Anifa Hambali: Harus Ada Ruang untuk Berbicara dan Berbagi Ide

Surabaya, 23 Januari 2024 | Anifa Hambali, seorang aktivis literasi digital yang juga dikenal sebagai pendidik, penulis, memberikan wawasan eksklusif dalam sebuah wawancara yang mengungkap perjalanan hidupnya yang luar biasa. Dilahirkan di Sidoarjo pada 02 Juni 1993 dengan nama Anifatul Jannah, Anifa Hambali telah merintis jejaknya di dunia literasi yang mendalam.

Dalam percakapan yang eksklusif, Anifa membagikan pandangannya terhadap arti menulis dalam hidupnya, menyatakan, “Saya yakin bahwa pengalaman yang saya alami dan saya catat dalam jurnal hidup saya mungkin kelak akan menjadi sejarah penting bagi siapa saja yang membacanya.”

Aktivitas Anifa tak terbatas pada kata-kata di atas kertas. Ia adalah otak di balik gerakan literasi yang ambisius, Mobile Books Collections Indonesia (MBC Indonesia). Melalui gerakan ini, Anifa memastikan akses mudah bagi masyarakat terhadap bacaan berkualitas di era digital ini.

“Melalui MBC Indonesia, kami berusaha menyediakan akses mudah bagi masyarakat untuk mendapatkan dan membaca buku, terutama di era digital ini,” ungkap Anifa.

Sebagai dosen di UIN Sunan Ampel Surabaya, Anifa berhasil menyatukan perannya sebagai pendidik dan penulis. Ia pernah menjadi Pemimpin Umum LPM Solidaritas UIN Sunan Ampel Surabaya serta Koordinator Nasional Arus Informasi Santri Nusantara. Anifa menciptakan ruang bagi mahasiswa dan santri untuk berbicara, mengembangkan ide, dan merajut gagasan melalui tulisan.

“Saya berusaha untuk menyuarakan pandangan dan pemikiran mahasiswa serta santri, menciptakan ruang bagi mereka untuk berbicara dan berbagi ide,” jelas Anifa.

Buku-buku Anifa, seperti “Santri Nikah Jomblo Punah” dan “Ternyata Cinta Itu Indah,” berhasil meraih apresiasi dan menjadi sumber inspirasi bagi banyak pembaca. Dalam setiap karyanya, Anifa mengusung pesan positif dan motivasi, membuktikan bahwa tulisan dapat menjadi kekuatan untuk merangsang pemikiran positif.

“Saya ingin menyampaikan pesan positif dan motivasi kepada pembaca. Saya percaya bahwa tulisan dapat menjadi kekuatan untuk mengubah pandangan dan merangsang pemikiran positif,” tambah Anifa.

Dalam akhir wawancara, Anifa Hambali menyampaikan terima kasih kepada pembaca dan penggemarnya yang setia. Ia mengajak semua orang untuk terus membaca, menulis, dan terlibat aktif dalam perjalanan literasi. Dengan harapannya, tulisan-tulisan Anifa dapat terus memberikan inspirasi dan motivasi positif bagi banyak orang.

“Saya berharap dapat memberikan inspirasi dan motivasi positif bagi banyak orang. Terima kasih,” tutup Anifa.(Wln)

Rekomendasi