Dawuh Gus Baha’ tentang Menemukan Kebebasan

sumber : dawuhguru
“Tidak menjadi apapun juga tidak masalah. Tidak dikenal orang juga tidak masalah. Tidak diakui keberadaannya juga tidak masalah. Tidak dihormati juga tidak masalah. Justru bisa bersembunyi dari perhatian banyak orang malah lebih leluasa dan santai.”
KH. Ahmad Bahauddin Nursalim
“Tidak menjadi apapun juga tidak masalah. Tidak dikenal orang juga tidak masalah. Tidak diakui keberadaannya juga tidak masalah. Tidak dihormati juga tidak masalah. Justru bisa bersembunyi dari perhatian banyak orang malah lebih leluasa dan santai.” Kutipan ini mengandung pesan mendalam tentang arti sebenarnya dari kebebasan dan kedamaian batin. Dalam dunia yang semakin terobsesi dengan popularitas, pengakuan, dan penghormatan, pesan ini mengingatkan kita bahwa ketidakpopuleran dan ketidakdikenalan bukanlah sesuatu yang buruk. Sebaliknya, hal tersebut dapat memberikan kita kebebasan untuk hidup lebih leluasa dan santai, jauh dari tekanan dan ekspektasi orang lain.

Banyak orang berjuang keras untuk mencapai pengakuan dan penghormatan dari masyarakat. Mereka menganggap bahwa nilai diri mereka bergantung pada seberapa banyak orang yang mengenal dan menghormati mereka. Namun, dalam mengejar hal tersebut, seringkali mereka kehilangan esensi dari kehidupan yang damai dan memuaskan. Ketidakpopuleran memungkinkan seseorang untuk hidup dengan jujur sesuai dengan diri mereka sendiri, tanpa harus memenuhi ekspektasi atau standar orang lain.

Salah satu tokoh nasional yang relevan dengan pesan ini adalah Buya Hamka, seorang ulama, sastrawan, dan pemikir Indonesia yang dihormati. Buya Hamka pernah mengatakan, “Kebahagiaan bukan terletak pada kebesaran nama atau penghormatan orang lain, tetapi terletak pada ketenangan hati dan ketulusan dalam menjalani hidup.” Pandangan ini sejalan dengan kutipan di atas, yang menekankan bahwa ketenangan hati lebih penting daripada pengakuan atau penghormatan dari orang lain.

Hidup tanpa harus menjadi pusat perhatian orang lain dapat memberikan kebebasan yang tak ternilai. Kita dapat menjalani kehidupan sesuai dengan prinsip dan nilai-nilai kita sendiri, tanpa harus khawatir tentang apa yang orang lain pikirkan. Kita bisa lebih fokus pada pengembangan diri, pencarian makna hidup, dan melakukan hal-hal yang benar-benar kita cintai. Ketidakdikenalan memungkinkan kita untuk merenung dan mengevaluasi diri tanpa distraksi eksternal.

Selain itu, tidak dikenal dan tidak dihormati oleh banyak orang memungkinkan kita untuk menghindari beban dan tekanan yang sering kali menyertai popularitas. Orang-orang yang dikenal luas dan dihormati sering kali menghadapi harapan tinggi dan kritik dari masyarakat. Mereka dituntut untuk selalu tampil sempurna dan memenuhi ekspektasi yang kadang-kadang tidak realistis. Dalam ketidakdikenalan, kita bebas dari beban tersebut dan dapat menjalani hidup dengan lebih leluasa.

Buya Hamka juga mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati berasal dari dalam diri sendiri, bukan dari pengakuan atau penghormatan dari orang lain. Beliau mengatakan, “Ketenangan jiwa adalah sumber kebahagiaan. Dan ketenangan itu hanya bisa didapatkan jika kita ikhlas dan tulus dalam setiap perbuatan kita.” Ikhlas dan tulus adalah kunci untuk mencapai kebahagiaan sejati, dan hal ini seringkali lebih mudah dicapai ketika kita tidak terlalu terobsesi dengan pandangan dan penilaian orang lain terhadap kita.

