Dawuh Gus Baha’ tentang Mendidik Generasi Penerus

sumber : dawuh guru
“Pandanglah anak-anak kita sebagai penerus sujud kepada Allah, penerus mentauhidkan Allah, penerus perjuangan Agama Islam. Jika demikian, berapapun biaya yang kita keluarkan untuk anak pada hakikatnya kita membiayai agama Allah.”
KH. Ahmad Bahauddin Nursalim
Anak-anak adalah amanah yang diberikan Allah kepada setiap orang tua. Dalam sebuah kutipan yang sangat mendalam, dikatakan, “Pandanglah anak-anak kita sebagai penerus sujud kepada Allah, penerus mentauhidkan Allah, penerus perjuangan Agama Islam. Jika demikian, berapapun biaya yang kita keluarkan untuk anak pada hakikatnya kita membiayai agama Allah.” Kutipan ini menggarisbawahi pentingnya mempersiapkan generasi penerus yang akan melanjutkan perjuangan dalam mentauhidkan Allah dan menegakkan agama Islam.

Dalam perspektif ini, setiap investasi yang kita berikan kepada anak-anak kita, baik berupa waktu, tenaga, maupun biaya, merupakan bagian dari investasi kita dalam mendukung agama Allah. Membesarkan anak-anak dengan pengetahuan agama yang kuat, akhlak yang mulia, dan pemahaman yang mendalam tentang tauhid adalah tugas mulia yang memiliki nilai jangka panjang yang luar biasa. Setiap rupiah yang kita keluarkan untuk pendidikan anak-anak bukan sekadar biaya, tetapi merupakan bagian dari kontribusi kita untuk masa depan Islam.

Salah satu tokoh nasional yang sangat menekankan pentingnya pendidikan Islam adalah Haji Agus Salim. Beliau adalah seorang pejuang kemerdekaan dan diplomat Indonesia yang juga dikenal sebagai pemikir Islam yang berpengaruh. Haji Agus Salim mengatakan, “Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang bisa kita gunakan untuk mengubah dunia.” Dalam konteks Islam, pendidikan bukan hanya tentang transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai tauhid.

Pendidikan Islam yang kuat mencakup berbagai aspek, mulai dari pemahaman tentang Al-Qur’an dan Hadis, hingga penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kita mendidik anak-anak kita dengan pemahaman yang mendalam tentang tauhid, kita tidak hanya mengajarkan mereka tentang keesaan Allah, tetapi juga tentang bagaimana mengaplikasikan prinsip-prinsip tauhid dalam setiap aspek kehidupan mereka. Mereka belajar untuk menjadikan Allah sebagai pusat dari segala aktivitas mereka, dan menjalani hidup dengan penuh kesadaran akan kehadiran dan kasih sayang Allah.

Selain pendidikan formal, peran orang tua dalam mendidik anak-anak sangatlah penting. Orang tua adalah guru pertama dan utama bagi anak-anak mereka. Melalui teladan yang baik, orang tua dapat mengajarkan nilai-nilai Islam secara langsung dan efektif. Seorang anak yang melihat orang tuanya rajin beribadah, jujur, dan penuh kasih sayang akan cenderung meniru perilaku tersebut. Oleh karena itu, menjadi teladan yang baik adalah bagian dari investasi kita dalam mendidik anak-anak sebagai penerus sujud kepada Allah.

Haji Agus Salim juga menekankan pentingnya membangun karakter yang kuat. Beliau mengatakan, “Kita harus menanamkan dalam diri anak-anak kita semangat juang, ketekunan, dan kejujuran.” Semangat juang dalam memperjuangkan agama dan kebenaran, ketekunan dalam menjalankan perintah Allah, dan kejujuran dalam setiap tindakan adalah nilai-nilai yang sangat penting dalam membentuk generasi penerus yang kuat dan berkarakter. Dengan membangun karakter yang kuat, kita mempersiapkan anak-anak kita untuk menghadapi berbagai tantangan dalam hidup dan tetap teguh dalam keimanan mereka.

Selain itu, penting untuk mengajarkan anak-anak tentang pentingnya persaudaraan dan kerja sama dalam Islam. Islam mengajarkan bahwa setiap muslim adalah saudara, dan kita harus saling mendukung dan membantu satu sama lain. Mengajarkan anak-anak tentang nilai-nilai kebersamaan, tolong-menolong, dan kasih sayang terhadap sesama adalah bagian penting dari pendidikan Islam. Dengan menanamkan nilai-nilai ini, kita membentuk generasi yang tidak hanya taat kepada Allah, tetapi juga peduli dan berkontribusi positif terhadap masyarakat sekitar.

Pendidikan agama yang baik juga mencakup pengajaran tentang akhlak mulia. Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam hal akhlak, dan kita harus mengajarkan anak-anak kita untuk mengikuti jejak beliau. Mengajarkan anak-anak tentang pentingnya berlaku jujur, sabar, rendah hati, dan menghormati orang lain adalah bagian dari mendidik mereka sebagai penerus perjuangan agama Islam. Ketika anak-anak tumbuh dengan akhlak yang mulia, mereka tidak hanya menjadi pribadi yang baik, tetapi juga menjadi duta-duta Islam yang dapat menyebarkan kebaikan di mana pun mereka berada.

Investasi dalam pendidikan anak-anak juga berarti menyediakan mereka dengan lingkungan yang mendukung. Lingkungan keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan nilai-nilai Islam yang kuat adalah tempat terbaik bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang. Selain itu, memilih sekolah dan lembaga pendidikan yang mengedepankan nilai-nilai Islam juga merupakan bagian dari investasi kita dalam mendidik generasi penerus. Dengan memastikan bahwa anak-anak kita mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan berbasis Islam, kita membantu mereka untuk tumbuh menjadi individu yang berilmu dan beriman.

Haji Agus Salim juga mengingatkan kita tentang pentingnya doa dalam mendidik anak-anak. Beliau mengatakan, “Doa adalah senjata orang beriman.” Dalam mendidik anak-anak, kita harus selalu memohon pertolongan dan petunjuk Allah. Dengan berdoa, kita menyerahkan segala usaha kita kepada Allah dan memohon agar Dia memberikan bimbingan dan keberkahan dalam setiap langkah kita. Doa orang tua adalah doa yang mustajab, dan dengan berdoa, kita memohon agar anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang taat dan beriman.

Pada akhirnya, melihat anak-anak sebagai penerus sujud kepada Allah, penerus mentauhidkan Allah, dan penerus perjuangan agama Islam adalah pandangan yang sangat mulia dan penting. Dengan pandangan ini, setiap usaha dan biaya yang kita keluarkan untuk anak-anak kita menjadi bermakna dan bernilai tinggi. Kita tidak hanya membiayai pendidikan mereka, tetapi juga mendukung agama Allah dan mempersiapkan generasi yang akan melanjutkan perjuangan Islam di masa depan. Dengan mendidik anak-anak kita dengan nilai-nilai Islam yang kuat, kita berkontribusi pada masa depan yang lebih baik bagi umat Islam dan dunia secara keseluruhan.

Rekomendasi