“Belajar itu dicoba aja, diterusin saja, walaupun sekarang belum bisa, insyaAllah akan ada waktunya kita diberi kepahaman oleh Allah.” Ning Sheila Hasina

Gambar : Suara Merdeka

Pentingnya Ketekunan dalam Belajar: Sebuah Refleksi Islami

Belajar adalah sebuah perjalanan panjang yang penuh dengan tantangan. Terkadang, proses belajar terasa sulit dan membingungkan, namun ketekunan adalah kunci utama untuk mencapai pemahaman yang lebih dalam. Salah satu ungkapan yang mencerminkan semangat ini adalah: “Belajar itu dicoba aja, diterusin saja, walaupun sekarang belum bisa, insyaAllah akan ada waktunya kita diberi kepahaman oleh Allah.” Ungkapan ini mengajarkan kita untuk tidak mudah menyerah dalam belajar, dengan keyakinan bahwa dengan usaha yang terus-menerus, kita akan diberi pemahaman oleh Allah SWT pada waktunya.

Belajar dalam Perspektif Islam

Dalam Islam, belajar dan menuntut ilmu memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya ayat Al-Qur’an dan hadits yang menekankan pentingnya ilmu pengetahuan. Salah satu ayat yang sering dijadikan rujukan adalah:

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11)

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah SWT memberikan derajat yang lebih tinggi kepada orang-orang yang beriman dan berilmu. Dengan kata lain, ilmu pengetahuan adalah salah satu jalan untuk mencapai kedudukan yang mulia di hadapan Allah SWT. Oleh karena itu, menuntut ilmu dan terus belajar adalah bentuk ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam.

Ketekunan dalam Belajar

Ketekunan adalah sifat yang sangat penting dalam proses belajar. Tidak jarang kita merasa putus asa ketika menghadapi kesulitan dalam memahami suatu materi. Namun, seperti yang dikatakan dalam quote tersebut, “dicoba aja, diterusin saja,” artinya kita harus terus berusaha tanpa mengenal lelah. Ada banyak kisah inspiratif dari para tokoh dunia yang menunjukkan bagaimana ketekunan dalam belajar dapat membawa kesuksesan.

Albert Einstein, misalnya, dikenal dengan ungkapannya, “It’s not that I’m so smart, it’s just that I stay with problems longer.” Einstein mengakui bahwa ketekunan dan kegigihan dalam menyelesaikan masalah adalah kunci utama kesuksesannya. Meskipun ia mungkin tidak segera menemukan jawaban, ketekunannya untuk terus mencoba akhirnya membuahkan hasil.

Dalil Hadits tentang Ketekunan

Rasulullah SAW juga banyak memberikan contoh tentang pentingnya ketekunan dan kesabaran dalam belajar. Salah satu hadits yang relevan adalah:

“Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.” (HR. Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa usaha dalam menuntut ilmu akan mendapatkan balasan yang besar dari Allah SWT. Jalan ke surga akan dipermudah bagi mereka yang berusaha keras dalam belajar. Ini adalah motivasi besar bagi kita untuk tidak mudah menyerah dalam belajar, meskipun terkadang kita merasa belum bisa atau belum memahami.

Belajar dengan Keyakinan

Keyakinan bahwa Allah SWT akan memberikan kepahaman pada waktunya adalah aspek penting dalam belajar. Keyakinan ini memberikan kekuatan tambahan untuk terus berusaha. Dalam sebuah riwayat, Imam Syafi’i pernah mengeluhkan tentang kesulitan dalam menghafal. Guru beliau, Imam Waki’, memberikan nasihat:

“Aku mengadukan kepada Waki’ akan buruknya hafalanku. Maka beliau menasehatiku untuk meninggalkan maksiat. Dan beliau mengabarkan kepadaku bahwa ilmu itu adalah cahaya. Dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada pelaku maksiat.”

Nasihat ini menunjukkan bahwa menjaga hubungan baik dengan Allah SWT dan menghindari maksiat adalah salah satu kunci untuk mendapatkan kepahaman dalam belajar. Dengan menjaga hati dan niat yang bersih, insyaAllah, Allah akan memberikan kemudahan dalam memahami ilmu yang kita pelajari.

Inspirasi dari Tokoh Dunia

Selain Einstein, banyak tokoh dunia lainnya yang menunjukkan bahwa ketekunan adalah kunci keberhasilan. Thomas Edison, misalnya, terkenal dengan penemuannya tentang bola lampu. Ia pernah berkata, “I have not failed. I’ve just found 10,000 ways that won’t work.” Edison tidak menganggap kegagalan sebagai akhir dari usahanya, tetapi sebagai bagian dari proses belajar. Dengan ketekunan yang luar biasa, ia akhirnya berhasil menemukan cara yang benar.

Tokoh lain yang juga bisa dijadikan inspirasi adalah Nelson Mandela. Ia pernah berkata, “The greatest glory in living lies not in never falling, but in rising every time we fall.” Mandela menekankan bahwa keberhasilan terletak pada kemampuan kita untuk bangkit setiap kali kita jatuh. Dalam konteks belajar, hal ini berarti bahwa setiap kali kita mengalami kesulitan atau kegagalan, kita harus bangkit dan mencoba lagi.

Kesimpulan

Belajar adalah proses yang panjang dan penuh tantangan. Namun, dengan ketekunan dan keyakinan bahwa Allah SWT akan memberikan kepahaman pada waktunya, kita akan mampu mengatasi segala rintangan. Seperti yang disebutkan dalam quote tersebut, “Belajar itu dicoba aja, diterusin saja, walaupun sekarang belum bisa, insyaAllah akan ada waktunya kita diberi kepahaman oleh Allah.”

Dalam Islam, menuntut ilmu adalah ibadah yang sangat dianjurkan. Dalil-dalil dari Al-Qur’an dan hadits menunjukkan betapa mulianya orang-orang yang berilmu. Dengan mengambil inspirasi dari tokoh-tokoh dunia yang berhasil melalui ketekunan mereka, kita dapat belajar untuk tidak mudah menyerah dalam menghadapi kesulitan dalam belajar.

Akhirnya, penting bagi kita untuk selalu menjaga niat yang bersih dan hubungan baik dengan Allah SWT. Dengan demikian, usaha kita dalam belajar akan diberkahi dan dipermudah. Semoga kita semua diberi kekuatan untuk terus belajar dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Aamiin.

Rekomendasi