bagi orang lain.

Perasaan rendah diri sering kali muncul dari perbandingan yang tidak adil dengan orang lain. Namun, kita harus ingat bahwa setiap individu memiliki perjalanan hidup yang unik dan berbeda. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 13, “Wahai manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.” Ayat ini mengajarkan bahwa perbedaan di antara kita adalah tanda kebesaran Allah dan alat untuk saling mengenal dan belajar. Kita tidak seharusnya merasa rendah diri karena perbedaan, tetapi harus menghargainya sebagai bagian dari keindahan ciptaan Allah.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita harus terus berusaha untuk menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri. Rasa syukur dan usaha yang terus menerus adalah kombinasi yang kuat untuk mencapai kesuksesan. Dengan memahami bahwa kita diciptakan dengan sempurna oleh Allah, kita dapat membangun kepercayaan diri yang kokoh dan terus berusaha untuk memperbaiki diri setiap hari. Seperti yang dikatakan oleh Henry Ford, “Whether you think you can or you think you can’t, you’re right.” Keyakinan kita pada diri sendiri sangat menentukan apa yang bisa kita capai. Dengan percaya pada diri sendiri dan terus berusaha, kita dapat mencapai tujuan-tujuan yang kita impikan.

Dalam kesimpulan, pernyataan “Jangan pernah merasa rendah diri karena Allah menciptakan kita dengan sempurna. Kita hanya perlu bersyukur dan berusaha menjadi lebih baik setiap hari” mengandung pesan yang sangat kuat tentang pentingnya rasa syukur, kepercayaan diri, dan usaha yang berkelanjutan. Dengan memahami dan menginternalisasi pesan ini, kita dapat mengatasi perasaan rendah diri, meningkatkan kepercayaan diri, dan terus berusaha untuk menjadi individu yang lebih baik setiap hari. Dalil-dalil Al-Quran, hadist Rasulullah SAW, serta pandangan tokoh nasional dan dunia mendukung pentingnya syukur dan usaha dalam membentuk karakter dan mencapai kesuksesan. Sebagai individu yang diciptakan dengan kesempurnaan oleh Allah, kita memiliki potensi yang besar untuk menjadi pembangun bangsa dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Dengan bersyukur dan berusaha setiap hari, insyaAllah kita akan mencapai tujuan-tujuan yang kita impikan dan mendapatkan ridha Allah SWT.

Rekomendasi