Hidup dalam ketidakdikenalan juga memberikan kita kesempatan untuk mengeksplorasi dan mengembangkan potensi kita tanpa tekanan eksternal. Kita bisa lebih fokus pada proses daripada hasil akhir, menikmati perjalanan tanpa harus khawatir tentang pencapaian atau pengakuan. Ini memungkinkan kita untuk bekerja dengan lebih kreatif dan produktif, karena kita tidak merasa terbebani oleh harapan orang lain.

Ketidakpopuleran juga memberikan kita kebebasan untuk memilih lingkaran pertemanan dan hubungan yang benar-benar kita inginkan. Kita bisa membangun hubungan yang tulus dan mendalam dengan orang-orang yang benar-benar peduli pada kita, bukan karena popularitas atau status kita. Ini menciptakan lingkungan sosial yang lebih sehat dan mendukung, yang dapat memberikan kita kebahagiaan dan kepuasan yang lebih besar.

Selain itu, tidak dikenal atau dihormati oleh banyak orang tidak berarti kita tidak memiliki nilai atau kontribusi yang berarti. Banyak orang yang tidak dikenal luas tetapi telah memberikan kontribusi besar bagi masyarakat melalui karya-karya mereka yang mungkin tidak selalu terlihat atau dihargai secara luas. Ketidakdikenalan tidak mengurangi nilai intrinsik dari apa yang kita lakukan. Sebaliknya, hal ini memungkinkan kita untuk bekerja dengan lebih fokus dan tulus, tanpa terganggu oleh keinginan untuk mendapatkan pengakuan.

Buya Hamka juga menekankan pentingnya hidup dengan tujuan dan prinsip yang kuat. Beliau mengatakan, “Hidup ini adalah perjuangan. Berjuanglah bukan untuk mendapatkan pujian, tetapi untuk kebenaran dan keadilan.” Pandangan ini mengajarkan kita untuk fokus pada tujuan yang lebih tinggi dan lebih bermakna, daripada mengejar popularitas atau penghormatan yang sifatnya sementara. Dengan fokus pada kebenaran dan keadilan, kita bisa menjalani hidup yang lebih bermakna dan memberikan dampak positif yang lebih besar, meskipun mungkin tidak mendapatkan pengakuan dari banyak orang.

Menyikapi ketidakpopuleran dengan cara yang positif juga mengajarkan kita untuk lebih rendah hati dan bersyukur. Ketika kita tidak terlalu peduli dengan popularitas atau penghormatan, kita belajar untuk menghargai hal-hal kecil dalam hidup dan menemukan kebahagiaan dalam momen-momen sederhana. Ini memungkinkan kita untuk menjalani hidup dengan lebih bahagia dan puas, karena kita tidak terus-menerus mencari validasi eksternal.

Pada akhirnya, hidup dengan ketidakdikenalan dan ketidakpopuleran adalah tentang menemukan kebebasan dan kedamaian dalam diri sendiri. Ini adalah tentang menjalani hidup dengan jujur sesuai dengan nilai-nilai kita sendiri, tanpa harus terpengaruh oleh pandangan atau penilaian orang lain. Ini adalah tentang fokus pada hal-hal yang benar-benar penting dan bermakna dalam hidup, seperti ketulusan, kebenaran, dan keadilan.

Seperti yang dikatakan Buya Hamka, “Hidup ini adalah anugerah. Syukurilah setiap momen dan jalani dengan penuh kebijaksanaan.” Dengan menerima dan mensyukuri ketidakdikenalan, kita bisa menjalani hidup dengan lebih bijaksana, bebas dari tekanan dan ekspektasi eksternal. Kita bisa menemukan kebahagiaan dan kepuasan yang sejati dalam diri kita sendiri, dalam ketulusan dan ketenangan hati kita.

Dengan demikian, kutipan “Tidak menjadi apapun juga tidak masalah. Tidak dikenal orang juga tidak masalah. Tidak diakui keberadaannya juga tidak masalah. Tidak dihormati juga tidak masalah. Justru bisa bersembunyi dari perhatian banyak orang malah lebih leluasa dan santai” mengajarkan kita untuk menemukan kebahagiaan dan kedamaian dalam ketidakdikenalan. Ini adalah panggilan untuk hidup dengan jujur dan tulus, bebas dari tekanan dan ekspektasi eksternal, dan menemukan kebebasan dalam menjalani hidup sesuai dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip kita sendiri.

Rekomendasi