Asal Usul Nama Malam Seribu Bulan dan Keagungannya

Oleh: Arum Hidayani Sugesti

Malam Lailatul Qadar adalah suatu malam yang menimbulkan berbagai macam pertanyaan yang terjadi di umat Muslim, peristiwa istimewa ini benar-benar membuat orang ingin sekali mendapatkan keberkahan di malam ini. Bagaimana asal usul nama Malam Seribu Bulan? Apa saja keistimewaan Malam ini?

Dengan cara apa manusia dapat memiliki keberkahan dan kemuliaan pada malam yang suci ini? Apakah manusia mengerti datangnya malam ini? Apakah itu hanya terjadi pada malam di bulan Ramadhan saja? Apakah dengan adanya malam ini dapat merubah manusia secara lahiriah dan secara rohaniah? Jadi bagaimana manusia bisa tahu malam itu? Apa saja keistimewaan malam itu, dan bagaimana malam itu? Semuanya akan dikupas secara tajam dalam tulisan pendek ini.

Asal Usul Nama Malam Seribu Bulan

Asal Usul Nama Malam Seribu Bulan dan Keagungannya- dawuh guru

Lailatul Qadar adalah malam yang istimewa, malam yang penuh berkah, malam yang suci nan indah dihati. Bukan berarti malam-malam lain tidak suci melainkan malam ini Allah Swt memberikan bonus untuk para hamba-Nya yang tulus dalam beribadah khususnya ibadah di bulan Ramadhan.

Ada beberapa ulama yang menegaskan bahwa malam ini sangat istimewa. Salah satunya menurut ustaz Abdul Somad, beliau mengatakan, Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan. Seribu bulan itu maksudnya kemuliaan dan keberkahan yang turun pada malam itu lebih dari 80 tahun lamanya. Hal ini yang menjadikan malam Lailatul Qadar memiliki julukan Malam Seribu Bulan.

Malam Seribu Bulan atau kita sebut dengan Malam Lailatul Qadar memiliki tanda-tanda fisik material yang menyertai kehadirannya, seperti air yang membeku, keheningan malam, dan pohon-pohon membungkuk dan sebagainya? Bahkan masih banyak lagi pertanyaan yang bisa dan sering muncul terkait malam al qadar. Malam tersebut adalah malam mulia. Tidak mudah diketahui betapa besar kemuliaannya. Hal ini diisyaratkan oleh adanya “pertanyaan” dalam bentuk pengagungan, yaitu: “Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?” (Q.S. Al-Qadar, 97: 2)

Kapan Datangnya Malam Seribu Bulan?

Malam ini begitu rahasia sehingga tak seorang pun dapat memprediksikan kapan datangnya. Tetapi Allah Swt telah memberikan tanda-tanda untuk kita dapat mengetahui dan merasakan kehangatan dan sejuknya angin pada malam itu.

Al-Qur’an telah menjelaskan bahwa wahyu-wahyu Allah itu diturunkan pada Lailatul Qadar, akan tetapi karena umat sepakat mempercayai bahwa Al-Qur’an telah sempurna dan tidak ada lagi wahyu setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Maka atas dasar logika itu, ada yang berpendapat bahwa malam mulia sudah tidak akan hadir lagi. Kemuliaan yang diperoleh malam tersebut adalah karena terpilih menjadi waktu turunnya Al-Qur’an.

Tentang kapan tepatnya malam itu jatuh, masih dirahasiakan oleh Allah SWT. Sehingga tidak ada yang tahu kapan Lailatul Qadar itu, dan masih banyak pertanyaan di masyarakat (terutama di kalangan umat Islam) selain itu, para ulama dari berbagai panci atau bidang keilmuan juga berbeda dalam mengungkapkan makna dan waktu dari Lailatul Qadar.

Namun dalam Islam terdapat pandangan tasawuf yang mengarahkan bagaimana mengenali hakikat, yaitu dengan memberikan makrifat kepada Sang Pencipta; Allah ‘Azza wa Jalla melalui tanda-tanda dan ayat-ayat yang Dia tunjukkan kepada manusia. Pendekatan ini dapat digunakan dalam mengungkap misteri keagungan Lailatul Qadar karena Lailatul Qadar merupakan salah satu ilmu yang ghaib atau dirahasiakan oleh Allah SWT.

