Dawuh Gus Baha tentang Menemukan Kunci Kenikmatan

Sumber : Dawuh Guru
“Kunci kenikmatan itu cuma satu, jangan melihat kenikmatan orang lain.”
KH. Ahmad Bahauddin Nursalim
Kenikmatan hidup sering kali terlihat sebagai sesuatu yang kompleks dan sulit dicapai, terutama ketika kita terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain. Pernyataan “Kunci kenikmatan itu cuma satu, jangan melihat kenikmatan orang lain,” mengandung pesan mendalam tentang pentingnya fokus pada diri sendiri dan bersyukur atas apa yang kita miliki. Dengan tidak membandingkan diri dengan orang lain, kita bisa menemukan kebahagiaan sejati dan kenikmatan dalam hidup.

Manusia secara alami cenderung untuk membandingkan diri dengan orang lain. Ketika melihat kesuksesan, kekayaan, atau kebahagiaan orang lain, kita sering kali merasa iri dan tidak puas dengan apa yang kita miliki. Sikap ini dapat merusak kebahagiaan kita sendiri dan menghalangi kita untuk menikmati hidup. Alih-alih menikmati apa yang ada di depan mata, kita terjebak dalam lingkaran ketidakpuasan dan kecemburuan. Padahal, setiap individu memiliki jalan hidup dan rezeki yang berbeda, yang telah diatur oleh Tuhan dengan sebaik-baiknya.

Ir. Soekarno, proklamator kemerdekaan Indonesia, pernah mengatakan, “Jangan melihat ke belakang dengan marah, atau ke depan dengan takut, tetapi lihatlah ke sekeliling dengan penuh kesadaran.” Kutipan ini mengingatkan kita untuk hidup dalam saat ini dan menghargai apa yang kita miliki sekarang. Dengan berhenti membandingkan diri dengan orang lain, kita bisa lebih fokus pada perjalanan kita sendiri dan menemukan kebahagiaan dalam setiap langkah yang kita ambil.

Menghargai dan mensyukuri apa yang kita miliki adalah kunci untuk menemukan kenikmatan hidup. Dalam Islam, syukur adalah salah satu konsep yang sangat penting. Allah berfirman dalam Al-Qur’an, “Jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu” (QS. Ibrahim: 7). Syukur bukan hanya tentang mengucapkan terima kasih, tetapi juga tentang menyadari dan menghargai setiap nikmat yang kita terima, besar maupun kecil. Ketika kita bersyukur, kita membuka pintu untuk lebih banyak kenikmatan dan keberkahan dalam hidup kita.

Tokoh nasional Indonesia, KH. Ahmad Dahlan, juga menekankan pentingnya bersyukur dalam menjalani kehidupan. Beliau berkata, “Syukur adalah kunci untuk membuka pintu-pintu kebaikan.” Dengan bersyukur, kita memusatkan perhatian pada hal-hal positif dalam hidup kita dan menghargai setiap berkah yang diberikan oleh Tuhan. Sikap syukur ini membantu kita untuk melihat kehidupan dari perspektif yang lebih positif dan membuat kita merasa lebih bahagia dan puas.

Fokus pada diri sendiri dan tidak melihat kenikmatan orang lain juga membantu kita untuk mengembangkan rasa percaya diri dan harga diri. Ketika kita terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain, kita cenderung merasa kurang dan tidak berharga. Namun, dengan menghargai diri sendiri dan apa yang kita miliki, kita bisa membangun rasa percaya diri yang kuat dan merasakan kenikmatan hidup dengan lebih utuh. Percaya diri yang sehat memungkinkan kita untuk mengejar impian dan tujuan kita dengan lebih efektif dan bersemangat.

Sikap ini juga berlaku dalam hubungan sosial dan profesional. Dalam bekerja, misalnya, kita sering kali terjebak dalam kompetisi yang tidak sehat dengan rekan kerja atau teman seprofesi. Alih-alih fokus pada pencapaian dan perkembangan diri sendiri, kita sibuk memperhatikan pencapaian orang lain. Ini bisa menguras energi kita dan menghambat kemajuan kita sendiri. Dengan fokus pada diri sendiri dan apa yang bisa kita lakukan untuk berkembang, kita bisa mencapai lebih banyak dan menikmati setiap proses yang kita jalani.

Gus Dur, mantan Presiden Indonesia yang dikenal dengan kebijaksanaannya, pernah mengatakan, “Kebahagiaan adalah saat kita berhenti membandingkan apa yang kita miliki dengan apa yang orang lain miliki.” Pernyataan ini menegaskan bahwa kebahagiaan sejati datang ketika kita mampu menghargai diri sendiri dan apa yang kita miliki tanpa harus membandingkan dengan orang lain. Dengan menerima dan mencintai diri sendiri, kita bisa menemukan kebahagiaan yang lebih dalam dan lebih tahan lama.

Selain itu, penting untuk mengingat bahwa setiap orang memiliki perjuangan dan tantangan mereka sendiri. Apa yang tampak sebagai kenikmatan dan kebahagiaan bagi orang lain mungkin tidak selalu seperti yang terlihat. Kita tidak pernah tahu sepenuhnya apa yang dialami orang lain di balik layar. Oleh karena itu, fokus pada diri sendiri adalah cara terbaik untuk menjaga kesehatan mental dan emosional kita. Dengan mengurangi perbandingan sosial, kita bisa hidup dengan lebih tenang dan menikmati setiap momen dengan lebih baik.

Menemukan kenikmatan dalam hidup juga berarti menghargai proses dan perjalanan yang kita lalui. Setiap langkah, baik yang mudah maupun yang sulit, adalah bagian dari perjalanan hidup kita yang unik. Dengan menghargai setiap pengalaman, kita bisa belajar dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Kebahagiaan bukan hanya tentang mencapai tujuan, tetapi juga tentang menikmati setiap langkah yang kita ambil menuju tujuan tersebut.

Kunci untuk menemukan kenikmatan hidup adalah dengan fokus pada diri sendiri, mensyukuri apa yang kita miliki, dan berhenti membandingkan diri dengan orang lain. Dengan sikap ini, kita bisa menemukan kebahagiaan yang lebih dalam dan lebih sejati. Setiap individu memiliki jalan hidup yang unik dan berkah yang berbeda-beda. Dengan menghargai dan menikmati apa yang kita miliki, kita membuka pintu untuk lebih banyak kebahagiaan dan keberkahan dalam hidup kita.

Sebagai penutup, penting untuk selalu mengingat bahwa kenikmatan hidup tidak terletak pada apa yang dimiliki orang lain, tetapi pada bagaimana kita menghargai dan mensyukuri apa yang kita miliki. Tokoh-tokoh nasional seperti Ir. Soekarno, KH. Ahmad Dahlan, dan Gus Dur telah menekankan pentingnya fokus pada diri sendiri dan mensyukuri nikmat yang kita terima. Dengan memahami dan menerapkan nilai-nilai ini, kita bisa menjalani hidup dengan lebih bahagia, puas, dan penuh kenikmatan.

Rekomendasi