Dawuh Gus Baha tentang Cinta Kepada Istri

Sumber : dawuhguru
“Pokoknya cintailah istri, karena dia menyelamatkan mu dari zina. Meskipun dia sering marah, justru itu membuatmu tidak selingkuh. Jangan karena istri galak kamu justru selingkuh, malah kebalik!.”
KH. Ahmad Bahauddin Nursalim
Pernikahan adalah salah satu ikatan suci yang diatur dalam agama dan budaya, yang memiliki peran penting dalam menjaga moral dan kestabilan masyarakat. Salah satu aspek penting dalam pernikahan adalah cinta dan kesetiaan terhadap pasangan, terutama istri. Pernyataan bahwa “Pokoknya cintailah istri, karena dia menyelamatkanmu dari zina. Meskipun dia sering marah, justru itu membuatmu tidak selingkuh. Jangan karena istri galak kamu justru selingkuh, malah kebalik!” mengandung hikmah mendalam tentang pentingnya cinta dan kesetiaan dalam pernikahan.

Cinta kepada istri bukan hanya soal perasaan romantis, tetapi juga tentang tanggung jawab dan komitmen. Dalam pernikahan, seorang istri adalah pendamping hidup yang membantu suami dalam menjaga moral dan integritas. Dengan mencintai istri, seorang suami dapat terhindar dari godaan zina dan perselingkuhan yang merusak. Kasih sayang dan perhatian kepada istri menciptakan hubungan yang harmonis dan saling mendukung, yang menjadi benteng kuat terhadap godaan dari luar.

Terkadang, seorang istri mungkin menunjukkan kemarahan atau sikap tegas yang bisa membuat suami merasa tidak nyaman. Namun, penting untuk memahami bahwa sikap tersebut sering kali lahir dari rasa cinta dan kepedulian. Ketika seorang istri marah, itu mungkin karena dia ingin menjaga keluarga dari kerusakan yang bisa ditimbulkan oleh tindakan suami yang tidak bertanggung jawab. Kemarahan ini sebenarnya adalah bentuk perlindungan dan pengingat bagi suami agar tetap berada di jalan yang benar.

Tokoh nasional Indonesia, Bung Hatta, yang dikenal sebagai proklamator dan wakil presiden pertama Indonesia, pernah menekankan pentingnya peran istri dalam kehidupan seorang pria. Ia berkata, “Di balik seorang pria yang sukses, ada seorang wanita yang kuat.” Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa kesuksesan seorang pria tidak lepas dari dukungan dan cinta dari istrinya. Cinta dan dukungan ini adalah fondasi yang kuat dalam membangun keluarga yang harmonis dan sejahtera.

Namun, dalam kehidupan nyata, banyak suami yang merasa tergoda untuk berselingkuh ketika menghadapi ketegasan atau kemarahan istri. Ini adalah pandangan yang keliru dan merusak. Sebaliknya, suami harus melihat ketegasan istri sebagai pengingat untuk tetap setia dan menghargai hubungan pernikahan. Kesetiaan adalah salah satu pilar utama dalam pernikahan yang harus dijaga dengan sepenuh hati.

Kesetiaan tidak hanya menjaga hubungan pernikahan dari keretakan, tetapi juga memberikan ketenangan batin dan kedamaian dalam hidup. Ketika suami setia kepada istri, dia tidak perlu merasa cemas atau takut akan konsekuensi dari perbuatannya. Kesetiaan membawa keberkahan dalam rumah tangga dan memberikan contoh yang baik bagi anak-anak. Anak-anak yang tumbuh dalam keluarga yang harmonis dan penuh cinta akan belajar nilai-nilai positif yang akan mereka bawa sepanjang hidup mereka.

KH. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, pernah mengatakan, “Keluarga yang harmonis adalah cerminan dari hubungan suami-istri yang saling menghormati dan mencintai.” Pernyataan ini menegaskan bahwa hubungan yang baik antara suami dan istri adalah kunci untuk menciptakan keluarga yang harmonis dan sejahtera. Cinta dan kesetiaan adalah elemen penting yang harus dijaga dan dipelihara dalam setiap pernikahan.

Selain itu, penting bagi suami untuk memahami bahwa setiap orang memiliki kelemahan dan kekurangan, termasuk istri. Sikap sabar dan pengertian terhadap kekurangan pasangan adalah bagian dari cinta sejati. Dengan menerima dan mencintai istri apa adanya, suami dapat membangun hubungan yang lebih kuat dan mendalam. Ketika suami menunjukkan sikap pengertian dan kasih sayang, istri juga akan merasa dihargai dan akan lebih mudah untuk menunjukkan rasa hormat dan cinta yang sama.

Perselingkuhan sering kali terjadi karena kurangnya komunikasi dan pengertian antara suami dan istri. Oleh karena itu, penting untuk menjaga komunikasi yang baik dan terbuka dalam pernikahan. Dengan saling berbicara dan mendengarkan, suami dan istri dapat memahami perasaan dan kebutuhan masing-masing. Komunikasi yang baik membantu mengatasi masalah dan memperkuat ikatan cinta dalam pernikahan.

Ir. Soekarno, proklamator dan presiden pertama Indonesia, juga pernah menekankan pentingnya komunikasi dalam hubungan. Ia berkata, “Komunikasi adalah jembatan yang menghubungkan hati dan pikiran.” Dalam konteks pernikahan, komunikasi yang baik adalah jembatan yang menghubungkan hati suami dan istri, membantu mereka untuk saling memahami dan mendukung satu sama lain.

Kesetiaan dalam pernikahan juga berhubungan dengan komitmen terhadap janji suci yang diucapkan saat menikah. Janji untuk mencintai dan setia kepada pasangan adalah ikrar yang harus dijaga seumur hidup. Ketika suami dan istri memegang teguh janji ini, mereka menciptakan fondasi yang kokoh untuk rumah tangga mereka. Kesetiaan bukan hanya tentang menahan godaan, tetapi juga tentang menghormati dan menghargai pasangan dalam segala situasi.

Pentingnya mencintai istri dan menjaga kesetiaan dalam pernikahan tidak bisa diremehkan. Istri adalah penolong yang setia, yang membantu suami dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Dengan mencintai dan menghormati istri, suami tidak hanya menjaga integritas pernikahan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang penuh kasih sayang dan kedamaian bagi seluruh anggota keluarga.

Sebagai kesimpulan, cinta kepada istri adalah fondasi penting dalam pernikahan yang harus dijaga dengan baik. Meskipun istri mungkin menunjukkan sikap tegas atau marah, suami harus melihat ini sebagai bentuk kepedulian dan perlindungan. Kesetiaan dan cinta adalah kunci untuk menciptakan keluarga yang harmonis dan sejahtera. Tokoh nasional seperti Bung Hatta dan KH. Ahmad Dahlan telah menekankan pentingnya peran istri dan hubungan yang baik antara suami dan istri dalam menciptakan keluarga yang kuat. Dengan menjaga komunikasi, pengertian, dan kesetiaan, suami dan istri dapat membangun rumah tangga yang penuh berkah dan kebahagiaan.

Rekomendasi