Al-Qur’an menyebutnya sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan, artinya orang yang beribadah dengan ikhlas pada malam itu akan mendapatkan pahala yang setara dengan amalan ibadah yang dilakukan selama seribu bulan. Dan untuk mendapatkannya harus dilakukan dengan niat yang sungguh-sungguh dengan hati yang terbuka, karena orang jahiliyah tidak akan menyambut malam yang agung kecuali orang-orang yang memahami hakikat dunia ghaib.

Tujuh Keistimewaan Malam Seribu Bulan (Lailatul Qadar)

Pertama, Keistimewaan malam Lailatul Qadar adalah malam diturunkannya Al-Qur’an. Sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah dan Al-Qadr yakni sebagai berikut: “Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya Al Qur’an diturunkan…” (Q.S Al-Baqarah: 185) dan dalam Q.S. Al Qadar:1 yang berbunyi “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan.

Kedua, keistimewaan malam kedua Lailatul Qadar adalah lebih baik dari seribu bulan. Allah SWT berfirman, “Tahukah kamu apa itu malam Lailatul Qadar? Lailatul Qadar yakni malam lebih baik dari seribu bulan.” (Q.S Al-Qadr: 2-3) Banyak ulama berpendapat bahwa ibadah dan amal saleh yang dilakukan pada malam lailatul qadar, akan dibalas dengan pahala yang sangat besar.

Ketiga, keistimewaan malam Lailatul Qadar adalah penuh dengan berkah. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala hikmah, (yaitu) hal-hal yang besar dari Kami. Para utusan.” (Q.S Al-Dukhan: 3-5)

Keempat, keistimewaan malam Lailatul Qadar, yaitu malam Lailatul Qadar adalah malam yang penuh dengan kemakmuran. Selain penuh berkah, malam Lailatul Qadar juga diisi dengan kemakmuran dan kedamaian. Allah SWT telah berfirman dalam Surat Al-Qadr, “Malam itu (penuh) kemakmuran sampai fajar.” (Q.S Al-Qadr: 5)

Kelima, keistimewaan malam Lailatul Qadar adalah pada malam itu para malaikat akan berbondong-bondong turun ke bumi. Maka pada malam itu dianjurkan bagi umat Islam untuk banyak berdoa. Allah SWT berfirman: “Malam itu para malaikat dan malaikat Jibril turun dengan izin Tuhan mereka untuk mengatur segala urusan.” (Q.S Al-Qadr: 4)

Keenam, keistimewaan malam Lailatul Qadar adalah pada malam itu dosa-dosa umat Islam diampuni. Pada malam Lailatul Qadar, Allah swt membuka pintu ampunan seluas-luasnya bagi siapa saja yang memohon ampunan dari-Nya. Sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari, An Nasa’i, dan Ahmad).

Ketujuh, keistimewaan malam Lailatul Qadar adalah bahwa malam Lailatul Qadar adalah malam yang penuh dengan kebaikan. Pada malam itu dianjurkan bagi umat Islam untuk melakukan ibadah dan perbuatan baik dengan tulus dan serius.

Cara-Cara Memperoleh Kemuliaan pada Malam Lailatul Qadar

Asal Usul Nama Malam Seribu Bulan dan Keagungannya- dawuh guru

Kalangan masyarakat awam khususnya, yang begitu sangat memuliakan malam Lailatul Qadar tersebut. Mereka ada yang melakukan shalat khusus Lailatul Qadar, ada juga dari kalangan mereka yang tak henti-hentinya shalat malam, padahal mereka berjuang keras menahan kantuk.

Bahkan ada juga yang disibukkan dengan melihat langit menanti tanda-tanda lailatul qadar nampak, hingga fajar pagi telah datang, dan masih banyak lagi tentang kekeliruan masyarakat mengenai malam Lailatul Qadar.

Namun bagi yang mengabaikan malam ini, mereka akan merugi, karena kehilangan kesempatan untuk mendapatkan banyak pahala dan keutamaan, yang bahkan setara dengan seribu bulan.

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya telah datang bulan Ramadhan ini kepadamu. Dan di dalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa yang terhalang dari segala kebaikan. Dan tidak terhalang untuk bertemu dengannya kecuali orang-orang yang adalah pecundang.” (HR.Ibnu Majah)

Rekomendasi